Fakta Menarik dalam Laga Arema FC vs Persijap Jepara
Laga Arema FC melawan Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, pada Senin (2/2/2026) berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Singo Edan. Kemenangan ini memperkuat posisi Arema FC di papan tengah klasemen. Tim yang dilatih oleh Marcos Santos kini berada di urutan ke-11 dengan raihan 24 poin. Berikut adalah tiga fakta menarik dari pertandingan tersebut.
Pergantian Ban Kapten yang Tidak Biasa
Total ada empat pemain Arema FC yang menjadi kapten dalam pertandingan ini. Johan Alfarizi biasanya dipercaya sebagai kapten, tetapi kali ini giliran Julian Guevara yang mengenakan ban kapten sejak awal laga. Di bawah komando Julian Guevara, pertahanan Arema FC tampil solid sepanjang pertandingan.
Ban kapten kemudian beralih ke Arkhan Fikri setelah pemain asal Kolombia itu harus ditarik keluar karena cedera pada menit 53. Tak lama berselang, Arkhan Fikri juga harus ditarik keluar pada menit 72 dan digantikan oleh Jayus Hariono. Ban kapten pun diserahkan kepada Johan Alfarizi, sebagai pemain yang cukup senior di dalam tim.
Namun 10 menit kemudian, tepatnya pada menit 82, giliran Alfarizi yang harus ditarik keluar dan digantikan oleh Iksan Lestaluhu. Lagi-lagi posisi ban kapten kembali berganti. Kali ini, Hansamu Yama Pranata, pemain yang baru saja didatangkan dari Persija Jakarta ini langsung dipercaya sebagai kapten. Padahal, laga menghadapi Persijap Jepara ini menjadi pertandingan debut bagi Hansamu Yama berseragam Arema FC.
Hebatnya lagi, di laga ini ia sukses mencetak satu-satunya gol pada menit 36. Menjadi kapten juga bukan pengalaman baru bagi Hansamu Yama. Saat masih membela timnas di usia muda, Hansamu Yama juga pernah bertindak sebagai kapten tim.
Gol Diciptakan Melalui Kolaborasi 2 Pemain Pinjaman Persija
Proses terjadinya gol dalam laga ini juga cukup unik. Gol tersebut diciptakan melalui kolaborasi dua pemain yang dipinjam Arema FC dari Persija Jakarta, yakni Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata. Rio Fahmi melakukan sepakan dari jarak jauh yang kemudian membentur kaki Hansamu Yama. Bola tersebut kemudian berbelok arah yang membuat kiper Persijap Jepara, Sendri Johansah tak bisa mengadang laju bola.
Alhasil, bola masuk ke jala gawang Persijap Jepara yang mengubah skor menjadi 1-0. Gol tersebut menjadi spesial bagi kedua pemain tersebut. Sebab, laga ini menjadi debut Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata bersama Arema FC.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos pun sampai memuji penampilan gemilang kedua penggawa baru Singo Edan itu. “Rio dan Hansamu bermain bagus dalam pertandingan ini,” kata Marcos usai laga. “Mereka adalah pemain yang hebat. Saya harus berterima kasih dengan mereka,” tambahnya. “Meskipun baru sehari menjalani latihan, tapi mereka mampu menunjukkan kelasnya,” lanjutnya.
Terjadi Keributan Antarpemain Seusai Pertandingan
Di sisi lain, laga kali ini berlangsung dengan tensi tinggi, terutama menjelang akhir pertandingan. Para pemain dari kedua kesebelasan beberapa kali terlibat duel keras di lapangan. Alhasil, wasit sempat mengeluarkan enam kartu kuning, yang masing-masing 4 untuk Arema FC dan 2 bagi Persijap Jepara.
Di awal-awal pertandingan, Julian Guevara sempat terlibat adu mulut dengan pemain belakang Persijap, Jose Luis Espinosa. Lalu setelah pertandingan berakhir, terjadi keributan di bench pemain Arema FC. Kejadian tersebut terjadi saat beberapa pemain kedua kesebelasan dan official tim dari kedua tim melakukan jabat tangan selepas pertandingan berakhir.
Tiba-tiba pemain Persijap Jepara, Borja Herrera terlibat adu mulut dengan Julian Guevara di bench pemain Arema FC. Sontak, kejadian itu memicu para pemain dari kedua kesebelasan melerai kedua pemain tersebut. Sempat terjadi adu mulut dari beberapa pemain yang berseteru. Sebelum akhirnya, keributan tersebut selesai dengan sendirinya, setelah official pelatih dari kedua tim sama-sama melerai para pemain.
Menurut Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, kejadian tersebut merupakan hal biasa yang dilakukan oleh seorang pemain yang memiliki semangat untuk menang. Sebab, dalam pertandingan ini dua gol Persijap Jepara harus dianulir oleh wasit. “Itu biasa, karena pemain memiliki spirit untuk menang,” ungkapnya.
Sementara Pelatih Arema FC Marcos Santos, enggan untuk mengomentari hal tersebut. Ia tidak begitu mengetahui atas insiden yang sedang terjadi. “Waktu itu saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Karena saya menuju ke ruang ganti. Jadi saya tidak bisa berkomentar,” tandasnya.
