Infomalangraya.net.CO.ID, JAKARTA — Piala Dunia 2026 yang akan dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko disebut sebagai ajang paling kompleks sepanjang sejarah. Hal ini tidak tanpa alasan, karena pertandingan akan berlangsung di tiga negara dengan jarak geografis yang cukup jauh. Misalnya, jarak antara Stadion BC Place di Vancouver, Kanada, hingga Stadion Hard Rock di Miami, Amerika Serikat, mencapai sekitar 4.500 kilometer.
Selain itu, jumlah peserta Piala Dunia 2026 juga meningkat menjadi 48 negara, naik dari 32 negara sebelumnya. Dengan peningkatan jumlah peserta ini, total pertandingan pun meningkat menjadi 104 laga. Ratusan pertandingan akan digelar di 16 stadion, dengan rincian 11 stadion di AS, tiga di Meksiko, dan dua di Kanada.
Persiapan untuk 16 stadion tersebut tidak mudah, terlebih bagi stadion yang menggunakan rumput buatan atau artifisial. Dari delapan stadion yang memakai rumput artifisial, antara lain Stadion MetLife (New Jersey, AS), Stadion AT&T (Dallas, AS), Stadion SoFi (Los Angeles, AS), Stadion Mercedes-Benz (Atlanta, AS), Stadion Gillette (Massachusetts, AS), Stadion Lumen Field (Washington, AS), Stadion NRG (Houston, AS), dan Stadion BC Place (Vancouver, Kanada).
Kompleksitas persiapan stadion semakin tinggi karena banyak stadion di AS awalnya dirancang untuk pertandingan American Football, yang memiliki spesifikasi lapangan berbeda. Di AS, American Football di bawah naungan National Football League (NFL). Perubahan ini membutuhkan renovasi besar-besaran agar sesuai standar FIFA.
Biaya yang diperlukan untuk merenovasi 16 stadion Piala Dunia 2026 diperkirakan mencapai dua miliar dolar AS atau lebih dari Rp35 triliun. Penyempurnaan infrastruktur juga melibatkan para ahli dari universitas-universitas ternama di AS, seperti Michigan State University (MSU) dan University of Tennessee.
Rumput terbaik
FIFA selalu menetapkan standar tinggi dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Untuk menjaga kualitas lapangan, FIFA mengandeng ahli-ahli seperti John Sorochan, profesor dari University of Tennessee. Sorochan telah melakukan riset tentang rumput olahraga sejak tahun 1993, termasuk untuk lapangan sepak bola dan atletik.
Dalam artikel “We designed the turf for the World Cup. Here’s how we created the same playing experience across three countries” yang dipublikasikan phys.org pada 20 April 2026, Sorochan dan timnya memaparkan bahwa mereka menggunakan tiga jenis rumput untuk Piala Dunia 2026, sesuai iklim masing-masing stadion. Untuk iklim hangat, mereka menggunakan rumput bermuda (Cynodon dactylon). Sementara itu, di iklim dingin, campuran kentucky bluegrass (Poa pratensis) dan perennial ryegrass (Lollium perenne) digunakan.
Mereka juga melakukan inovasi, seperti penggunaan serat plastik untuk memperkuat akar rumput. Selain itu, dilakukan 170 kali percobaan untuk memastikan kekerasan permukaan, kelancaran aliran, pantulan bola, dan ketahanan terhadap tekanan sepatu pemain.
Untuk perawatan, rumput-rumput tersebut memerlukan sinar matahari. Oleh karena itu, empat stadion yang memiliki atap, seperti AT&T (Dallas), Mercedes-Benz (Atlanta), NRG (Houston), dan BC Place, dilengkapi LED untuk menambah cahaya. Namun, setelah Piala Dunia 2026 usai, beberapa stadion NFL akan kembali menggunakan rumput buatan untuk kegiatan non-olahraga.
American Football
Selain rumput, struktur stadion yang awalnya untuk American Football juga harus dirombak. Perbedaan ukuran lapangan antara American Football dan sepak bola menjadi faktor utama. Lapangan American Football standar adalah 109,75 meter x 48,8 meter, sedangkan lapangan sepak bola FIFA berukuran 105 meter x 68 meter. Perbedaan ini menyebabkan tempat duduk yang lebih dekat ke lapangan, sehingga perlu dibongkar.
Beberapa stadion bahkan harus meninggikan permukaan lapangan demi ruang tambahan. Contohnya, Stadion SoFi di California harus mengosongkan lebih dari 400 kursi, sementara Stadion MetLife di New Jersey menghapus 1.740 kursi. Perubahan juga dilakukan untuk memfasilitasi media internasional, tamu penting, ruang VAR, dan kenyamanan pemain.
Terakhir, stadion diminta menghilangkan sponsor yang tidak relevan dengan FIFA dan Piala Dunia 2026. Nama sponsor juga diubah menjadi bebas komersial. Contohnya, Stadion AT&T berganti menjadi Stadion Dallas, Stadion SoFi menjadi Stadion Los Angeles, dan Stadion Azteca menjadi Stadion Mexico City.
