Musim flu tahun ini terlihat lebih berat dibandingkan sebelumnya, dengan peningkatan tingkat penularan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh munculnya varian baru influenza A jenis H3N2 yang dikenal sebagai subclade K. Varian ini diketahui lebih menular dan mampu mengurangi efektivitas vaksin flu musim ini. Namun, meskipun demikian, vaksin tetap direkomendasikan karena masih mampu melindungi dari gejala berat dan komplikasi serius.

Penyebab Musim Flu yang Lebih Berat

Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), terjadi peningkatan hampir 15 persen hasil tes flu positif dari pekan ke pekan. Selain itu, CDC juga mencatat adanya kematian pada anak akibat flu di awal musim ini. Para ahli memperkirakan bahwa hal ini tidak lepas dari kemunculan varian baru H3N2 subclade K, yang telah memicu lonjakan kasus flu di beberapa negara seperti Jepang, Kanada, dan Inggris.

Efektivitas Vaksin dan Keuntungan Mengambil Vaksin

Meski varian H3N2 subclade K dinilai sangat menular dan mampu menghindari sebagian perlindungan dari vaksin flu musim ini, vaksin tetap menjadi langkah penting untuk mencegah dampak paling parah dari flu. Dr. Robert Hopkins Jr., direktur medis National Foundation for Infectious Diseases, menyatakan bahwa vaksin tahun ini masih memberikan perlindungan penting terhadap gejala berat. Ia menambahkan bahwa vaksin flu saat ini masih cocok melawan strain H1N1 dan influenza B yang juga sedang beredar.

Perbedaan Influenza A dan Influenza B

Influenza A dan B merupakan dua jenis virus flu yang sering menginfeksi manusia. Menurut dr. Stuart Ray, profesor kedokteran dan onkologi dari Johns Hopkins University School of Medicine, influenza A cenderung menyebabkan musim flu yang lebih berat. “Hanya influenza A yang pernah menyebabkan pandemi,” ujarnya. Sementara itu, influenza B umumnya berkembang lebih lambat dan sering menimbulkan gejala yang relatif lebih ringan, meski tetap berisiko menimbulkan penyakit serius.

Durasi Penularan Flu

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah berapa lama flu dapat menular. Menurut para ahli, penderita flu paling menular dalam tiga hingga empat hari pertama sejak terinfeksi. Namun, anak-anak dan orang dengan sistem imun lemah bisa menularkan virus lebih lama. CDC merekomendasikan agar penderita flu tetap berada di rumah hingga demam hilang setidaknya 24 jam tanpa obat penurun panas dan gejala mulai membaik. Bagi mereka yang tidak mengalami demam, disarankan tetap di rumah minimal lima hari sejak gejala muncul.

Cara Flu Menyebar

Flu menyebar melalui droplet pernapasan saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat berpindah melalui tangan atau permukaan benda yang terkontaminasi, lalu masuk ke tubuh saat seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulut. Karena itu, flu dapat menyebar dengan cepat di ruang tertutup atau kerumunan.

Langkah Mencegah Penularan Flu

Jika seseorang mengalami atau mencurigai gejala flu, ada beberapa langkah yang dianjurkan untuk melindungi orang lain. CDC menyarankan agar penderita flu tetap di rumah, memakai masker jika harus berinteraksi dengan orang lain, dan rutin mencuci tangan. Membersihkan permukaan yang sering disentuh dan memperbaiki sirkulasi udara di dalam ruangan juga membantu menekan penyebaran virus.

Pentingnya Waspada di Musim Flu

Para ahli menegaskan bahwa flu bukan sekadar penyakit ringan yang bisa diabaikan. Selain vaksinasi, kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak saat sakit dapat melindungi diri sendiri dan orang sekitar. Di tengah musim flu yang diprediksi lebih berat, kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version