Berita Populer Padang Pada Jumat (27/3/2026)
1. Viral Pungli di Pantai Padang, Lurah: Pelaku Asal Pekanbaru
Lurah Lolong Belanti, Adisman, mengungkapkan bahwa terduga pelaku pungutan liar (pungli) yang viral di media sosial bukanlah warga lokal, melainkan berasal dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Setelah video dugaan pungli tersebut menyebar, tim gabungan yang terdiri dari Dishub, Polsek Padang Barat, lurah, camat, RT, dan stakeholder terkait berhasil mengamankan terduga pelaku pada Jumat (27/3/2026). Aksi dugaan pungli dilakukan oleh terduga pelaku di jembatan kawasan Pantai Padang, belakang Hotel Pangeran, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pada Kamis (26/3/2026) kemarin.
Setelah diamankan, terduga pelaku diinterogasi di TKP dan diketahui memiliki inisial Z (27), warga Pekanbaru. Ia tinggal di Flamboyan Baru, tepatnya di emperan salah satu masjid. Z datang dari Pekanbaru ke Kota Padang untuk mengamen di jalanan. Namun, karena terjatuh dan kakinya terluka cukup parah, ia kesulitan ekonomi dan nekat meminta uang kepada pengunjung di kawasan Pantai Padang untuk membeli makanan.
“Kondisi ekonomi pelaku menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakannya,” ujar Adisman.
Selama ini, lokasi terduga pelaku pungli berada di dua kecamatan, yakni Padang Utara dan Padang Barat. Sehingga secara tidak langsung, berbagai pihak terkait membentuk tim gabungan untuk mencari hingga mengamankan terduga pelaku. “Barulah hari ini kita interogasi, dan ia mengakui perbuatannya didasarkan ekonomi, karena ingin beli makan,” tambahnya.
Oknum Pelaku Pungli di Pantai Padang Dipromosikan Jadi Juru Parkir Resmi
Selengkapnya
DI SINI
2. Pria Misterius Tewas di Depan Museum Adityawarman Padang
Penemuan seorang pria tanpa identitas (Mr X) yang tergeletak di trotoar depan Museum Adityawarman, Jalan Diponegoro, Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (27/3/2026) pagi, menggegerkan warga sekitar.
Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh masyarakat yang melihat korban dalam kondisi terbaring di lokasi. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Padang Barat langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Personel piket yang dipimpin langsung oleh perwira pengawas segera tiba di lokasi untuk memastikan kondisi korban serta melakukan langkah-langkah awal kepolisian. Saat petugas sampai di TKP, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi terlentang di atas trotoar yang berada tepat di depan kawasan Museum Adityawarman.
Guna kepentingan penyelidikan, petugas kemudian melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian agar situasi tetap kondusif. Selanjutnya, olah TKP dilakukan bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Padang untuk mengumpulkan data dan fakta yang diperlukan dalam mengungkap peristiwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, petugas menemukan adanya luka gores pada bagian siku kiri serta dahi sebelah kiri korban. Selain itu, di sekitar lokasi penemuan juga ditemukan sejumlah barang, yakni satu kaleng bekas susu dan satu botol air mineral.
Selengkapnya
DI SINI
3. Curhat Pengendara Terjebak Macet di Sitinjau Lauik
Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang yang mengalami macet parah pada Jumat (27/3/2026) siang. Antrean kendaraan roda empat terpantau sudah mengular panjang mulai dari gerbang selamat datang Kota Padang sejak pukul 11.30 WIB.
Para pengemudi mobil yang melintasi Sitinjau Lauik terpaksa harus bersabar ekstra karena kendaraan nyaris tidak bergerak. Salah satu pengendara mobil, Farhan, mengaku terjebak dalam barisan panjang tanpa ruang untuk menghindar. “Kurang lebih sudah 20 menit saya terjebak macet di Sitinjau Lauik ini, bahkan sebelum sampai di Panorama 2. Benar-benar harus sabar menunggu,” ungkap Farhan dengan nada mengeluh.
Kemacetan ini didominasi oleh kendaraan yang datang dari arah Solok menuju pusat Kota Padang, maupun arah sebaliknya yang juga mulai padat merayap. Kondisi arus lalin yang tersendat ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang melintas di akhir pekan, ditambah adanya sejumlah kendala teknis di badan jalan.
Penyebab utama melambatnya laju kendaraan menuju arah Panorama 2 adalah adanya sejumlah minibus yang mengalami kerusakan atau mogok di pinggir jalan. Tak hanya minibus, sebuah truk besar berwarna hijau dikabarkan mengalami kerusakan tepat di tengah jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain.
Laju kendaraan benar-benar tersendat karena truk hijau itu posisinya di tengah. Jadi mobil harus bergantian lewat. Volume kendaraan yang sangat padat dari kedua arah memperparah keadaan, mengingat jalur ini memiliki tikungan tajam dan tanjakan yang ekstrem.
Berbeda dengan kondisi di Panorama 2, arus lalu lintas di kawasan Panorama 1 terpantau sedikit lebih terkendali dan berjalan agak lancar. Meski demikian, pengendara tetap harus bersabar dan mengantre sejenak untuk memberikan kesempatan bagi kendaraan besar yang sedang menanjak.
Selengkapnya
DI SINI
4. Tiga Rumah di Tabing Banda Gadang Hangus Terbakar
Sebanyak lima unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang melalap tiga petak rumah hunian di Jalan Tabing Bandar Gadang, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Jumat (27/3/2026) sore.
Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di kawasan Tabiang Banda Gadang, pada pukul 15.28 WIB. Sebanyak tiga petak rumah hunian dilaporkan hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menyebut sebanyak lima armada dikerahkan ke lokasi kejadian. “Sebanyak lima unit mobil pemadam dengan total 80 personel diterjunkan ke lokasi untuk membantu pemadaman,” kata Rinaldi.
Untuk proses pemadaman tidak ada kendala yang berarti, hanya lokasi kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk. “Kemudian akses jalan menuju lokasi kejadian kebakaran juga sempit,” ujarnya.
Kronologi dan Penanganan Selengkapnya
DI SINI
5. Ujian Berat Semen Padang FC Jamu Persib Bandung
Semen Padang FC akan menghadapi Persib Bandung dalam jadwal BRI Super League pekan 26 yang berlangsung di Stadion H Agus Salim, Padang pada Minggu (5/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan Semen Padang FC vs Persib Bandung pada jadwal BRI Super League pekan 26 menjadi laga penting bagi Semen Padang FC yang sedang berusaha keluar dari zona degradasi di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Saat ini Semen Padang FC berada di peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 20 poin. Posisi tersebut membuat Semen Padang FC harus memaksimalkan setiap pertandingan tersisa, termasuk laga kandang menghadapi Persib Bandung.
Duel Semen Padang FC vs Persib Bandung mempertemukan tim papan bawah dengan tim yang berada di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Kompetisi BRI Super League 2025/2026 pekan ke-26 dimulai sejak Minggu (15/3/2026) dan berlangsung hingga Senin (6/4/2026). Dua pertandingan pembuka sudah berlangsung pada 15 Maret 2026. Persija Jakarta bermain imbang 1-1 melawan Dewa United di Jakarta International Stadium. Pada hari yang sama, Borneo FC Samarinda juga bermain imbang 1-1 melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda.
Setelah dua pertandingan tersebut, kompetisi sempat berhenti karena jeda libur Lebaran. Laga pekan ke-26 kembali dilanjutkan mulai 3 April 2026. Arema FC dijadwalkan menghadapi Malut United di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pada hari yang sama, Dewa United juga akan menghadapi PSIM Jogja di Banten International Stadium.
Selengkapnya
DI SINI





