Sosok Perempuan dengan Penampilan Kuntilanak Diamankan Polisi
Winarsih (25), seorang perempuan warga Kecamatan Bancar, diamankan oleh aparat kepolisian di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Penampilannya yang mengenakan pakaian putih dan riasan wajah yang mencolok membuat sebagian warga merasa takut dan resah. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setempat, terutama karena seringnya ia terlihat di kawasan simpang empat Perumahan Grand Harmoni, Dusun Nggirsapi, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.
Penampilan yang Membuat Warga Resah
Winarsih dikenal dengan penampilannya yang menyerupai kuntilanak. Hal ini memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Beberapa warga melaporkan kejadian tersebut kepada polisi karena merasa khawatir akan adanya tindakan kriminal. Akhirnya, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, Winarsih berhasil diamankan oleh petugas kepolisian.
Kapolsek Jenu AKP Darwanto menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan setelah menerima laporan dari warga tentang kemunculan perempuan berpakaian putih yang sering terlihat di kawasan tersebut. “Setelah menerima laporan dari warga, anggota langsung melakukan pengecekan di lapangan. Yang bersangkutan kemudian berhasil diamankan saat berada di rumah salah seorang warga yang selama ini memberinya tempat tinggal,” ujarnya.
Tidak Ada Unsur Tindak Pidana
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya unsur tindak pidana dalam tindakan yang dilakukan Winarsih. “Dari keterangan yang kami peroleh, yang bersangkutan tidak memiliki tujuan kriminal. Kemungkinan hanya iseng,” imbuhnya. Pernyataan ini menepis berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait motif di balik aksi perempuan tersebut.
Polisi menegaskan bahwa kasus ini lebih mengarah pada persoalan sosial dibandingkan tindakan kejahatan. Setelah diamankan, Winarsih tidak diproses secara pidana. Polisi memilih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban untuk penanganan lanjutan melalui jalur sosial.
Penanganan oleh Dinas Sosial
“Kami menyerahkannya kembali kepada Dinas Sosial Kabupaten Tuban untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” bebernya. Darwanto mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinas Sosial Kabupaten Tuban, Winarsih sebelumnya juga pernah beberapa kali mendapatkan penanganan karena dianggap melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum. “Informasi dari Dinas Sosial, yang bersangkutan sudah beberapa kali diserahkan untuk penanganan sosial. Bahkan pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa,” pungkasnya.
Imbauan Polisi untuk Warga
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu maupun spekulasi yang belum terverifikasi ketika menemukan kejadian serupa. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau perangkat desa apabila menemukan aktivitas yang dianggap meresahkan, sehingga dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Langkah pelaporan dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Pocong Jadi-jadian di Kediri
Sebelumnya, juga beredar video viral yang menampilkan sosok pocong berkeliaran di wilayah Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sempat membuat geger warga dan ramai diperbincangkan di media sosial. Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan sosok pocong tersebut hanyalah aksi iseng seorang pelajar saat malam takbiran Idul Adha.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik karena sempat memicu kepanikan warga di tengah maraknya isu kriminalitas yang beredar di media sosial.
Aksi Pelajar yang Berujung pada Klarifikasi
Kapolsek Kandat, Iptu Abdul Aziz, mengatakan pihak kepolisian langsung bergerak melakukan klarifikasi dan penyelidikan setelah video pocong viral tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat. “Setelah dilakukan klarifikasi dan penyelidikan, diketahui bahwa sosok yang mengenakan pakaian menyerupai pocong tersebut merupakan seorang anak di bawah umur yang hanya berniat bercanda, dan menakut-nakuti teman-temannya saat kegiatan takbir,” ujar Iptu Abdul Aziz.
Aksi tersebut terjadi pada Selasa (25/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di salah satu musala di wilayah Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Pelaku diketahui berinisial ASD (15), seorang pelajar asal Kecamatan Kandat. Saat itu, ia membalut tubuhnya menggunakan kain putih hingga menyerupai sosok pocong.
Awalnya, aksi tersebut dilakukan hanya untuk mengerjai teman-temannya yang sedang mengikuti kegiatan malam takbiran. Namun situasi berubah ketika pelaku kemudian diajak berkeliling menggunakan sepeda motor oleh rekannya yang juga masih berstatus pelajar.
Tanpa disadari kedua pelajar itu, aksi pocong keliling tersebut justru memicu kepanikan warga. Apalagi sebelumnya masyarakat ramai membicarakan isu pocong jadi-jadian yang disebut-sebut melakukan tindak kriminal di sejumlah daerah.
Karena merasa takut dan curiga, warga akhirnya mengejar kedua pelajar tersebut sebelum diamankan ke musala untuk dimintai keterangan.
Pengalaman Tak Terlupakan bagi Pelaku
“Keduanya sempat diamankan warga, karena masyarakat merasa takut dan khawatir dengan informasi yang sebelumnya beredar di media sosial,” kata Kapolsek Kandat. Aksi yang awalnya hanya candaan itu akhirnya berubah menjadi pengalaman tak terlikan bagi pelaku. Bukannya viral karena lucu, video tersebut justru membuatnya harus berhadapan dengan warga dan polisi untuk memberikan klarifikasi.
Setelah situasi kondusif, polisi mendatangi rumah pelaku untuk melakukan klarifikasi bersama keluarga dan tokoh masyarakat setempat. Di hadapan warga, kedua pelajar tersebut juga telah meminta maaf karena aksinya menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Pembinaan dan Imbauan kepada Masyarakat
Di satu sisi, aksi para pelajar tersebut memang hanya candaan. Namun di sisi lain, situasi sosial yang sedang sensitif membuat masyarakat lebih mudah curiga terhadap hal-hal yang dianggap tidak wajar. Fenomena ini juga menjadi pengingat pentingnya literasi digital. Informasi viral yang belum jelas kebenarannya sebaiknya tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan tanpa pengecekan fakta terlebih dahulu.
Singkatnya, video pocong viral di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, dipastikan hanya aksi iseng pelajar saat malam takbiran dan bukan bagian dari tindak kriminal seperti yang sempat ramai dibicarakan di media sosial.
