Jakarta – Pagi ini, berbagai berita menarik telah muncul dan menjadi topik perbincangan. Mulai dari isu pengangkatan PPPK paruh waktu yang belum mendapatkan gaji hingga kasus OTT terhadap eks PNS pembuat SK honorer. Berikut beberapa poin penting yang layak untuk diketahui.
Isu Gaji PPPK Paruh Waktu yang Masih Tertunda
Pengangkatan PPPK paruh waktu masih menjadi sorotan utama. Menurut informasi yang diperoleh, gaji PPPK paruh waktu bergantung pada kebijakan pemerintah daerah. Beberapa daerah yang peduli akan memberikan gaji yang layak bagi pegawai tersebut.
Sekretaris Jenderal Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia (PWI), Rini Antika, menyatakan bahwa regulasi pengangkatan PPPK penuh waktu dari para pegawai paruh waktu sangat mendesak. Hal ini karena masa kontrak mereka hanya sampai September 2026.
Beberapa dari mereka bahkan dilaporkan tidak mendapatkan gaji sama sekali atau hanya dalam jumlah nol rupiah. Hal ini memicu keluhan dan tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini.
Proses Peralihan dari Paruh Waktu ke Full Time
Langkah peralihan dari PPPK paruh waktu ke full time telah dimulai. Tahapan awalnya diarahkan kepada PPPK tahap 1. Aliansi R2 R3 Indonesia mendukung langkah pemerintah tersebut.
Menurut Ketua Umum Aliansi Gabungan R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, pengalihan ini dilakukan secara bertahap sesuai informasi yang disampaikan oleh pejabat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Tahapan pertama melibatkan pengangkatan PPPK paruh waktu yang telah lulus seleksi PPPK tahap 1. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan stabilitas bagi para pegawai yang selama ini bekerja dengan status yang belum pasti.
Kasus OTT Eks PNS Pembuat SK Honorer
Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menerima pengaduan dari seorang ASN PNS bernama Syamsuriati yang telah diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dihadiri oleh perwakilan Inspektorat Pemerintah Kabupaten Jeneponto, pendamping hukum pengadu, serta pihak perwakilan Pemprov Sulsel.
Syamsuriati, yang sebelumnya merupakan eks PNS, mengungkapkan detik-detik dirinya terkena OTT. Pengaduan ini menunjukkan adanya dugaan ketidaktransparanan dalam proses pengangkatan honorer dan penyalahgunaan wewenang.
Duet Kiai Said Aqil dan Gus Salam Dianggap Layak Memimpin NU
Nama Kiai Said Aqil dan Abdussalam Shohib atau Gus Salam dianggap pantas memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Said Aqil akan menjabat sebagai Rais Aam, sedangkan Gus Salam akan menjadi Ketua Umum PBNU. Pandangan ini datang dari Mustasyar PBNU 2021-2026, KH Asyhari Abdulah Tamrin, menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Duet ini dinilai memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup untuk memimpin organisasi besar seperti NU.
Kabar Duka: Istri Eks Kapolri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia
Istri mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani yang akrab disapa Eyang Meri, meninggal dunia.
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita mendalam atas kematian Eyang Meri. Ia menyebut keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri.
Megawati juga mengungkapkan kecintaannya terhadap Eyang Meri dengan menyapa dengan sapaan Tante Meri. Kehilangan ini menimbulkan rasa sedih bagi banyak orang, termasuk para tokoh nasional.




