Fakta Menarik tentang Celurut Rumah

Celurut rumah atau Suncus murinus adalah hewan kecil yang sering ditemukan di lingkungan perkotaan. Meskipun tidak berbahaya, kehadirannya sering kali membuat orang merasa terganggu. Namun, sebenarnya celurut rumah memiliki peran penting dalam ekosistem, termasuk sebagai pembasmi hama alami. Berikut beberapa fakta menarik tentang hewan ini.

1. Memiliki Gigi Tajam untuk Makan dan Pertahanan Diri

Celurut rumah memiliki gigi yang sangat tajam, terdiri atas taring panjang dan tajam. Gigi ini digunakan untuk dua fungsi utama: makan dan pertahanan diri. Saat mencari makan, celurut rumah bisa menembus kulit atau eksoskeleton serangga yang tebal dan kuat. Sementara itu, saat merasa terancam, hewan ini akan menggigit. Meski gigitannya tidak beracun, namun cukup menyakitkan dan bisa melukai kulit manusia.

2. Spesies Invasif yang Menyebar ke Afrika

Awalnya, wilayah penyebaran alami celurut rumah adalah Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Namun, kini spesies ini sudah menyebar hingga ke Afrika dan Madagaskar. Di sana, celurut rumah dianggap sebagai spesies invasif yang merugikan. Ia menjadi penyebab menurunnya populasi reptil dan serangga di daerah introduksinya. Selain itu, celurut rumah juga menjadi hama tanaman, terutama di perkebunan. Hewan ini juga bisa menjadi pembawa penyakit dan patogen berbahaya bagi hewan liar. Berbagai upaya pemusnahan dan pencegahan telah dilakukan, tetapi hewan ini sulit dihilangkan karena reproduksi yang cepat.

3. Ketahanan Terhadap Kelaparan

Celurut rumah memiliki ketahanan tinggi terhadap kelaparan. Artinya, hewan ini bisa bertahan lama tanpa makanan. Umumnya, celurut rumah aktif pada malam hari dan lebih suka bersembunyi di dalam lubang saat siang hari untuk menghindari cuaca panas. Hewan ini bisa berkawin dan bereproduksi kapan saja, tanpa memperhatikan musim. Seekor betina bisa melahirkan hingga tiga ekor bayi, dengan masa kehamilan hanya satu bulan. Setelah lahir, anak-anak celurut rumah akan dibawa ke sarang yang dibuat oleh induknya. Anakan bisa bereproduksi setelah mencapai usia satu tahun.

4. Sering Bergerak di Pinggiran Rumah

Celurut rumah hidup di berbagai habitat, mulai dari area lembap, semak-semak, savana, hutan, ladang, hingga pemukiman. Hewan ini memiliki gerakan gesit dan lincah, sehingga bisa masuk ke area sempit untuk bersembunyi. Seperti namanya, celurut rumah sering masuk ke dalam rumah. Ia biasanya berjalan di pinggiran rumah atau dinding, sambil mengeluarkan suara khas yang mirip dengan bunyi uang koin yang saling bertabrakan. Jika merasa terancam, celurut rumah akan menjerit dengan keras.

5. Berperan sebagai Pembasmi Hama

Celurut rumah merupakan omnivor yang makanannya mencakup hewan kecil dan serangga. Sekitar 80 persen makanannya terdiri atas mamalia kecil dan serangga, sedangkan 20 persen lainnya adalah tanaman, sisa-sisa makanan manusia, atau jamur. Metabolismenya yang cepat membuat hewan ini rakus. Meskipun terlihat aneh dan menjijikan, celurut rumah justru berguna bagi manusia karena membantu membasmi hama serangga yang merugikan, seperti belalang, kecoak, kutu, atau kumbang berbau tidak sedap. Sayangnya, celurut rumah sering dikira sebagai tikus, sehingga banyak yang dibunuh oleh manusia.

Kesimpulan

Celurut rumah mungkin terlihat mengganggu, tapi ternyata memiliki peran penting dalam ekosistem. Dengan memahami fakta-fakta ini, kita bisa lebih bijak dalam menghadapi hewan kecil yang sering muncul di lingkungan sekitar kita. Dalam hal ini, celurut rumah bukan hanya berkelana di area pemukiman, tetapi juga memiliki peran tersendiri dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami lingkungan dan tidak salah sasaran saat membasmi hewan yang dianggap mengganggu.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version