Pengalaman Baru Yuda Adi Sambodo sebagai Kepala Pelatih Smahada

Yuda Adi Sambodo kini menghadapi tantangan baru dalam karier kepelatihan. Sebagai kepala pelatih tim putra SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo (Smahada), ia harus memimpin dari pinggir lapangan dengan tanggung jawab penuh terhadap strategi dan perkembangan tim. Peran ini berbeda dibandingkan sebelumnya, saat ia hanya menjadi asisten pelatih.

Perjalanan Yuda sebagai pelatih dimulai dari SMAN 18 Surabaya. Debutnya sebagai pelatih utama terjadi pada Kamis (13/8/2026) ketika Smahada menghadapi lawan berat tersebut. Meski sempat merasa tegang, Yuda berusaha menikmati proses ini. Baginya, tekanan dalam pertandingan adalah bagian dari proses berkembang sebagai pelatih.

Pertandingan perdana yang dihadiri oleh Yuda berlangsung sangat ketat. Kedua tim saling berbalas angka hingga jeda dengan skor 5-5. Di kuarter ketiga, SMAN 18 Surabaya mencetak enam angka tanpa balasan, membuat Smahada tertinggal. Namun, anak-anak asuhan Yuda perlahan mampu memperkecil jarak. Pada akhir pertandingan, Smahada berhasil memangkas ketertinggalan menjadi 17-15, meskipun akhirnya kalah.

Bagi Yuda, hasil ini tetap memberikan catatan positif. Ia melihat bahwa Smahada mengalami perkembangan dibandingkan musim sebelumnya. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti masalah pelanggaran. Menurutnya, pemain terlalu agresif dalam menjaga lawan dan perlu pembenahan dalam pertahanan.

Latar Belakang Yuda dan Minat Terhadap Basket

Minat Yuda terhadap basket sudah ada sejak duduk di bangku SMA. Ia pernah ikut kompetisi basket tingkat pelajar seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Setelah lulus sekolah, ia memilih jalur lain dengan mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Yuda kemudian ditempatkan di Surabaya dan bekerja sebagai guru olahraga di SMKN 8 Surabaya.

Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, minat Yuda terhadap basket kembali tumbuh. Kali ini, ia tidak lagi sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih. Kesempatan ini datang melalui Yayasan Hang Tuah. Kiprahnya sebagai pelatih di Surabaya dimulai dari SMP Hang Tuah 6 Excellent, lalu bergabung dengan tim SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo sebagai asisten pelatih.

Tantangan dan Komitmen Yuda

Menjadi pelatih di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North bukan hanya tentang mewujudkan impian. Bagi Yuda, kompetisi ini juga menjadi tempat untuk terus berkembang. Ia percaya bahwa seorang guru maupun pelatih harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Di luar lapangan, Yuda harus membagi waktu antara mengajar dan melatih. Pagi hari digunakan untuk tugas sebagai guru olahraga, sedangkan sore hari untuk mendampingi latihan Smahada. Dalam seminggu, ia menjadwalkan latihan dua kali. Para pemain Smahada juga memiliki inisiatif untuk menambah waktu latihan secara mandiri.

Semangat para pemain menjadi salah satu alasan Yuda percaya kepada mereka. Ia melihat keinginan mereka untuk berkembang dan membawa nama baik sekolah sebagai modal penting. Kekalahan dari SMAN 18 Surabaya tidak membuat motivasi Yuda menurun. Justru, hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.

Kompetisi DBL dan Inisiatif Lain

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan berlangsung di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia. Kompetisi ini menjadi bagian dari proses pencarian student-athlete terbaik dari berbagai daerah untuk mengikuti DBL Camp dan memperebutkan tiket menuju DBL Indonesia All-Star.

Selain kompetisi basket, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 yang mengusung tema ‘100 persen Indonesia’. Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Sementara itu, laga final juga tersedia melalui YouTube Good Day ID.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version