Profil Bupati Pacitan yang Kembali Terpilih
Indrata Nur Bayuaji, seorang politisi Partai Demokrat, kembali terpilih sebagai Bupati Kabupaten Pacitan periode 2025–2030 setelah memenangkan Pilkada 2024. Ini merupakan jabatan kedua yang dijalaninya setelah sebelumnya menjabat selama periode 2021–2024. Sebagai putra daerah kelahiran Pacitan, Jawa Timur, pada 16 Desember 1978, Indrata dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia politik, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif.
Perjalanan karier politiknya dimulai dari aktivitas organisasi politik hingga akhirnya dipercaya masyarakat untuk memimpin Kabupaten Pacitan. Ia juga merupakan keturunan dari tokoh penting, yaitu ayahnya Soedjono yang pernah menjabat Wakil Bupati Pacitan. Selain itu, ia juga keponakan dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang memberikan dampak signifikan terhadap reputasinya di tengah masyarakat.
Latar Belakang dan Pendidikan
Indrata Nur Bayuaji tumbuh di lingkungan masyarakat lokal yang kuat dengan nilai budaya dan sosial. Ia dikenal sebagai sosok religius yang memeluk agama Islam serta memiliki kedekatan dengan masyarakat sejak usia muda. Kehidupan di daerah asalnya turut membentuk karakter kepemimpinannya.
Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Pacitan pada 1994 hingga 1997. Setelah menamatkan pendidikan SMA, ia melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di STIBA Malang pada 1998 sampai 2003 dengan mengambil jurusan sastra. Pendidikan tersebut menjadi bekal awal bagi Indrata sebelum terjun ke dunia politik.
Dalam kehidupan pribadi, Indrata diketahui menikah dengan Efi Suraningsih yang setia mendampingi perjalanan karier politiknya. Di luar aktivitas pemerintahan, ia juga dikenal memiliki hobi memancing alias anglers yang kerap dilakukan bersama warga.
Karier Politik dari Partai hingga DPRD
Karier politik Indrata bermula dari keterlibatannya di Partai Demokrat. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Kepemudaan DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan pada 2007–2012. Setelahnya, ia dipercaya sebagai bendahara partai pada 2012–2017 dan kembali menjabat pada periode 2018–2022.
Perjalanan politiknya semakin berkembang saat ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Pacitan pada 2009. Saat masa pemilihan tersebut, ia berhasil meraih suara mayoritas dan terpilih menjadi anggota legislatif. Aji menjabat sebagai anggota DPRD Pacitan selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019.
Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan daerah serta kebutuhan masyarakat. Kariernya di parlemen terus menanjak hingga dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pacitan pada periode 2019–2020. Jabatan tersebut menjadi pijakan penting sebelum ia maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Menjadi Bupati Pacitan dan Program Kepemimpinan
Tahun 2020 menjadi momen penting dalam perjalanan politik Indrata saat ia maju dalam Pilkada Pacitan berpasangan dengan Gagarin Sumrambah. Pasangan tersebut berhasil memenangkan pemilihan dan mengantarkannya menjadi Bupati Pacitan ke-32 untuk periode 2021–2024.
Selama masa kepemimpinannya, pasangan Aji–Gagarin menjalankan program pembangunan bertajuk “Nyawiji”. Program ini menitikberatkan pada penguatan pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian budaya lokal. Salah satu program yang menonjol adalah penyelenggaraan berbagai kegiatan berbasis seni dan budaya seperti festival Ronthek dan Nyawiji Carnival yang rutin digelar untuk mendorong sektor pariwisata serta ekonomi kreatif daerah.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya Pacitan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Kembali Terpilih di Pilkada 2024
Setelah menjabat sebagai bupati periode 2021–2024, Indrata kembali maju dalam Pilkada Pacitan 2024 bersama Gagarin Sumrambah. Figur Indrata yang telah dikenal masyarakat luas menjadi salah satu faktor penting dalam kontestasi tersebut. Pasangan Indrata–Gagarin berhasil meraih 199.410 suara dan ditetapkan sebagai pemenang resmi Pilkada Pacitan 2024.
Raihan suara tersebut menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap kepemimpinannya. Tidak adanya sengketa hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi membuat proses penetapan dan pelantikan berjalan lancar. Hal ini mempercepat proses transisi kepemimpinan di Kabupaten Pacitan.
Pasangan Indrata dan Gagarin kemudian resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pacitan pada Februari 2025. Dengan demikian, Indrata kembali memimpin Pacitan untuk periode 2025–2030.
Latar Belakang Keluarga dan Kedekatan dengan Tokoh Nasional
Salah satu hal yang menarik perhatian publik dari sosok Indrata adalah latar belakang keluarganya. Ia diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga berasal dari Pacitan. Kedekatan dengan tokoh nasional tersebut membuat sosok Indrata semakin dikenal publik, terutama dalam konteks politik nasional dan daerah.
Hubungan keluarga ini juga menjadi bagian dari sorotan perjalanan karier politiknya. Meski demikian, perjalanan politik Indrata dinilai dibangun melalui proses panjang dari tingkat daerah. Pengalaman di partai politik hingga jabatan legislatif menjadi faktor utama yang membentuk kariernya sebagai pemimpin daerah.
Harta Kekayaan
Selain rekam jejak politik, laporan harta kekayaan Indrata juga menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang dikutip dari TribunBatam.id, ia tercatat memiliki aset berupa lima bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Pacitan dan Karanganyar. Nilai keseluruhan aset tanah dan bangunan tersebut mencapai sekitar Rp2,95 miliar. Seluruh aset tersebut disebut berasal dari hasil usaha sendiri.
Selain properti, Indrata juga memiliki kendaraan berupa satu mobil dan tiga sepeda motor dengan total nilai sekitar Rp80 juta. Ia juga tercatat memiliki kas senilai lebih dari Rp246 juta. Secara keseluruhan, total harta kekayaan Indrata Nur Bayuaji mencapai sekitar Rp3,3 miliar dan tidak tercatat memiliki utang, hal tersebut menggambarkan kondisi finansialnya selama menjabat sebagai pejabat publik.





