Dominasi Alumni Akpol 1991 dalam Struktur Kepolisian

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 atau yang dikenal sebagai Bhara Daksa telah menunjukkan dominasi yang signifikan dalam struktur kepemimpinan Polri. Angkatan ini tidak hanya mengisi jabatan-jabatan strategis, tetapi juga menguasai lini komando dari pusat hingga tingkat wilayahan. Dominasi ini semakin kuat menjelang masa pensiun Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Masa Pensiun Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diperkirakan akan memasuki masa pensiun pada Mei 2027. Perhitungan ini didasarkan pada batas usia pensiun anggota Polri yang ditetapkan sebesar 58 tahun. Jenderal Listyo Sigit lahir pada 5 Mei 1969, sehingga ia akan genap berusia 58 tahun pada 5 Mei 2027. Meski demikian, masa dinas perwira tinggi Polri masih bisa diperpanjang hingga 60 tahun dalam kondisi tertentu, tergantung kebutuhan organisasi dan keputusan pimpinan negara.

Namun, posisi Kapolri tidak selalu mengikuti batas usia pensiun. Jabatan ini merupakan posisi strategis yang berada di bawah kewenangan Presiden, sehingga pergantian Kapolri bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu masa pensiun.

Hingga saat ini, Jenderal Listyo Sigit masih aktif menjalankan tugas sebagai Kapolri. Ia memimpin institusi Polri sejak dilantik pada Januari 2021. Sejumlah kebijakan dan mutasi besar masih terus dilakukan, termasuk perombakan jajaran Kapolda pada awal 2026.

Kapolri dan Akar Kekuatan Bhara Daksa

Fenomena dominasi Bhara Daksa tidak lepas dari sosok Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia adalah lulusan Akpol 1991, satu letting dengan para perwira tinggi yang kini menduduki jabatan penting. Di internal Polri, angkatan ini dikenal solid sejak masa taruna. Mereka menjaga komunikasi melalui paguyuban Bhara Daksa, yang bahkan dikomandani oleh Komjen Pol Mohammad Iqbal.

Mutasi Besar Awal 2026

Dominasi Bhara Daksa semakin terlihat dalam mutasi Januari 2026. Kapolri menerbitkan dua Surat Telegram, ST/99/I/KEP./2026 (15 Januari 2026) dan ST/143/I/KEP./2026 (22 Januari 2026), yang menghasilkan mutasi sebanyak 36 Kapolda. Dari jumlah itu, 11 posisi Kapolda kini diisi oleh alumni Akpol 1991. Angka ini cukup signifikan, karena hampir sepertiga kekuatan Polda di Indonesia berada di tangan satu angkatan.

11 Kapolda ‘Geng 91’ dan Jejak Kariernya

Berikut daftar lengkap beserta rekam jejak singkat:

  1. Irjen Pol Marzuki Ali Basyah – Kapolda Aceh

    Perwira tinggi dengan pengalaman panjang di bidang reserse. Kariernya banyak ditempa di wilayah Sumatera. Pernah menangani berbagai kasus kriminal umum hingga kejahatan terorganisir.

  2. Irjen Pol Gatot Tri Suryanta – Kapolda Sumatera Barat

    Dikenal sebagai figur operasional. Berpengalaman dalam pengendalian situasi keamanan daerah. Pernah menjabat sejumlah posisi strategis di Polda Jawa dan Sumatera.

  3. Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar – Kapolda Jambi

    Nama besar di bidang pemberantasan narkoba. Eks pejabat Bareskrim Polri. Terlibat dalam pengungkapan jaringan narkotika internasional.

  4. Irjen Pol Mardiyono – Kapolda Bengkulu

    Berpengalaman di bidang pembinaan dan manajemen kepolisian. Memiliki kemampuan administratif yang kuat. Sering dipercaya membenahi organisasi di tingkat wilayah.

  5. Irjen Pol Daniel Adityajaya – Kapolda Bali

    Berpengalaman di bidang lalu lintas dan operasi kepolisian. Menangani wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi karena pariwisata global. Fokus pada pengamanan event internasional.

  6. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy – Kapolda Kalimantan Utara

    Ahli dalam penanganan wilayah perbatasan. Berkarier lama di Kalimantan. Memiliki pengalaman dalam pengamanan jalur lintas negara.

  7. Irjen Pol Endi Sutendi – Kapolda Sulawesi Tengah

    Memiliki latar belakang intelijen kuat. Terlibat dalam berbagai operasi keamanan nasional. Berpengalaman menangani wilayah dengan potensi konflik.

  8. Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro – Kapolda Sulawesi Selatan

    Figur investigatif dengan pengalaman di Mabes Polri. Pernah menduduki jabatan strategis di bidang penegakan hukum. Dikenal detail dan tegas dalam penanganan perkara.

  9. Irjen Pol Didik Agung Widjanarko – Kapolda Sulawesi Tenggara

    Berpengalaman di bidang SDM Polri. Memiliki kemampuan membangun organisasi. Menangani wilayah kepulauan dengan tantangan geografis kompleks.

  10. Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin – Kapolda Papua

    Putra asli Papua. Berpengalaman panjang di wilayah Indonesia Timur. Fokus pada stabilitas keamanan dan pendekatan kultural.

  11. Brigjen Pol Gatot Haribowo – Kapolda Papua Barat Daya

    Satu-satunya Brigjen dalam daftar. Memimpin provinsi baru hasil pemekaran. Menghadapi tantangan pembangunan sistem keamanan dari awal.

Ring 1 Kapolri Juga Dikuasai Letting 91

Tidak hanya di daerah, posisi elite di Mabes Polri juga didominasi Bhara Daksa. Beberapa nama penting seperti Komjen Pol Wahyu Widada, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, Komjen Pol Syahar Diantono, Komjen Pol Achmad Kartiko, dan Irjen Pol Agus Suryonugroho mengisi posisi strategis. Pengangkatan Komjen Pol Achmad Kartiko menjadi Kalemdiklat menggantikan Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana turut memperkuat dominasi ini.

Pengaruh Hingga Luar Institusi

Kekuatan Bhara Daksa tidak hanya terasa di dalam institusi Polri. Beberapa nama juga dipercaya di luar institusi, seperti Komjen Pol Mohammad Iqbal sebagai Sekjen DPD RI dan Komjen Pol Hendro Pandowo sebagai Irjen Kemenkumham. Ini menunjukkan jejaring alumni 1991 sangat luas.

Kenapa ‘Geng 91’ Begitu Kuat?

Ada sejumlah faktor yang membuat angkatan ini dominan:
– Pertama, pengalaman panjang. Mayoritas sudah melewati berbagai penugasan penting.
– Kedua, soliditas kuat. Hubungan antar anggota terjaga sejak pendidikan.
– Ketiga, kepercayaan pimpinan. Rekam jejak mereka dinilai stabil dan teruji.
– Keempat, regenerasi berjalan rapi. Banyak posisi strategis diisi secara berjenjang.

Hingga 2026, Bhara Daksa menjadi salah satu angkatan paling berpengaruh dalam sejarah Polri. Dengan 11 Kapolda aktif berasal dari satu letting Kapolri, dominasi ini terlihat nyata. Istilah “Geng 91” bukan lagi sekadar julukan internal. Melainkan gambaran kekuatan riil yang menguasai panggung kepemimpinan Polri saat ini, dari daerah hingga pusat kendali.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version