Kakek Firdaus Ditemukan Meninggal Setelah Hilang di Makkah
Kakek Firdaus, seorang jemaah haji asal Jakarta, ditemukan meninggal dunia setelah menghilang di kawasan Makkah, Arab Saudi. Peristiwa ini menimpa Muhammad Firdaus Ahlan yang berusia 73 tahun dan tergabung dalam kloter JKG 27 rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol.
Kehilangan Kakek Firdaus
Pada Jumat (15/5/2026), Kakek Firdaus meninggalkan hotel tempatnya menginap di sektor 9 Misfalah, Makkah. Ia tidak membawa identitas apa pun, termasuk ponsel, kartu Nusuk, atau tas selempang. Hanya gelang haji yang ia bawa. Saat itu, ia terlihat keluar sendirian dan bertanya arah ke masjid.
Istri Firdaus, Nafsiah Nawan (63), mengungkapkan bahwa ia melihat suaminya untuk terakhir kalinya pada pagi hari. Firdaus memintanya menyiapkan keperluan salat Jumat. Setelah menyiapkan koko putih dan sarung kotak-kotak warna hitam, Nafsiah kembali ke kamarnya sendiri. Sejak saat itu, ia tidak lagi melihat Firdaus.
Pencarian Intensif oleh Pihak Berwenang
Setelah laporan kehilangan diterima, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) segera mengerahkan tim pencari. Tim satu melakukan penyisiran ke sejumlah tempat, termasuk hotel dan area Masjidil Haram. Tim kedua menyisir jalan-jalan untuk membantu pencarian. Selain itu, tim perlindungan jemaah (linjam) dari Madinah juga dikerahkan untuk mencari hingga ke rumah sakit baik di Makkah maupun luar kota.
Kemenhaj juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian Arab Saudi. Mereka membuat laporan kepolisian serta memberikan pendampingan penuh kepada istri almarhum selama proses pencarian berlangsung.
Jenazah Ditemukan di Kawasan Jabal Kudai
Setelah dilakukan pencarian intensif, Kakek Firdaus ditemukan meninggal dunia pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi di kawasan Jabal Kudai, berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari area pemondokan mendiang. Jenazah ditemukan oleh tentara Arab Saudi atau Askar yang sedang melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.
Menurut dokumen forensik, jenazah memiliki ciri-ciri seperti Kakek Firdaus. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Diduga, almarhum kelelahan akibat cuaca panas ekstrem lalu terjatuh di area perbukitan. Berdasarkan kondisi jenazah, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.
Sarung hitam, baju koko putih, dan gelang identitas masih melekat dan utuh. Situasi panas membuat kondisi jenazah mengalami perubahan warna, tapi masih utuh dan dapat dikenali.
Proses Pemakaman di Makkah
Jenazah Kakek Firdaus rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum di Kota Makkah setelah seluruh proses administrasi dari kepolisian dan KJRI selesai dilakukan. Meski almarhum tidak membawa kartu Nusuk, gelang identitas masih melekat sehingga memudahkan proses identifikasi oleh aparat Arab Saudi dan petugas haji Indonesia.
Pemerintah Siapkan Badal Haji
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhum. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.
Imbauan untuk Jemaah Haji
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, meminta jemaah haji Indonesia tidak melakukan perjalanan mandiri tanpa berkoordinasi dengan petugas menjelang pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini penting menyusul meningkatnya mobilitas jemaah menjelang puncak ibadah haji.
Ichsan mengimbau jemaah untuk tidak melakukan perjalanan mandiri tanpa koordinasi dengan petugas. Setiap pergerakan menuju Armuzna harus mengikuti skema yang telah ditetapkan demi menjaga ketertiban, keselamatan, dan kelancaran layanan bersama.
Selain itu, jemaah dan petugas diminta saling memperhatikan satu sama lain, terutama jika melihat ada jemaah berjalan atau keluar sendirian. Jika tidak jelas, antarkan dan laporkan ke petugas terdekat.
