Sudah sejak awal tahun, isu bursa transfer MotoGP menjadi sorotan utama. Namun, beberapa waktu lalu muncul kabar mengejutkan yang mengubah dinamika persaingan di ajang balap motor paling bergengsi ini. Salah satu posisi yang sebelumnya dianggap aman kini justru terbuka kembali.
Salah satu kejutan terbesar datang dari perpindahan Ai Ogura dari tim Trackhouse Racing ke tim pabrikan Yamaha. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya, Ogura dianggap sebagai bagian penting dari struktur tim Trackhouse. Performanya yang meningkat pesat dan motor Aprilia RS-GP yang dominan di awal musim membuat posisinya terlihat stabil.
Justin Marks, pemilik tim Trackhouse, sebelumnya menyatakan bahwa mereka ingin membangun keberlanjutan dengan bekerja sama dengan pembalap yang sudah dikenal. “Kami perlu membangun keberlanjutan, memahami dengan siapa kami bekerja, dengan motor apa, dan bertumbuh dari sana,” ujar Marks.
Namun, keputusan Ogura untuk bergabung dengan Yamaha justru mengejutkan, mengingat jalannya kariernya selama ini berada dalam lingkaran Honda. Ogura tumbuh di ekosistem Honda dan sempat menjadi calon pembalap utama untuk tim satelit LCR. Ia juga menjadi andalan Honda Team Asia di kelas Moto2 dan Moto3, bahkan pernah menjadi rekan setim dengan pembalap Indonesia, Andi Farid Izdihar dan Mario Suryo Aji, meskipun di kelas yang berbeda.
Meski begitu, hubungan Ogura dengan Honda akhirnya berakhir pada 2025 ketika ia menerima tawaran dari Trackhouse Racing, yang merupakan tim satelit Aprilia. Ogura secara terbuka mengatakan bahwa ia memilih Aprilia karena motor tersebut lebih kompetitif dibandingkan Honda. “Saya harap semuanya baik-baik saja di antara saya dan Honda. Akan menyenangkan jika bisa mengakhiri karier bersama Honda,” katanya.
Perpindahan Ogura menuju Yamaha membuka ruang bagi pembalap lain yang belum memiliki masa depan pasti di MotoGP. Salah satu yang sering disebut adalah Joan Mir, pembalap Honda yang memiliki hubungan baik dengan manajer tim Trackhouse, Davide Brivio.
Menurut laporan The-Race, Mir masih memiliki peluang untuk tetap bertahan di tim pabrikan jika Honda mempertahankannya. Saat ini, Honda sedang berdiskusi dengan Tech3 sebagai tim satelit kedua. Jika kesepakatan tercapai, ada skenario di mana Mir tetap berada di tim pabrikan bersama Fabio Quartararo, sementara calon rookie David Alonso akan ditempatkan di tim satelit baru.
Selain Mir, Fabio Di Giannantonio dari VR46 juga masuk dalam daftar pertimbangan. Namun, prioritas utama bagi pembalap yang saat ini mengendarai Ducati adalah tetap berada di tim VR46 dengan dukungan penuh dari pabrikan Borgo Panigale.
Opsi lain yang mungkin dilakukan oleh Trackhouse adalah merekrut debutan dari kelas Moto2. Tahun lalu, tim ini pernah memberi kesempatan uji coba kepada Manuel Gonzalez. Kini, sosok ini memimpin klasemen kategori tengah Grand Prix.





