Performa Veda Ega Pratama di Sesi Kualifikasi Moto3 Catalunya 2026
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, gagal menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) Moto3 Catalunya 2026 setelah finis di posisi ketujuh pada sesi Q1. Hasil ini membuatnya harus memulai balapan utama dari posisi ke-21, meskipun sepanjang akhir pekan ia menunjukkan peningkatan performa.
Sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Catalunya 2026 berlangsung dengan atmosfer yang sangat panas. Penonton mulai memadati tribun dan membawa atribut tim serta pembalap favorit mereka. Pukul 14.00 WIB, para pembalap Moto3 mulai memasuki lintasan untuk menjalani FP2. Veda Ega Pratama langsung mencoba mencari ritme terbaik sejak lap awal.
Pada catatan waktu pertama, Veda berada di posisi ke-18. Rider muda Indonesia itu tepat berada di belakang rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani. Performa Veda mengalami naik-turun sepanjang sesi FP2. Ia sempat tercecer hingga posisi ke-21, namun juga pernah naik hingga urutan ke-11 sebelum akhirnya menutup sesi di peringkat ke-13.
Saat sesi menyisakan sembilan menit, Veda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 49,000 detik. Catatan itu sempat membuatnya tertahan di posisi ke-22 klasemen sementara. Namun, pembalap asal Indonesia tersebut berhasil memperbaiki waktunya menjelang akhir sesi. Veda menyelesaikan FP2 dengan torehan 1 menit 48,152 detik. Catatan tersebut hanya sedikit lebih lambat dibanding practice sebelumnya yang mencapai 1 menit 48,136 detik. Meski demikian, peningkatan performa masih terlihat jika dibandingkan FP1 yang mencatat waktu 1 menit 50,142 detik.
Adrian Fernandez tampil sebagai pembalap tercepat FP2 Moto3 Catalunya 2026. Rider asal Spanyol itu mencatatkan waktu 1 menit 47,412 detik.
Gagal di Q1, Veda Start dari Posisi ke-21
Harapan Veda Ega Pratama untuk menembus Q2 Moto3 Catalunya 2026 akhirnya pupus di sesi Q1. Rider Honda Team Asia itu gagal masuk empat besar meski sempat memperbaiki catatan waktunya pada flying lap terakhir. Veda menyelesaikan Q1 di posisi ketujuh dengan waktu 1 menit 47,636 detik. Ia terpaut 0,351 detik dari pemuncak sesi, Guido Pini dari Leopard Racing.
Persaingan Q1 berlangsung sangat ketat karena selisih waktu antarpembalap begitu tipis. Bahkan jarak Veda dengan posisi keempat yang menjadi batas lolos Q2 hanya 0,052 detik. Guido Pini menjadi yang tercepat lewat catatan 1 menit 47,285 detik. Posisi kedua ditempati Alvaro Carpe dengan waktu 1 menit 47,382 detik. David Muñoz finis ketiga lewat catatan 1 menit 47,515 detik. Sementara posisi terakhir lolos Q2 direbut Cormac O’Gorman dengan waktu 1 menit 47,584 detik.
Hasil tersebut membuat Veda Ega Pratama harus memulai balapan utama Moto3 Catalunya 2026 dari grid ke-21. Meski gagal lolos ke Q2, peningkatan kecepatan Veda sepanjang sesi tetap menjadi modal positif menghadapi race.
Catalunya Jadi Sirkuit Penuh Rekor di Moto3
Circuit de Barcelona-Catalunya dikenal sebagai salah satu trek legendaris dalam kalender MotoGP dan Moto3. Sirkuit ini kerap melahirkan duel sengit sekaligus rekor-rekor fantastis. Dalam daftar pembalap dengan kemenangan terbanyak di Moto3 Catalunya, nama David Alonso menjadi yang paling dominan. Rider asal Kolombia itu sudah mengoleksi tiga kemenangan di trek tersebut.
Sementara Brad Binder dan Maverick Viñales sama-sama mengoleksi satu kemenangan. Dominasi David Alonso juga terlihat dalam daftar rekor waktu sepanjang masa. David Alonso memegang all time lap record Moto3 Catalunya lewat catatan 1 menit 45,905 detik pada musim 2024. Catatan tersebut juga menjadi rekor pole position terbaik di sirkuit ini.
Untuk kategori best race lap, rekor dipegang Jose Antonio Rueda dengan waktu 1 menit 46,748 detik pada 2024. Sedangkan rekor top speed masih menjadi milik Daniel Holgado dengan kecepatan 255,9 km/jam pada 2023. Tak hanya soal rekor lap, Catalunya juga dikenal sebagai sirkuit yang menguji konsistensi pembalap. Karakter tikungan cepat dan lintasan panjang membuat pembalap harus menjaga ban sekaligus ritme balapan.
Peluang Veda Ega Pratama Masih Terbuka di Balapan
Meski start dari posisi ke-21, peluang Veda Ega Pratama untuk mencuri poin tetap terbuka. Moto3 dikenal sebagai kelas dengan persaingan rapat dan sering menghadirkan perubahan posisi secara dramatis. Peningkatan catatan waktu Veda dari FP1 hingga Q1 menjadi sinyal positif bagi pembalap muda Indonesia tersebut. Selisih waktunya dengan barisan depan juga tidak terlalu jauh.
Jika mampu tampil konsisten dan menghindari insiden di lap awal, Veda masih berpeluang merangsek ke posisi lebih baik. Terlebih, karakter balapan Moto3 kerap menghadirkan slipstream dan grup besar hingga lap terakhir. Balapan Moto3 Catalunya 2026 diprediksi berlangsung sengit dengan banyak pembalap memiliki kecepatan kompetitif. Nama-nama seperti Guido Pini, Adrian Fernandez, hingga David Muñoz dipastikan menjadi ancaman utama di race nanti.
