Fenomena “Hujan Pasir” di Balikpapan: Penjelasan dari PT Kilang Pertamina dan BPBD

Sejumlah warga di wilayah Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, mengeluhkan adanya fenomena yang disebut sebagai “hujan pasir”. Fenomena ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait sumber partikel debu yang menempel pada kendaraan, halaman rumah, hingga atap bangunan. Menanggapi laporan tersebut, PT Kilang Pertamina Balikpapan memberikan penjelasan resmi dan menjelaskan langkah-langkah yang sedang dilakukan.

1. Pemeriksaan Sumber Partikel Debu Sedang Berlangsung

VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menyatakan bahwa pihak perusahaan telah menerima laporan dari masyarakat dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber pasti dari partikel debu yang ditemukan di sejumlah wilayah Balikpapan.

Menurut Asep, kondisi ini terjadi di tengah tahapan pengoperasian awal proses pengaliran bahan baku pada unit kilang baru yang merupakan bagian dari Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

“Kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Asep dalam keterangan yang diterima. Ia menambahkan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan, masyarakat setempat, dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

2. Hasil Identifikasi Awal: Material Masih dalam Batas Aman

PT Kilang Pertamina Balikpapan menyatakan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa karakteristik material yang ditemukan masih berada dalam batas aman bagi kesehatan. Perusahaan menegaskan bahwa partikel tersebut tidak menunjukkan tingkat risiko kesehatan yang signifikan berdasarkan pemeriksaan awal yang telah dilakukan.

“Karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan,” jelas Asep. Meski demikian, perusahaan tetap melakukan pemantauan dan kajian lanjutan untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengetahui penyebab pasti munculnya partikel debu tersebut.

3. Komitmen Transparansi dan Jalur Pengaduan Terbuka

Sebagai bentuk transparansi, PT Kilang Pertamina Balikpapan memastikan perkembangan hasil pemantauan dan evaluasi akan terus disampaikan kepada instansi terkait. Perusahaan juga membuka jalur komunikasi melalui pihak kelurahan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pertanyaan, laporan, maupun keluhan terkait fenomena tersebut.

Asep mengatakan langkah ini dilakukan agar koordinasi antara masyarakat dan perusahaan dapat berjalan lebih efektif selama proses pemeriksaan berlangsung. Selain itu, Pertamina berharap masyarakat tetap mendukung penyelesaian Proyek RDMP Balikpapan yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Fenomena Sempat Ramai di Media Sosial

Sebelumnya, sejumlah unggahan warga di media sosial memperlihatkan adanya butiran halus yang menyerupai pasir dan tersebar di beberapa kawasan Balikpapan Tengah serta Balikpapan Utara. Partikel tersebut dilaporkan menempel pada kendaraan, halaman rumah, pagar, hingga atap bangunan. Fenomena ini kemudian memicu kekhawatiran dan berbagai spekulasi mengenai asal-usul material serta dampaknya terhadap kesehatan warga.

Hingga kini, PT Kilang Pertamina Balikpapan masih melakukan identifikasi dan pemantauan lanjutan untuk memastikan sumber partikel debu tersebut sekaligus memberikan informasi resmi kepada masyarakat.

Tanggapan BPBD Balikpapan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memastikan sebaran debu, yang sempat dikeluhkan warga di sekitar kawasan Kilang Pertamina Balikpapan, masih dalam kondisi aman dan belum menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan fenomena serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya saat pihak kilang melakukan kegiatan pembersihan. Namun, pada kejadian terbaru, kondisi cuaca yang disertai hujan membantu meminimalkan dampak penyebaran partikel debu ke lingkungan sekitar.

“Untuk beberapa warga memang ada yang tidak mengetahui saat Kilang Pertamina melakukan pembersihan. Kejadian seperti ini sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Tetapi untuk debunya sendiri, berdasarkan perhatian kami kemarin, situasinya aman,” kata Usman Ali.

Menurutnya, sebaran debu berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dan bertepatan dengan turunnya hujan sehingga partikel yang beterbangan tidak berlangsung lama di udara. “Karena waktunya tidak lama dan kebetulan saat itu turun hujan. Jadi ketika ada debu, situasinya masih aman,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kondisi serupa di lingkungan tempat tinggal mereka. Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT setempat maupun kantor kelurahan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.




Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version