Tiga Agenda Budaya dan Wisata Aceh Terpilih dalam Karisma Event Nusantara 2026
Tiga agenda budaya dan wisata Aceh resmi terpilih masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata ini menjadi ajang pengakuan atas kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh. Dalam daftar tersebut, Aceh Culinary Festival berhasil menembus Top 10 nasional, sementara dua event lainnya yaitu Aceh Ramadhan Festival dan Banda Aceh Colossal Coffee Experience juga mendapatkan tempat.
Program ini bertujuan untuk memperkuat peran event daerah sebagai daya tarik utama pariwisata nasional sekaligus mendorong pemerataan dampak ekonomi. Dengan menghadirkan 125 event terkurasi dari 38 provinsi, KEN 2026 menjadi wadah penting dalam pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Agenda Budaya dan Wisata Aceh yang Masuk KEN 2026
Berikut adalah tiga agenda budaya dan wisata Aceh yang masuk dalam KEN 2026:
-
Aceh Ramadhan Festival
Event ini menjadi momen tahunan yang menampilkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Aceh selama bulan Ramadan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan ekonomi lokal. -
Aceh Culinary Festival
Dengan posisi di jajaran Top 10 nasional, Aceh Culinary Festival menonjolkan keragaman kuliner Aceh yang khas. Event ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk menunjukkan kreativitas mereka. -
Banda Aceh Colossal Coffee Experience
Event ini menekankan pada kopi Aceh sebagai salah satu produk unggulan daerah. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang kolaborasi antara pelaku industri kopi, komunitas lokal, dan pengusaha.
Peran Event dalam Pemulihan Pasca-Bencana
Meskipun capaian ini menjadi pengakuan atas kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh, Kadisbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, menegaskan bahwa penyelenggaraan event tetap ditempatkan dalam perspektif empati. Mengingat Aceh saat ini tengah menghadapi bencana yang berdampak pada sebagian masyarakat.
“Masuknya tiga event Aceh dalam Karisma Event Nusantara 2026, dengan satu event berada di jajaran Top 10 nasional, merupakan pengakuan atas kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh. Namun capaian ini tidak menghilangkan rasa empati kami, karena Aceh saat ini juga tengah menghadapi bencana,” ujar Dedy.
Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan event budaya dan wisata justru dianggap sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan sosial. InsyaAllah, kegiatan nanti menjadi ruang kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan komunitas lokal, sekaligus sarana memperkuat solidaritas dan optimisme untuk bangkit bersama pascabencana.
Komitmen Disbudpar Aceh dalam Menyelenggarakan Event
Disbudpar Aceh berkomitmen memastikan penyelenggaraan event tetap memperhatikan sensitivitas sosial serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi dan pemulihan daerah.
Event yang tergabung dalam KEN 2026 telah melalui proses kurasi ketat dengan indikator meliputi ide dan inovasi, strategi pemasaran dan komunikasi, manajemen kegiatan dan keuangan, serta analisis dampak ekonomi dan sosial.
Program ini juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri pariwisata serta ekonomi kreatif.





