Sejarah dan Perkembangan Seruit Tampah Mengan Geh
Seruit Tampah Megan Geh adalah usaha kuliner khas Lampung yang menawarkan hidangan tradisional dengan cita rasa autentik. Berlokasi di Jalan P. Pisang Raya No. 121, Perumnas Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, usaha ini telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi penggemar makanan khas daerah.
Hidangan utama dari Seruit Tampah Mengan Geh terdiri dari ikan bakar yang harum, aneka lalapan, ikan asin, tahu, tempe, serta sambal seruit yang menjadi pelengkap utama. Setiap hidangan disajikan dalam sebuah tampah, menciptakan pengalaman makan yang unik dan menggugah selera.
Awal Mula Bisnis yang Tak Terduga
Awal mula bisnis Seruit Tampah Mengan Geh dimulai dari sebuah foto promosi terasi milik Sri Astuti, pemilik usaha tersebut. Foto tersebut sebenarnya dibuat untuk keperluan catalog di marketplace, namun justru menjadi awal mula bisnis kuliner khas Lampung yang kini dikenal luas.
“Awalnya saya ingin membesarkan nama Terasi Mengan Geh milik saya. Saat foto produk, terasi saya disandingkan dengan seruit di atas tampah. Ternyata yang menarik perhatian pelanggan bukan terasinya, melainkan seruitnya. Dari situlah pesanan mulai berdatangan terus,” ujar Sri Astuti.
Melihat tingginya minat pelanggan, Sri akhirnya memutuskan merilis seruit tampah pada (3/11/2023) dengan nama Seruit Tampah Mengan Geh, mengambil nama dari produk terasi yang lebih dahulu dikenal masyarakat.
Produksi dan Pemesanan yang Menanjak
Tiga tahun berlalu, kini Seruit Tampah Mengan Geh mampu memproduksi hingga ratusan ekor ikan setiap hari dan melayani pelanggan dari berbagai daerah, bahkan hingga Jakarta.
“Saat ini, rata-rata produksi Seruit Tampah Mengan Geh mencapai 80 hingga 100 ekor ikan per hari. Namun pada periode tertentu, jumlah tersebut bahkan bisa meningkat hingga 150 ekor ikan dalam sehari,” jelas Sri.
Beragam Pilihan Menu
Seruit Tampah Mengan Geh menawarkan beberapa pilihan menu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Produk unggulan mereka adalah Seruit Tampah Balak dan Seruit Tampah Lunik, yang berbeda dalam besaran tampahnya bukan ikannya.
Untuk pilihan lauk, pelanggan dapat memilih ikan nila, ikan bekrek serta ayam sebagai menu utama. Selain itu tersedia pula opsi khusus sesuai permintaan pelanggan seperti ikan gurame, ikan patin, ikan layang, hingga ikan kembung.
Harga yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari Rp. 40 ribu untuk porsi individu hingga sekitar Rp. 400 ribu untuk paket seruit tampah rame-rame yang dapat dinikmati hingga 10 orang.
Cita Rasa Khas Menggala
Menurut Sri Astuti, salah satu keunggulan utama Seruit Tampah Mengan Geh adalah cita rasa autentik khas Lampung, khususnya daerah Menggala. “Saya dan suami asli Lampung Menggala, jadi seruit ini cita rasanya khas sana, orang Menggala asli pasti tau apa bedanya,” jelasnya.
Cita rasa khas Menggala terletak pada sambal terasi yang digunakan tidak meninggalkan aroma menyengat di tangan setelah dikonsumsi, berbeda dengan kebanyakan sambal terasi pada umumnya.
Omzet yang Mengesankan
Berkat konsistensi serta menjaga kualitas dan pelayanan, usaha yang baru berjalan kurang dari tiga tahun ini berhasil mencatat omzet yang cukup mengesankan.
“Kami bersyukur karena saat ini omzet usaha berada di kisaran Rp. 70 juta hingga Rp. 80 juta per bulan, terkadang bisa lebih juga tergantung pesanan,” ungkap Sri.
Tantangan Awal dan Perkembangan Usaha
Di balik perkembangan usahanya yang pesat, Sri Astuti mengaku menghadapi berbagai tantangan. Fluktuasi harga bahan baku bukan menjadi persoalan utama, karena pengalaman belajar manajemen usaha dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) membuat bisnisnya mampu menghadapi perubahan harga pasar.
“Tantangan terbesar saat itu justru lokasi produksi yang masih berada di dalam perumahan dengan akses jalan sempit. Banyak pengemudi ojek online kesulitan masuk untuk mengambil pesanan. Saya sering mendapat keluhan karena kendaraan tidak bisa leluasa melintas,” katanya.
Pencapaian dan Pengembangan Usaha
Meski persaingan semakin ketat, Sri mengatakan kondisi usaha kuliner miliknya hingga saat ini masih stabil dan terus berkembang. Saat ini pemasaran Seruit Tampah Mengan Geh telah menjangkau berbagai daerah di Provinsi Lampung, termasuk Kalianda dan Pringsewu.
Bahkan untuk produk tertentu yang dikemas secara khusus, usaha ini pernah melayani pengiriman hingga Jakarta menggunakan layanan ekspedisi cepat.
“Ada pelanggan yang memesan untuk anaknya di Jakarta karena sangat menyukai ikan yang kami sajikan,” ujar Sri Astuti.
Ketahanan Produk dan Tips Penyimpanan
Untuk ketahanan produk, ia menjelaskan bahwa seruit dapat bertahan dengan baik selama satu hari apabila disimpan dalam kondisi yang tepat. Namun untuk menu lalapan rebus disarankan segera dikonsumsi karena lebih cepat mengalami perubahan kualitas dan terkadang berlendir.
