Berita Populer Regional Terkini
Berikut adalah rangkuman berita populer regional yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir. Berbagai peristiwa menarik dan penting telah terjadi, mulai dari insiden jatuhnya pesawat hingga kasus perselingkuhan antara oknum polisi dan ASN.
Sosok Capt. Marindra Wibowo, Pilot Helikopter Jatuh di Sekadau
Insiden jatuhnya helikopter PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis 16 April 2026 menewaskan 8 orang, termasuk pilot helikopter bernama Capt. Marindra Wibowo. Ia dikenal sebagai pilot dengan jam terbang tinggi dan pernah menjalani pelatihan di Italia.
Helikopter tersebut menerbangkan dua kru dan enam penumpang, yaitu Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Capt. Marindra Wibowo memiliki pengalaman profesional yang panjang, termasuk bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017). Selain itu, ia memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen, Capt. Marindra Wibowo dikenal sebagai sosok yang sangat berpengalaman dalam bidang penerbangan.
Gus Miftah Disorot Usai Puji Diplomasi Prabowo di Selat Hormuz

Pendakwah kondang Miftah Habiburrahman alias Gus Miftah kembali menjadi sorotan setelah ceramahnya yang memuji diplomasi Prabowo Subianto di Selat Hormuz viral di media sosial. Dalam ceramah tersebut, ia menyampaikan bahwa pemerintah berhasil membuka jalur strategis internasional yang penting bagi kepentingan Indonesia.
Namun, pernyataannya menuai reaksi beragam dari netizen, dengan beberapa menuding bahwa ceramah tersebut merupakan bentuk “menjilat” pemerintah. Menanggapi hal ini, Gus Miftah membantah keras anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataannya didasarkan pada fakta dan keyakinan, bukan karena kedekatan atau pencitraan. Ia menegaskan bahwa sikapnya konsisten dalam mendukung kepemimpinan yang dinilai kuat dan berpihak kepada rakyat.
Guru Honorer di Kuningan Lapor Polisi Setelah Nama Dicatut Beli Ferrari

Rizal Nurdimansyah, guru honorer di Kabupaten Kuningan, viral setelah namanya dicatut untuk pembelian mobil mewah Ferrari seharga Rp 4,2 miliar. Update terkini menunjukkan bahwa Rizal telah melaporkan kasus pencatutan identitas tersebut ke Polres Kuningan.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan adanya laporan pengaduan terkait dugaan pencatutan nama. Saat ini, kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan. Mobil Ferrari yang terdaftar atas nama Rizal adalah Ferrari 458 Speciale Aperta, salah satu mobil koleksi paling berharga dari Ferrari. Awal mula penemuan ini terjadi ketika Rizal mendapat informasi dari rekannya dan melakukan pengecekan NIK di Kantor Samsat Kuningan. Hasilnya mengejutkan, ada tiga kendaraan yang terdaftar atas namanya, padahal ia tidak pernah membelinya.
Alung Ditangkap Setelah 6 Bulan DPO

M Alung Ramadhan alias Alung, buronan kasus narkoba seberat 58 kg, akhirnya ditangkap oleh Tim Opsnal Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi. Alung ditangkap setelah menjadi DPO sejak Oktober 2025 setelah kabur dari ruang penyidikan Polda Jambi.
Alung diamankan saat berada di pinggir Jalan Prof. dr. Sri Dewi, Parit Gompong Jalur Dua, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Alung berusia 23 tahun dan sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Oktober 2025. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut.
Oknum Polisi Digerebek Bersama ASN di Nganjuk

Oknum polisi di Polres Nganjuk inisial DEP diduga berselingkuh dengan ASN Pemkab Nganjuk inisial AN. Keduanya digerebek oleh pihak keluarga saat berduaan di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di kawasan perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Blok L, Nomor 1, Jalan Serayu, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk pada Jumat (17/4/2026) siang.
Penggerebekan dilakukan oleh pihak keluarga setelah mengetahui keduanya sedang berduaan. Ketua RT 3 RW 5 perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kartoyo, membenarkan kejadian ini. Aksi penggerebekan terjadi pada pukul 14.30 WIB, dan mengundang perhatian warga sekitar. Pasangan ini diminta keluar rumah, tetapi permintaan tersebut tidak dihiraukan.





