Ringkasan Berita:
- Biaya peluang (opportunity cost) merupakan nilai dari alternatif terbaik kedua yang dikorbankan ketika seseorang mengambil suatu keputusan ekonomi di tengah keterbatasan sumber daya.
- Konsep ini mengajarkan bahwa setiap pilihan yang diambil selalu membawa konsekuensi berupa hilangnya kesempatan lain yang bernilai tinggi.
- Melalui penguasaan materi biaya peluang, peserta didik terlatih berpikir kritis, analitis, serta rasional dalam memperhitungkan risiko pengorbanan sebelum membuat keputusan.
Infomalangraya.net – Biaya peluang (opportunity cost) merupakan salah satu materi berbasis penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS) dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Ekonomi Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka.
Memahami konsep biaya peluang sangat penting agar peserta didik mampu menganalisis pengorbanan yang timbul saat membuat pilihan di tengah kondisi kelangkaan sumber daya.
Berikut disajikan 20 contoh soal HOTS IPS Ekonomi Kelas 10 SMA materi Biaya Peluang beserta kunci jawaban untuk bahan belajar mandiri.
(1) Sarah seorang lulusan sarjana memiliki tiga opsi tawaran kerja:
Opsi A: Bekerja di bank dengan gaji Rp5.500.000,00/bulan
Opsi B: Bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp6.000.000,00/bulan
Opsi C: Bekerja di startup dengan gaji Rp5.000.000,00/bulan
Jika Sarah memutuskan untuk melanjutkan pendidikan jenjang S2, berapa besarnya biaya peluang per bulan yang dikorbankan Sarah?
A. Rp5.000.000,00
B. Rp5.500.000,00
C. Rp6.000.000,00
D. Rp16.500.000,00
E. Rp1.000.000,00
Kunci Jawaban : C. Rp6.000.000,00
(2) Pak Budi memiliki sebidang tanah. Jika disewakan untuk minimarket mendapat Rp40.000.000,00/tahun, untuk kolam pemancingan mendapat Rp35.000.000,00/tahun, dan untuk kelapa sawit mendapat Rp30.000.000,00/tahun. Jika Pak Budi memilih menggunakan tanahnya sendiri untuk kolam pemancingan, berapa biaya peluang Pak Budi?
A. Rp30.000.000,00
B. Rp35.000.000,00
C. Rp40.000.000,00
D. Rp70.000.000,00
E. Rp105.000.000,00
Kunci Jawaban : C. Rp40.000.000,00
(3) Dika memiliki modal Rp100.000.000,00. Jika disimpan di deposito bank mendapat bunga Rp600.000,00/bulan. Jika digunakan untuk membuka toko pakaian diperkirakan mendapat keuntungan Rp1.500.000,00/bulan. Jika Dika memilih membuka toko pakaian, besarnya biaya peluang Dika adalah…
A. Rp600.000,00/bulan
B. Rp1.500.000,00/bulan
C. Rp900.000,00/bulan
D. Rp2.100.000,00/bulan
E. Rp100.000.000,00
Kunci Jawaban : A. Rp600.000,00/bulan
(4) Rina seorang pemilik salon kecantikan. Pendapatan kotor salonnya adalah Rp15.000.000,00/bulan dengan biaya operasional Rp7.000.000,00. Sebelum membuka salon, Rina bekerja sebagai manajer salon lain dengan gaji Rp9.000.000,00/bulan. Berdasarkan analisis ekonomi, keuntungan ekonomi bersih Rina adalah…
A. Untung Rp8.000.000,00
B. Rugi Rp1.000.000,00
C. Untung Rp1.000.000,00
D. Untung Rp15.000.000,00
E. Rugi Rp2.000.000,00
Kunci Jawaban : B. Rugi Rp1.000.000,00
(5) Rangga memiliki waktu luang 2 jam setiap sore yang bisa digunakan untuk bekerja paruh waktu di minimarket (upah Rp30.000,00/jam) atau memberi les privat SD (tarif Rp40.000,00/jam). Jika Rangga memilih belajar kelompok persiapan OSN, besarnya biaya peluang uang yang dikorbankan Rangga selama 2 jam adalah…
A. Rp60.000,00
B. Rp80.000,00
C. Rp140.000,00
D. Rp20.000,00
E. Rp100.000,00
Kunci Jawaban : B. Rp80.000,00
(6) Pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan perbedaan antara biaya sehari-hari (eksplisit) dan biaya peluang (implisit) adalah…
A. Biaya sehari-hari melibatkan transaksi pengeluaran kas nyata, sedangkan biaya peluang berupa potensi keuntungan yang hilang dari alternatif terbaik lain
B. Biaya sehari-hari selalu lebih kecil daripada biaya peluang
C. Biaya peluang dicatat secara resmi oleh akuntan perusahaan
D. Biaya sehari-hari timbul akibat pilihan investasi, biaya peluang timbul dari konsumsi
E. Biaya peluang tidak berkaitan dengan kelangkaan
Kunci Jawaban : A. Biaya sehari-hari melibatkan transaksi pengeluaran kas nyata, sedangkan biaya peluang berupa potensi keuntungan yang hilang dari alternatif terbaik lain
(7) Andi mempunyai modal Rp50.000.000,00 dengan tiga pilihan usaha: warung makan (untung Rp4.000.000,00/bulan), laundry (untung Rp3.500.000,00/bulan), dan cuci motor (untung Rp3.000.000,00/bulan). Jika Andi memilih membuka laundry, berapa besarnya biaya peluang Andi?
A. Rp3.000.000,00/bulan
B. Rp3.500.000,00/bulan
C. Rp4.000.000,00/bulan
D. Rp7.000.000,00/bulan
E. Rp10.500.000,00/bulan
Kunci Jawaban : C. Rp4.000.000,00/bulan
(8) Konsep “There is no such thing as a free lunch” dalam ilmu ekonomi sangat erat kaitannya dengan biaya peluang karena…
A. Semua makanan di restoran harus dibayar tunai
B. Setiap tindakan atau pilihan selalu memerlukan pengorbanan atas kesempatan lain
C. Pemerintah tidak pernah memberikan bantuan secara gratis
D. Harga barang akan selalu naik setiap tahun
E. Kelangkaan hanya terjadi pada bahan pangan
Kunci Jawaban : B. Setiap tindakan atau pilihan selalu memerlukan pengorbanan atas kesempatan lain
(9) Seorang petani memiliki lahan yang dapat ditanami jagung (hasil Rp12 juta), kedelai (hasil Rp10 juta), atau kacang tanah (hasil Rp11 juta). Jika petani memilih menanam kedelai, biaya peluang petani tersebut adalah…
A. Rp10.000.000,00
B. Rp11.000.000,00
C. Rp12.000.000,00
D. Rp23.000.000,00
E. Rp1.000.000,00
Kunci Jawaban : C. Rp12.000.000,00
(10) Pak Herman memiliki tiga pilihan investasi dengan uang pesangonnya: Bisnis A (untung Rp5.000.000,00/bulan), Bisnis B (untung Rp6.500.000,00/bulan), dan Bisnis C (untung Rp6.000.000,00/bulan). Jika Pak Herman memilih Bisnis B, berapakah biaya peluangnya?
A. Rp5.000.000,00/bulan
B. Rp6.000.000,00/bulan
C. Rp6.500.000,00/bulan
D. Rp11.000.000,00/bulan
E. Rp17.500.000,00/bulan
Kunci Jawaban : B. Rp6.000.000,00/bulan
