Jenis-Jenis Operasi yang Membutuhkan Partisipasi Pasien

Operasi tidak selalu memerlukan pasien dalam kondisi tidur. Dalam beberapa jenis operasi, pasien justru diminta untuk tetap sadar agar dapat berpartisipasi selama prosedur berlangsung. Ini dilakukan untuk memastikan keberhasilan operasi dan menghindari kerusakan pada fungsi penting tubuh.

Anestesi lokal mematikan rasa pada area kecil tubuh, sedangkan anestesi regional memblokir rasa sakit pada bagian tubuh yang lebih luas. Pasien dapat tetap sadar, meskipun terkadang diberikan obat sedasi agar lebih rileks atau mengantuk. Berikut adalah beberapa jenis operasi yang membutuhkan partisipasi pasien:

1. Operasi Otak atau Awake Craniotomy

Awake craniotomy adalah operasi otak yang dilakukan saat pasien masih sadar. Teknik ini digunakan ketika tumor atau area penyebab epilepsi berada dekat bagian otak yang mengontrol kemampuan penting seperti berbicara, bergerak, atau melihat. Selama operasi, pasien mungkin diminta untuk berbicara, menghitung, melihat gambar, atau menggerakkan tubuh. Respons tersebut membantu dokter melakukan brain mapping dan menghindari jaringan yang menjalankan fungsi penting. Kulit kepala tetap diberi anestesi dan obat untuk menjaga kenyamanan. Menariknya, jaringan otak sendiri tidak memiliki kemampuan merasakan nyeri seperti kulit.

Studi tahun 2024 menemukan bahwa pasien yang menjalani operasi glioma hemisfer kanan saat sadar memiliki lebih sedikit defisit neurologis jangka panjang dibandingkan dengan pasien yang menggunakan anestesi umum.

2. Operasi Katarak

Operasi katarak biasanya dilakukan dengan anestesi lokal berupa tetes mata, suntikan, atau kombinasi keduanya. Pasien tetap sadar namun seharusnya tidak merasakan sakit. Selama prosedur, pasien mungkin masih melihat cahaya, warna, atau gerakan, tetapi biasanya tidak melihat detail operasinya. Lensa mata yang keruh kemudian dikeluarkan dan diganti dengan lensa buatan. Studi terhadap lebih dari 19.000 operasi katarak menunjukkan bahwa operasi dapat dilakukan menggunakan berbagai teknik anestesi lokal, termasuk anestesi topikal, dengan tingkat kepuasan terhadap pengendalian nyeri yang tinggi.

3. Operasi Caesar

Ibu yang menjalani operasi caesar biasanya tetap sadar. Spinal atau epidural dapat membuat tubuh dari sekitar pinggang ke bawah mati rasa sementara ibu tetap sadar. Karena itu, ibu dapat mendengar tangisan pertama bayi dan, jika kondisi memungkinkan, segera melihat atau memegangnya. Anestesi umum dapat diperlukan pada kondisi tertentu, misalnya ketika anestesi regional tidak dapat diberikan atau situasinya membutuhkan tindakan sangat cepat.

Studi terhadap 46 uji klinis dengan 3.689 perempuan menemukan bahwa teknik spinal dan epidural memberikan hasil neonatal yang baik dibandingkan anestesi umum pada sejumlah parameter, meskipun kualitas bukti dan hasil berbeda antarstudi.

4. Beberapa Operasi Tangan dan Pergelangan Tangan

Beberapa operasi tangan dan pergelangan tangan, seperti carpal tunnel release, perbaikan tendon, dan trigger finger, dapat dilakukan menggunakan teknik wide-awake local anesthesia no tourniquet (WALANT). Pasien diberi anestesi lokal, umumnya lidocaine dengan epinephrine, dan tetap sadar sepanjang operasi. Keuntungan uniknya, dokter dapat meminta pasien menggerakkan jari atau tangan saat operasi untuk melihat secara langsung apakah tendon atau struktur yang diperbaiki sudah bekerja sebagaimana mestinya.

Sebuah tinjauan terhadap 12 studi acak menemukan WALANT dikaitkan dengan nyeri intraoperatif yang lebih rendah dibandingkan beberapa teknik anestesi regional konvensional, tanpa memperpanjang waktu operasi.

5. Beberapa Operasi Hernia Terbuka

Tidak semua operasi hernia butuh anestesi umum. Pada prosedur open inguinal hernia repair, anestesi lokal atau spinal dapat digunakan pada pasien tertentu sehingga ia tetap sadar sementara daerah operasi dibuat mati rasa. Di sisi lain, operasi hernia dengan teknik laparoskopi umumnya membutuhkan anestesi umum. Pemilihan anestesi bergantung pada ukuran dan lokasi hernia, jenis operasi, kondisi kesehatan pasien, serta pertimbangan tim bedah dan anestesi.

Mengapa Pasien Bisa Sadar Tanpa Merasakan Sakit?

Anestesi lokal dan regional memblokir sinyal nyeri dari bagian tubuh yang dioperasi. Pasien mungkin masih merasakan tekanan, tarikan, sentuhan, atau gerakan tanpa mengalami rasa sakit tajam. Sedasi juga dapat diberikan sehingga pasien merasa rileks, mengantuk, atau bahkan tidak mengingat seluruh prosedurnya.

Beda halnya dengan anesthesia awareness, yaitu seseorang secara tidak sengaja menyadari lingkungan atau kejadian selama prosedur yang seharusnya dilakukan dalam anestesi umum. Pada operasi dengan anestesi lokal atau regional, pasien memang direncanakan untuk tetap sadar.

Tidak semua pasien atau operasi cocok menggunakan pendekatan ini. Jenis prosedur, kemampuan pasien untuk tetap tenang dan bekerja sama, kondisi kesehatan, serta kemungkinan operasi berubah menjadi lebih kompleks semuanya dipertimbangkan sebelum dokter menentukan jenis anestesi.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version