Kasus Gagalnya Samarinda Half Marathon 2026 Memasuki Tahap Baru

Kasus gagalnya penyelenggaraan Samarinda Half Marathon (SHM) 2026 kini memasuki babak baru setelah dua terduga panitia berinisial NO dan AW menjalani pemeriksaan di Polresta Samarinda. Perkembangan ini menarik perhatian publik, terutama para peserta yang mengaku merasa dirugikan akibat pembatalan acara yang sebelumnya telah mereka bayar.

Beberapa peserta korban juga hadir untuk memantau proses pemeriksaan. Mereka mengungkapkan kekecewaan atas tidak adanya pemberitahuan resmi dari pihak penyelenggara. Berikut adalah beberapa fakta terkait kasus ini:

Dua Terduga Panitia Jalani Pemeriksaan di Polresta Samarinda

Dua orang yang diduga sebagai panitia penyelenggara SHM, yaitu NO (32) dan AW (36), datang ke Mapolresta Samarinda pada Selasa (23/6/2026) malam sekitar pukul 21.32 WITA. Mereka ditemani oleh tim kuasa hukum dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Samarinda. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengumpulkan keterangan terkait batalnya pelaksanaan event yang sedianya digelar pada 20 Juni 2026. Hingga saat ini, status hukum keduanya masih dalam tahap pendalaman.

Peserta Korban Ikut Datang ke Kantor Polisi

Kedatangan NO dan AW di kantor polisi bertepatan dengan hadirnya sejumlah peserta yang mengaku menjadi korban. Para peserta tersebut sebelumnya membuat laporan resmi ke Polresta Samarinda pada Jumat (19/6/2026), sehari sebelum jadwal pelaksanaan lomba. Salah satu peserta, Dani (30), mengatakan bahwa ia sengaja datang ke kantor polisi setelah mengetahui dari media sosial bahwa pihak panitia yang diduga bertanggung jawab telah berada di Polresta Samarinda.

Peserta Sudah Mendaftar Sejak Desember 2025

Dani mengungkapkan bahwa dirinya bersama tujuh rekannya telah mendaftar Samarinda Half Marathon sejak 17 Desember 2025. Mereka memilih kategori 21 kilometer (Half Marathon) dengan biaya registrasi sebesar Rp360 ribu per peserta. Saat hari Jumat (19/6/2026), mereka diminta untuk mengambil race pack di Taman Bebaya, Jalan Slamet Riyadi. Di sana, mereka menemukan kepanitiaan sudah tidak ada. “Saya pikir ribut biasa, ternyata tenda dan kepanitiaan sudah tidak ada. Mereka hilang begitu saja tanpa ada konfirmasi,” ujarnya.

Diduga Ada Sekitar 1.900 Peserta yang Mendaftar

Banyak peserta merasa dirugikan karena tidak ada pemberitahuan resmi terkait pembatalan kegiatan. Belasan peserta langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian pada malam menjelang pelaksanaan acara. Dani menyebutkan bahwa ada sekitar 18 orang dari berbagai daerah yang langsung melapor ke Polresta Samarinda. Banyak peserta dari luar daerah seperti Tenggarong, Palu, Jakarta, sampai Morowali sudah telanjur datang. Menurut data di media sosial, jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 1.900 orang.

Kuasa Hukum Sebut Kliennya Sempat Ketakutan

Kuasa hukum kedua terduga panitia, Tino Heidel Lampulembang, menegaskan bahwa kehadiran kliennya merupakan bentuk sikap kooperatif untuk memenuhi panggilan penyidik. Ia menyebutkan bahwa setelah kasus viral, kedua kliennya mengalami tekanan psikologis akibat banyaknya protes dari peserta yang merasa dirugikan. “Mereka saat itu sudah ketakutan (keluar rumah), makanya baru sekarang mendatangi Polresta Samarinda. Apalagi kondisi klien kami, NO, saat ini sedang dalam keadaan hamil,” katanya. Setelah situasi dirasa mulai tenang, barulah keduanya diamankan untuk memberikan keterangan kepada kepolisian.

Polisi Masih Dalami Kasus

Saat ini, Satreskrim Polresta Samarinda masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Samarinda Half Marathon 2026. Penyidik terus mengumpulkan keterangan dari peserta, panitia, serta dokumen pendukung untuk mengungkap penyebab pasti gagalnya event tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan jumlah peserta yang besar dan menimbulkan kerugian bagi pelari yang telah membayar biaya pendaftaran serta datang dari berbagai daerah untuk mengikuti perlombaan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version