Latihan Dayung di Tengah Ramadan

Puluhan siswa dari SMPN 3 Kota Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), terus berlatih dayung di Sungai Ngotok selama bulan Ramadan. Mereka memanfaatkan sungai tersebut sebagai arena latihan untuk persiapan perlombaan di Pasuruan. Meski dalam kondisi puasa, latihan tetap dilakukan secara konsisten pada sore hari.

Persiapan Lomba di Pasuruan

Latihan ini bertujuan untuk mempersiapkan para calon atlet yang akan mewakili Kota Mojokerto dalam ajang perlombaan tingkat daerah di Pasuruan. Rizal Warnanda, pelatih dayung Kota Mojokerto, menjelaskan bahwa porsi latihan dikurangi selama Ramadan agar sesuai dengan kondisi fisik siswa yang sedang berpuasa.

“Latihan tetap dilakukan pada sore hari, namun jaraknya dikurangi dari 10 km menjadi 5 km. Program sprint juga disesuaikan, dari 10 kali menjadi 5-7 kali,” ujar Rizal.

Detail Teknis Latihan

Latihan dilakukan setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu, mulai pukul 15.00 WIB dengan durasi 2-3 jam. Para atlet menggunakan perahu latih bantuan KONI Kota Mojokerto dan perahu TBR buatan sendiri. Perahu latih memiliki ukuran 11 meter dengan kapasitas 20 pedayung.

Fokus latihan meliputi endurance (ketahanan), power (kekuatan), dan agility (kelincahan). Untuk kategori rowing, kance, atau kayak, minimal jarak latihan adalah 15 kilometer.

Tantangan Peralatan dan Dukungan Orang Tua

Rizal mengakui bahwa medan di Sungai Ngotok relatif bisa diatasi, namun tantangan terbesar justru datang dari dukungan orang tua. Dayung dianggap sebagai olahraga ekstrem, sehingga beberapa orang tua merasa khawatir.

“Tapi setiap latihan dilengkapi alat pelampung, semakin olahraga ekstrem maka kita semakin safety,” tambah Rizal.

Selain latihan di air, para siswa juga menjalani latihan fisik di darat seperti push up, sit-up, dan pull up. Tes fisik dilakukan sebulan sekali untuk menunjang kemampuan atlet.

Keterbatasan Peralatan

Saat ini, para atlet masih terkendala minimnya peralatan modern. Mereka masih menggunakan dayung kayu yang harganya lebih murah, sekitar Rp 300-500 ribu rupiah. Sementara itu, dayung karbon yang lebih ringan dan kuat harganya mencapai Rp 8-10 juta.

Dukungan Sekolah

Kepala SMPN 3 Kota Mojokerto, Rejo, menyatakan dukungannya terhadap ekstrakurikuler ini sebagai sarana pengembangan bakat siswa. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah terus memotivasi siswa dan menyediakan fasilitas latihan serta pendampingan.

“Tujuan dari ekstrakurikuler ini adalah untuk mengembangkan potensi dan prestasi siswa. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan prestasi dan memberikan nilai tambah bagi pendidikan mereka,” tutup Rejo.

Fasilitas dan Jadwal Latihan

Berikut adalah detail teknis latihan atlet dayung di Sungai Ngotok:

  • Fasilitas: Menggunakan perahu latih bantuan KONI Kota Mojokerto dan perahu TBR buatan sendiri.
  • Kapasitas: Perahu latih berukuran 11 meter dengan kapasitas 20 pedayung.
  • Jarak Latihan Normal: Mencapai 10 kilometer untuk latihan reguler.
  • Jarak Latihan Spesialis: Kategori Rowing, kance, atau kayak minimal menempuh 15 kilometer (km).
  • Fokus Latihan: Meliputi Endurance (ketahanan), Power (kekuatan), dan Agility (kelincahan).
  • Jadwal: Setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu, mulai pukul 15.00 WIB dengan durasi 2-3 jam.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version