Mengenal Lima Jenis Kepribadian Finansial yang Penting Dipahami
Kita telah banyak mengetahui berbagai tipe kepribadian, mulai dari 16 tipe kepribadian berdasarkan MBTI hingga love language. Mengetahui tipe kepribadian dapat membantu kita dalam memahami diri sendiri dan orang lain. Terutama dalam hubungan percintaan, penting untuk memahami kepribadian dan bahasa cinta pasangan agar hubungan bisa berjalan harmonis.
Namun, tahukah kamu bahwa ada satu lagi jenis kepribadian yang juga penting untuk diketahui? Yaitu kepribadian finansial atau yang lebih dikenal dengan istilah money language. Ini adalah cara seseorang berpikir, bertindak, dan mengelola uang mereka. Memahami money language pasangan sangat penting karena masalah finansial sering menjadi penyebab utama pertengkaran dalam hubungan.
Menurut buku karya Scott dan Bethany Palmer berjudul The 5 Money Personalities: Speaking the Same Love and Money Language, tidak peduli seberapa besar pendapatan seseorang, perbedaan pandangan tentang keuangan sering kali memicu konflik. Uang akhirnya memengaruhi sebagian besar keputusan yang diambil oleh individu. Oleh karena itu, mari kita simak lima money language yang paling umum berdasarkan pendapat para ahli tersebut.
1. The Saver – Orang yang Suka Menabung
The saver adalah tipe orang yang senang menyimpan uang. Mereka akan memprioritaskan tabungan terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan hidup seperti cicilan, listrik, internet, makanan, dan lainnya. Setelah semua kebutuhan terpenuhi, barulah mereka mengeluarkan uang untuk hal-hal yang bersifat hiburan.
Orang-orang dengan money language the saver tidak hanya suka menabung, tetapi juga senang melihat orang lain melakukan hal yang sama. Meski begitu, mereka tidak pelit. Jika ada kebutuhan mendesak secara finansial, mereka tidak ragu untuk membantu.
2. The Spender – Orang yang Suka Memberi
The spender adalah tipe orang yang cenderung suka menghabiskan uang. Mereka tidak segan memberikan self-reward bagi diri sendiri, seperti makan enak, liburan ke pantai, atau membeli barang baru. Setiap kali meraih pencapaian, meskipun kecil, mereka pasti akan merogoh kocek untuk merayakannya.
Mereka juga senang memberi hadiah kepada orang terdekat. Tidak masalah jika harus membayar mahal, selama barang tersebut menurut mereka bagus. Kamu mungkin pernah menjumpai seseorang yang senang mentraktir temannya? Kemungkinan besar dia adalah seorang the spender.
3. The Risk Taker – Berjiwa Bisnis
The risk taker memiliki jiwa bisnis yang tinggi. Mereka selalu punya ide-ide bisnis baru dan siap mencoba mewujudkannya. Tidak peduli apakah modal yang dibutuhkan bisa melubangi kantong mereka, mereka tetap melakukannya karena rasa penasaran yang ingin terpenuhi.
Mereka lebih suka menginvestasikan uang daripada menyimpannya. Bagi mereka, uang harus bergerak. Namun, meski cepat dalam berpikir, kadang mereka terkesan terburu-buru dalam mengambil keputusan.
4. The Security Seeker – Perencana Finansial
The security seeker memiliki kepribadian finansial yang mirip dengan the saver. Mereka cenderung berpikir matang dan terencana dalam mengelola keuangan. Mereka menetapkan pos-pos pengeluaran dengan besaran tertentu dan biasanya memiliki target finansial jangka panjang yang rapi.
Mereka sangat disiplin dan komitmen, baik dalam tabungan maupun pengeluaran. Meski disiplin, mereka tidak pelit dalam menghabiskan uang untuk hiburan. Mereka sudah menetapkan “jatah” khusus agar tidak terlalu boros.
5. The Flyer – Uang Bukan Prioritas Utama
The flyer memiliki prilaku finansial yang tidak konsisten. Di satu waktu, mereka bisa menabung dengan ketat, tetapi di waktu lain, mereka bisa menghabiskan uang tanpa berpikir panjang. Mereka tidak terlalu memperhatikan uang sebagai prioritas utama.
Bagi the flyer, hubungan dengan orang lain lebih penting daripada uang. Mereka lebih fokus pada interaksi sosial daripada keuangan. Tipe ini bisa berada di berbagai spektrum, tergantung situasi dan lingkungan yang mereka jalani.
Itu adalah lima money language yang paling umum ditemukan. Pastikan kamu dan pasanganmu memiliki spektrum kepribadian finansial yang sejalan agar dapat meminimalisir konflik dan menjaga hubungan yang harmonis.
