Masalah Serius di Lini Depan AC Milan
Kekalahan dari Napoli semakin memperkuat bahwa AC Milan menghadapi masalah serius di lini depan. Pada pekan ke-31 Liga Italia, Milan kalah 0-1 dari Napoli di Stadion Diego Armando Maradona. Dalam pertandingan tersebut, I Rossoneri mencoba menurunkan lima penyerang sekaligus, tetapi tidak berhasil menciptakan ancaman yang signifikan.
Niclas Fullkrug dan Christopher Nkunku menjadi starter dalam laga ini. Di tengah pertandingan, pelatih Massimiliano Allegri juga memasukkan Santiago Gimenez sebagai pengganti Fullkrug, Christian Pulisic untuk menggantikan Nkunku, dan Rafael Leao. Namun, performa para penyerang ini justru semakin memperlihatkan kelemahan mereka.
Selama 90 menit, Milan hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran. Satu-satunya peluang itu dibuat oleh gelandang Youssouf Fofana di babak pertama. Meskipun Gimenez dan Leao sedang dalam kondisi bugar, mereka tidak mampu mencetak gol. Sementara itu, Pulisic tampaknya mengalami mental block, karena belum mencetak gol selama hampir 100 hari. Gol terakhirnya terjadi pada 28 Desember lalu.
Fullkrug dan Nkunku juga terlihat memiliki keterbatasan dalam hal teknik. Meskipun Allegri mencoba membela para penyerangnya dalam jumpa pers usai pertandingan, ia mengakui bahwa dirinya tidak puas dengan performa pemain di lini depan.
“Saya pikir Fullkrug dan Nkunku melakoni pertandingan dengan baik,” ujarnya seperti dikutip dari Football Italia. “Fullkrug menjadi titik referensi yang bagus. Nkunku bekerja untuk tim di fase defensif dan memiliki beberapa peluang. Seseorang seperti dia perlu mencetak gol dari satu di antara peluang-peluang itu.”
Allegri juga menyebutkan bahwa Milan mengalami beberapa serangan balik lawan di babak kedua. Namun, Maignan hanya mampu melakukan satu penyelamatan. Penyelamatan itu juga merupakan hasil dari sebuah pergerakan kunci dari Milan, di mana mereka gagal mendapatkan shot on target.
Performa yang Tidak Memenuhi Ekspektasi
Tidak ada penyerang Milan yang saat ini memenuhi ekspektasi. Dalam enam pertandingan terakhir, hanya satu gol yang dicetak oleh Leao dalam laga melawan Cremonese pada 1 Maret lalu. Mandulnya para penyerang ini berdampak pada ambrolnya performa tim selama periode tersebut.
Dalam enam laga tersebut, Milan kalah tiga kali, sehingga Allegri mengakui bahwa mimpi tim asuhannya meraih scudetto sudah tamat. Dengan kompetisi masih menyisakan tujuh pertandingan, AC Milan bahkan belum aman di empat besar klasemen. Saat ini, Milan berada di peringkat tiga dengan 63 poin, hanya unggul enam angka atas Juventus yang menempati posisi kelima.
Dikejar oleh Como dan Juve yang lebih tajam dalam mencetak gol, Milan terlihat seperti sebuah tim tanpa penyerang. Kekalahan dari Napoli adalah bukti nyata bahwa masalah di lini depan harus segera diperbaiki jika ingin mempertahankan posisi di papan atas klasemen.





