Infomalangraya.net, PADANG –Sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat dirangkum dalam berita populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di Infomalangraya.net.
Pertama, dua siswi SMP negeri di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan tetap mengikuti ujian sekolah meski dalam kondisi hamil.
Bahkan, satu dari dua siswi tersebut kini telah melahirkan, sementara satu lainnya tengah menjalani kehamilan tua.
Kedua, sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Lintas Sumbar-Riau, tepatnya di Jorong Hulu Air, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (3/5/2025) sore.
Satu unit mobil Toyota Rush berwarna putih dengan nomor polisi BA 1954 FY dilaporkan hilang kendali hingga menabrak bongkahan batu besar di pinggir jalan.
Ketiga, kondisi arus lalu lintas di kawasan jalur Lembah Anai, yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi, menjadi perhatian utama bagi para pengendara yang melintas pada hari ini, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan informasi terbaru, pihak kepolisian telah melakukan pemantauan intensif guna memastikan kelancaran arus kendaraan di jalur lintas utama Sumatra Barat tersebut.
Baca selengkapnya berikut ini:
1. Dua Siswi SMP di Padang Pariaman Ikuti Ujian dalam Kondisi Hamil, Satu Sudah Melahirkan
Dua siswi SMP negeri di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan tetap mengikuti ujian sekolah meski dalam kondisi hamil.
Bahkan, satu dari dua siswi tersebut kini telah melahirkan, sementara satu lainnya tengah menjalani kehamilan tua.
Ketua Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Delima Pariaman, Fatmiyetti, membenarkan informasi tersebut.
Ia mengatakan, saat ini kedua pelajar tersebut berada dalam pendampingan pihaknya.
“Betul, dua orang pelajar SMP di Kabupaten Padang Pariaman mengikuti ujian dengan kondisi hamil. Bahkan satu dari mereka telah melahirkan, sementara satu lainnya masih hamil,” ujar Fatmiyetti kepada Infomalangraya.net, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, kedua pelajar tersebut merupakan siswi kelas 3 SMP yang tengah mengikuti ujian akhir.
“Mereka saat ini duduk di kelas 3 SMP. Usianya 14 dan 15 tahun. Setelah ujian ini, mereka akan melanjutkan ke jenjang SMA,” katanya.
Fatmiyetti menegaskan, kedua siswi tersebut merupakan korban kekerasan seksual.
Ia menyebutkan, pelaku dalam kasus ini terdiri dari dua orang, yakni satu orang dewasa dan satu lainnya masih sebaya dengan korban.
Saat ini, kedua pelaku tengah dalam proses hukum.
“Keduanya merupakan korban. Pelakunya satu orang dewasa dan satu lagi seumur dengan korban. Saat ini keduanya sedang diproses pihak berwajib,” jelasnya.
Terkait modus, Fatmiyetti mengungkapkan bahwa salah satu kasus bermula dari perkenalan melalui media sosial, kemudian korban dibawa ke rumah kosong oleh pelaku.
Sementara pada kasus lainnya, pelaku diketahui memiliki hubungan keluarga dengan korban.
“Modusnya ada yang berkenalan di media sosial lalu dibawa ke rumah kosong. Sementara satu korban lainnya memiliki hubungan keluarga dengan pelaku,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendampingi kedua korban agar tetap mendapatkan hak pendidikan mereka.
“Kami akan terus mengawal kasus ini agar korban tetap mendapatkan hak pendidikannya. Kami ingin anak-anak ini bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” tutupnya.
2. Diduga Mengantuk, Toyota Rush Tabrak Bongkahan Batu di Jalur Sumbar-Riau, 5 Orang Luka-luka
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Lintas Sumbar-Riau, tepatnya di Jorong Hulu Air, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (3/5/2025) sore.
Satu unit mobil Toyota Rush berwarna putih dengan nomor polisi BA 1954 FY dilaporkan hilang kendali hingga menabrak bongkahan batu besar di pinggir jalan.
Akibat insiden tersebut, pengemudi dan empat orang penumpang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.
Kapolres Lima Puluh Kota, melalui Kasat Lantas Polres Lima Puluh Kota, Iptu Zarwiko saat dihubungi membenarkan peristiwa nahas tersebut.
Ia menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di jalur yang dikenal cukup padat tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan dan anggota sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian di wilayah Hulu Air, Sarilamak,” ujar Kasat Lantas kepada Infomalangraya.net.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun pihak kepolisian, mobil yang dikemudikan oleh Yurnalis (51) itu datang dari arah Pekanbaru menuju arah Payakumbuh.
Perjalanan yang semula lancar berubah mencekam saat memasuki kawasan Harau.
Diduga kuat, sang sopir mengalami kelelahan yang luar biasa hingga terserang kantuk (microsleep) saat mengemudikan kendaraan.
Hal itu menyebabkan kemudi tidak terkendali saat melintasi jalanan yang lurus.
“Setibanya di lokasi, pengemudi diduga mengantuk sehingga mobil kehilangan kendali (out of control) dan langsung menghantam batu di seberang tepi jalan,” lanjutnya.
Benturan keras tersebut menyebabkan bagian depan mobil Toyota Rush mengalami kerusakan cukup parah.
Suara dentuman yang keras sempat mengejutkan warga sekitar dan pengendara lain yang melintas di jalur Provinsi tersebut.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, seluruh penumpang yang berjumlah lima orang termasuk sopir mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis segera.
Kasat Lantas merinci, pengemudi bernama Yurnalis mengalami luka pada bagian dada.
Sementara itu, seorang penumpang bernama Yuslim (61) dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian tangan sebelah kiri.
“Tiga penumpang lainnya, yakni Dhea Mutia (23), Shivany Tania (24), dan Harlina (59) juga mengalami luka ringan serta trauma. Ada yang mengalami luka lecet di wajah hingga nyeri di bagian perut dan pinggang,” jelasnya.
Seluruh korban diketahui merupakan warga Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Sesaat setelah kejadian, warga sekitar bersama petugas langsung mengevakuasi para korban ke RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh.
Petugas juga telah melakukan pengukuran dan penggambaran sketsa TKP. Kerugian materil akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp7.000.000.
Kondisi jalan di lokasi kejadian sebenarnya cukup mendukung karena aspal yang lurus dan kering, serta pandangan yang bebas.
Atas kejadian ini, Iptu Zarwiko mengimbau kepada seluruh pengendara, terutama yang menempuh perjalanan jauh lintas provinsi, untuk selalu mengutamakan keselamatan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk. Segeralah beristirahat di rest area atau pos polisi terdekat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.
3. Perbaikan Drainase di Lembah Anai, Polisi Terapkan Skema Lalin Situasional
Kondisi arus lalu lintas di kawasan jalur Lembah Anai, yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi, menjadi perhatian utama bagi para pengendara yang melintas pada hari ini, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan informasi terbaru, pihak kepolisian telah melakukan pemantauan intensif guna memastikan kelancaran arus kendaraan di jalur lintas utama Sumatra Barat tersebut.
Kasatlantas Polres Padang Panjang, AKP Pitzen Finot, memberikan konfirmasi mengenai kondisi terkini di lapangan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan.
Perbaikan Jalan
Menurut AKP Pitzen Finot, saat ini terdapat titik pengerjaan jalan yang mengharuskan adanya pengaturan lalu lintas khusus bagi para pengguna jalan.
Pihaknya menjelaskan bahwa skema buka tutup jalan sedang diberlakukan di satu titik tertentu guna mendukung proses teknis di area tersebut.
Adapun alasan diberlakukannya sistem buka tutup ini adalah adanya proyek perbaikan saluran air yang sedang berlangsung di kawasan Lembah Anai.
“Ada satu titik buka tutup jalan karena saat ini sedang dilakukan perbaikan pada saluran air di lokasi tersebut,” ujar AKP Pitzen Finot saat dihubungi pada Minggu (3/5/2026).
Titik pengerjaan ini terpantau berada tepat setelah Jembatan Kembar jika pengendara datang dari arah Bukittinggi menuju arah Kota Padang.
Arus Lalin Ramai Lancar
Meskipun terdapat pengerjaan fisik, AKP Pitzen Finot menegaskan bahwa secara keseluruhan arus lalu lintas terpantau masih dalam kategori ramai namun tetap lancar.
Untuk menjaga ketertiban di lokasi pengerjaan, sejumlah personel kepolisian sudah disiagakan guna mengatur ritme kendaraan yang melintas.
Tidak hanya dari unsur kepolisian, petugas di lapangan juga dibantu oleh sejumlah flagman dari pihak HKI.
AKP Pitzen Finot juga menambahkan bahwa pemberlakuan sistem buka tutup ini bersifat tentatif atau menyesuaikan dengan kondisi volume kendaraan di lapangan.
Artinya, jika terjadi lonjakan arus kendaraan yang cukup signifikan, maka pengerjaan saluran air akan dihentikan sementara waktu demi mendahului kelancaran arus.
“Jika arus sudah terlalu padat, pekerjaan akan dihentikan dan akan dilanjutkan kembali setelah kondisi lalu lintas agak landai,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengendara agar tetap bersabar dan mengikuti instruksi petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama melintasi kawasan Lembah Anai.





