Penutupan Jembatan Mahulu Samarinda untuk Uji Kekuatan Struktur
Jembatan Mahulu di Kota Samarinda akan ditutup total pada hari Rabu, 4 Februari 2026, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari pengujian struktur yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR & PERA) Provinsi Kalimantan Timur. Pengujian meliputi uji beban dinamis dan Non Destructive Test (NDT), yang bertujuan untuk memastikan keamanan konstruksi jembatan.
Hasil uji geometri sebelumnya menunjukkan bahwa jembatan masih dalam kondisi aman. Namun, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kekuatan struktur secara menyeluruh. Penutupan jembatan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan, dengan imbauan bagi kendaraan berat agar tetap berada di pool atau bengkel masing-masing perusahaan. Sementara itu, kendaraan ringan diminta menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Kondisi Jembatan Usai Insiden
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, menjelaskan bahwa berdasarkan uji geometri pasca insiden ketiga pada Minggu (25/1/2026), jembatan masih dinyatakan aman. Uji geometri adalah pemeriksaan bentuk fisik jembatan, termasuk posisi pilar, lantai, dan sambungan ekspansi. “Pilar masih tegak lurus, lantai jembatan masih datar, dan expansion joint tidak berubah,” ujarnya.
Meski hasil uji geometri menunjukkan kondisi stabil, Muhran menegaskan perlunya uji dinamis dan NDT untuk memastikan kekuatan struktur secara menyeluruh. “Kita tetap memerlukan uji dinamis dan NDT itu,” tegasnya.
Pengujian Berulang
Pengujian ini bukan kali pertama dilakukan. Pada Sabtu (17/1/2026), PUPR Kaltim juga melaksanakan uji serupa setelah jembatan ditabrak tongkang. Pemeriksaan berkala dianggap penting mengingat jembatan Mahulu merupakan salah satu jalur vital transportasi di Samarinda yang menanggung beban lalu lintas tinggi, termasuk kendaraan logistik.
3 Fakta Uji Geometri Jembatan Mahulu
- Tahap awal, dilakukan uji geometri. Dari hasil uji geometri, kondisi struktur jembatan masih dalam batas aman untuk dilintasi kendaraan bertonase besar.
- Kendaraan bertonase berat bisa kembali melintas. Berdasarkan hasil uji geometri itulah, pihaknya memutuskan untuk membuka kembali portal yang membatasi lalu lintas kendaraan berat di Jembatan Mahulu.
- Bakal ada uji dinamik. Meski hasil uji geometri menunjukkan kondisi aman, Muhran menegaskan pihaknya tetap akan melaksanakan uji dinamik pada Jembatan Mahulu untuk benar-benar memastikan kekuatan struktur jembatan.
Kejadian Jembatan Mahulu Ditabrak
Minggu (25/1/2026)
Sekitar pukul 06.00 Wita, kapal bernama Lambung Tugboat (TB) Marina 1631 dengan menggandeng tongkang BG Marine Power 3306 bermuatan penuh ratusan ton tampak mendekat ke pilar jembatan. Sampai akhirnya, pilar jembatan di sisi Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang tepatnya di pilar 8 dan 9 terhantam buritan tongkang, serta turut menyentuh fender pelindung Jembatan Mahulu Samarinda.
Minggu (4/1/2026)
Kapal tongkang bermuatan batu bara kembali menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) pada Minggu (4/1/2026) dini hari sekira pukul 01.17 Wita. Insiden kali ini tak hanya jembatan yang terkena benturan tongkang, rumah warga pun ikut terkena dampak.
Selasa (23/12/2025)
Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) harus alami kerusakan pasca ditabrak kapal tongkang bermuatan batubara Selasa (23/12/2025) pukul 05.30 Wita. Tongkang dengan nama lambung M80-1302 ini ditarik Tugboat (TB) KD 2018 dari hulu Sungai Mahakam menuju ke muara nampak membawa ribuan metriks ton batubara. Jajaran Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Samarinda sudah memonitor terkait insiden ini.





