Persebaya Surabaya Masuk dalam Perburuan Mariano Peralta
Persebaya Surabaya kini menjadi salah satu klub yang terlibat dalam perburuan pemain Borneo FC, Mariano Peralta, untuk musim depan di bawah era pelatih Bernardo Tavares. Pemain asal Argentina ini mencatatkan 13 gol dan 10 assist dari 26 pertandingan yang ia jalani. Performa impresifnya membuatnya menjadi salah satu komoditas terpanas di Liga Indonesia.
Persebaya akan bersaing dengan dua klub besar lainnya, yaitu Persib Bandung dan Persija Jakarta, dalam memperebutkan tanda tangan sang pemain. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan dampak langsung bagi tim, terutama di sektor sayap.
Ketertarikan Klub-Klub Besar
Persib Bandung dan Persija Jakarta saat ini berada di garis terdepan dalam perburuan Mariano Peralta. Alasan utamanya adalah kontraknya yang mendekati akhir, sehingga membuka peluang transfer bebas. Situasi ini membuat kedua klub bergerak agresif demi mengamankan tanda tangan sang pemain sebelum pesaing lain masuk lebih jauh.
Rumor ketertarikan Persib Bandung sudah muncul sejak paruh musim lalu, namun hingga kini belum terealisasi. Momentum bursa transfer mendatang dianggap sebagai kesempatan emas untuk menuntaskan rencana tersebut.
Dukungan Bobotoh, suporter Persib, sangat terlihat di media sosial dengan harapan besar terhadap duet lini sayap baru. Beberapa komentar viral antara lain: “Musim depan rekrut Peralta + Sidibe, kiri kanan ngeri.”
Di sisi lain, Persija Jakarta tidak tinggal diam dan disebut siap menawarkan paket kontrak yang lebih menggiurkan. Mulai dari gaji tinggi hingga fasilitas lengkap menjadi senjata utama untuk meyakinkan Peralta bergabung ke ibu kota.
Persebaya Surabaya Jadi Opsi Alternatif
Meskipun Persib dan Persija menjadi favorit, Persebaya Surabaya juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Green Force disebut mulai dilirik sebagai opsi alternatif yang realistis, terutama jika terjadi perubahan komposisi pemain asing musim depan.
Nama Peralta muncul seiring kabar ketidakpastian masa depan Bruno Moreira di Persebaya Surabaya. Situasi ini memicu diskusi luas di kalangan Bonek, suporter Persebaya, yang mulai membandingkan potensi keduanya. Beberapa suporter bahkan terang-terangan mendorong manajemen untuk mengambil langkah berani.
”Jika benar Bruno pergi, kemungkinan sosok pemain asing Borneo yang akan menggantikan tempat Bruno Moreira adalah Peralta,” tulis salah satu akun fans.
Persebaya Surabaya dinilai memiliki kebutuhan mendesak di sektor sayap jika kehilangan Bruno. Dengan catatan 13 gol dan 10 assist musim ini, Peralta dianggap sebagai solusi instan yang siap memberikan dampak langsung.
Potensi Peralta di Bursa Transfer
Mariano Peralta saat ini layak disebut sebagai berlian di bursa transfer Liga Indonesia karena konsistensinya dalam dua musim terakhir. Total kontribusi 21 gol dan 23 assist menunjukkan kualitasnya bukan sekadar pemain satu musim.
Musim ini menjadi puncak performanya dengan 13 gol dan 10 assist dari 26 pertandingan. Angka tersebut menjadikannya kandidat kuat pemain terbaik Super League 2025/2026.
Statistik tersebut juga memperlihatkan keseimbangan antara kemampuan mencetak gol dan menciptakan peluang. Peralta bukan hanya finisher, tetapi juga kreator serangan yang efektif.
Ketertarikan tiga klub besar menunjukkan betapa tingginya nilai pasar sang pemain. Persib Bandung ingin memperkuat sayap, Persija Jakarta mencari daya dobrak tambahan, sementara Persebaya Surabaya butuh pengganti ideal.
Persebaya Sebagai Kuda Hitam?
Persebaya Surabaya berpotensi menjadi kuda hitam dalam perburuan Mariano Peralta jika mampu bergerak cepat dan tepat. Faktor kebutuhan tim bisa menjadi keunggulan dibanding rival yang sekadar ingin menambah kedalaman skuad.
Kehadiran pelatih baru seperti Bernardo Tavares juga bisa menjadi daya tarik tambahan. Proyek tim yang jelas sering menjadi pertimbangan utama pemain asing dalam memilih klub.
Selain itu, atmosfer Gelora Bung Tomo dan dukungan Bonek dikenal sebagai salah satu yang paling kuat di Indonesia. Faktor emosional ini kerap menjadi pembeda dalam keputusan pemain.
Namun, tantangan terbesar tetap pada aspek finansial dan kecepatan negosiasi. Persib Bandung dan Persija Jakarta memiliki sumber daya besar yang bisa mengunci transfer lebih cepat.
Jika mampu memanfaatkan momentum, Persebaya Surabaya bisa saja menikung di detik akhir. Bursa transfer selalu penuh kejutan, dan Peralta kini berada di pusat perhatian.
Dengan semua faktor tersebut, keputusan akhir akan sangat menentukan peta kekuatan musim depan. Satu hal yang pasti, perebutan Mariano Peralta akan menjadi salah satu saga transfer paling panas di Liga Indonesia.
