Awal Mula Kontroversi yang Menghebohkan Media Sosial

Seorang perempuan bernama Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan di media sosial setelah video pernyataannya mengenai kebanggaan atas kewarganegaraan anaknya sebagai warga negara asing (WNA) viral. Tyas, yang merupakan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk program S2 Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda, menimbulkan reaksi keras dari masyarakat.

Dalam video tersebut, Tyas tampak membuka paket berisi paspor dan dokumen kewarganegaraan yang menunjukkan bahwa anak keduanya telah resmi menjadi warga negara Inggris. Namun yang membuat heboh adalah pernyataannya yang dinilai kontroversial. “Aku tahu dunia terlihat gak adil. Tapi cukup aku saja yang WNI (warga negara Indonesia), anak-anakku jangan! Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA,” ucap dia dalam video yang kini telah dihapus.

Pernyataan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap Tyas yang dianggap arogan saat menanggapi kritik di kolom komentar. Seorang warganet bahkan berkomentar, “Minta maaf aja ngapasih kebanyakan alasan. Udah pakai duit negara untuk kepentingan diri sendiri,” tulisnya. Tyas pun merespons dengan nada tinggi, “Bagian mana saya pakai uang rakyat untuk kepentingan pribadi? Kalau gak ada bukti namanya fitnah. Udah saya data orang-orang yang fitnah ini, nama kamu mau dimasukin juga?” balas Tyas.

Keluarga Tyas Diperiksa Lebih Jauh

Perbincangan semakin meluas ketika warganet menemukan video lama Tyas yang mengaku berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. “Kami berdua tidak datang dari latar belakang keluarga dengan privilege punya banyak uang, tapi kami sangat beruntung,” ujarnya dalam video tersebut. Pernyataan itu justru memicu warganet untuk mengulik lebih dalam latar belakang keluarga Tyas.

Hasil penelusuran warganet mengungkap fakta bahwa ayah dari suaminya Arya Iwantoro, ternyata adalah Syukur Iwantoro, yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Diketahui, Syukur pernah diperiksa sebagai saksi untuk empat tersangka terkait kasus suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian pada Kamis, 28 Februari 2013.

Suami Tyas Terbukti Alumni LPDP yang Masih Menjadi Perbincangan

Tak berhenti di situ, publik juga mendapati bahwa suami Tyas tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP. Arya diketahui menempuh pendidikan S2 hingga program doktoral di Utrecht University, Belanda, melalui beasiswa LPDP pada periode 2014-2016 dan dilanjutkan 2017-2022. Salah satu influencer terkenal Bima Yudho turut menyoroti hal ini dalam unggahannya. Dia mengatakan, meskipun aturan LPDP memperbolehkan alumni bekerja di luar negeri, Arya diduga telah melampaui batas waktu yang ditentukan. “Dia malah melanjutkan kontrak menjadi senior research consultant, kabur ni dia,” ucap Bima.

LPDP Angkat Bicara tentang Kasus Suami Tyas

Menanggapi polemik yang semakin memanas, LPDP akhirnya angkat bicara melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya pada Sabtu (21/2/2026). Dalam keterangan tersebut, LPDP menegaskan bahwa Tyas telah menyelesaikan masa pengabdiannya dan komunikasi tetap berjalan baik. Namun untuk suaminya, LPDP akan melakukan pendalaman secara internal. “LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi,” jelas LPDP dalam pernyataannya.

Permintaan Maaf Tyas Tak Menyinggung Isu Suaminya

Di tengah tekanan publik, Tyas akhirnya mengunggah surat permohonan maaf di akun media sosialnya. Dia menyesali pernyataannya yang dianggap melukai perasaan banyak orang terkait identitas kebangsaan. “Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama,” tulis Tyas. Menariknya, dalam surat permintaan maaf tersebut, Tyas sama sekali tidak menyinggung permasalahan suaminya yang diduga belum memenuhi kewajiban pengabdian sebagai alumni LPDP.

Hingga berita ini diturunkan, suami Tyas belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran kontrak beasiswa tersebut.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version