Tragedi KD: Duka yang Menyentuh Hati dan Pertanyaan yang Muncul
Kehilangan seorang ayah adalah duka yang sangat berat. Bagi keluarga KD, pria asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, kehilangan sosok ayah itu terasa lebih menyakitkan lagi setelah KD tewas akibat pengeroyokan massa. Kejadian ini terjadi setelah KD diduga mencuri seekor ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Berikut lima fakta penting yang muncul dari peristiwa tersebut.
1. Tangisan Anak Korban Saat Dimandikan
Saat jenazah KD dimandikan oleh keluarga dan warga, suasana haru menggambarkan rasa sedih yang mendalam. Salah satu anak perempuan korban terus menangis sambil memanggil ayahnya dengan suara lirih.
“Bapak…bapaak…bapaak…!”
Jeritan itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan anak tersebut. Di usia yang masih belia, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan sosok ayahnya.
2. KD Tinggalkan Tiga Orang Anak
Perbekel Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan bahwa KD meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA, sedangkan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.
Sutama merasa kesedihan semakin bertambah ketika melihat anak-anak korban menangis kehilangan ayah mereka. Ia juga menekankan bahwa keluarga korban sedang berusaha untuk menerima kepergian KD sebagai musibah.
3. Keluarga Memilih Mengikhlaskan Kehilangan
Di tengah suasana duka, keluarga KD disebut memilih menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak berniat melaporkan balik dugaan pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal dunia.
“Orangnya sudah meninggal. Saya sampaikan kepada keluarga agar mengikhlaskan kepergiannya. Soal yang terjadi, biarlah menjadi urusan hukum dan Tuhan yang memberikan jalan terbaik,” ujar Sutama.
Sementara itu, Kapolsek Baturiti Kompol Nyoman Darsana membenarkan bahwa hingga saat ini, pihak keluarga belum membuat laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut.
4. Polisi Mengusut Dua Dugaan Tindak Pidana
Meski keluarga belum membuat laporan, aparat kepolisian tetap menangani kasus tersebut. Polsek Baturiti bersama Polres Tabanan mengusut dua dugaan tindak pidana sekaligus, yakni dugaan pencurian ayam aduan dan dugaan pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menjelaskan bahwa personel menerima laporan sekitar pukul 02.00 Wita dan langsung menuju lokasi kejadian. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati terduga pelaku telah meninggal dunia.
5. Awal Peristiwa dari Dugaan Pencurian Ayam Aduan
Peristiwa bermula pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 Wita. KD diduga tertangkap tangan saat mencuri seekor ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja (31), warga Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.
Aksi tersebut memicu kemarahan warga karena kawasan itu belakangan sering dilanda kasus kehilangan ayam aduan. Warga yang mengetahui adanya dugaan pencurian kemudian berdatangan ke lokasi dan mengeroyok KD hingga meninggal dunia di tempat. Massa juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan KD saat menjalankan aksinya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan sejumlah barang bukti, serta melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk dugaan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan KD kehilangan nyawanya.
