Pengalaman Do Ji Ui sebagai Dokter di Puskesmas Pulau Kecil dalam Drama Korea Doctor on the Edge
Dalam drama Korea Doctor on the Edge (2026), Do Ji Ui (diperankan oleh Lee Jae Wook) menghadapi tantangan besar saat menjalani wajib militer. Ia berharap tidak ditempatkan di lokasi terpencil, tetapi harapan itu tidak terwujud. Sebaliknya, ia harus menghabiskan setahun masa wajib militernya sebagai dokter di sebuah puskesmas yang berada di pulau kecil. Meski awalnya merasa tidak siap, pengalaman ini justru membawanya menghadapi berbagai tantangan baru dalam hidupnya.
Berikut adalah beberapa tantangan utama yang dihadapi Do Ji Ui selama bertugas di puskesmas tersebut:
1. Bekerja dengan Alat yang Cukup Kuno dan Perawatan Seadanya
Saat pertama kali tiba di puskesmas, Do Ji Ui langsung menyadari bahwa fasilitas dan alat medis yang digunakan cukup kuno. Beberapa alat bahkan sudah sangat tua dan membutuhkan perawatan ekstra. Ia menekankan bahwa alat-alat ini sebaiknya segera diganti agar bisa memberikan layanan kesehatan yang lebih baik.
Menurut tenaga kesehatan yang telah bekerja lebih lama, pemerintah sering kali mengabaikan keluhan mengenai fasilitas yang tidak memadai. Mereka bahkan mengaku tidak pernah mendapatkan respons yang memadai setelah mengajukan masukan kepada pemerintah setempat.
2. Berhadapan dengan Penduduk Keras Kepala dan Minim Pengetahuan Kesehatan

Pulau tersebut umumnya dihuni oleh para lansia yang bekerja sebagai nelayan. Anak muda di sana cenderung pindah ke kota besar untuk mencari peluang kerja yang lebih baik. Akibatnya, penduduk yang sering datang ke puskesmas kebanyakan mengidap penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Namun, banyak dari mereka tidak percaya pada dokter. Mereka menganggap diri sendiri lebih tahu tentang kondisi tubuh mereka. Bahkan, ada yang mengkritik dokter sebagai orang yang sok tahu. Padahal, sebagai dokter, Do Ji Ui memiliki lisensi resmi yang memberinya wewenang untuk mengawasi kesehatan masyarakat.
3. Harus Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Setelah pindah ke pulau tersebut, Do Ji Ui menyadari bahwa lingkungan di sana sangat berbeda dengan kota besar. Toko-toko di pulau hanya menyediakan barang-barang yang terbatas. Di malam hari, aktivitas penduduk hampir berhenti, membuat pulau menjadi sepi.
Selain itu, dari segi makanan, Do Ji Ui juga terkejut dengan cara pengolahan ikan yang digunakan oleh penduduk. Ia sering menunjukkan reaksi aneh ketika melihat berbagai jenis ikan. Kadang, ia bahkan menunjukkan rasa geli secara langsung.
4. Sulitnya Akses ke Rumah Penduduk

Do Ji Ui tidak memiliki kendaraan pribadi, sehingga ia harus berjalan kaki untuk berkeliling pulau. Suatu hari, ia harus mengunjungi rumah seorang penduduk yang tinggal di puncak bukit karena laporan dari anaknya.
Perjalanan ke rumah tersebut memakan waktu beberapa puluh menit, dan medannya cukup sulit. Untuk sampai ke sana, ia harus mengelilingi pulau menggunakan perahu kecil dalam waktu singkat.
5. Menghadapi Ketakutannya Sendiri

Sejak awal, Do Ji Ui sangat takut untuk naik ke perahu maupun kapal. Tantangan terbesarnya adalah harus menggunakan perahu kecil dan kapal sebagai alat transportasi utamanya. Hal ini membuatnya sangat tertantang ketika harus berhadapan dengan laut lepas.
Kesimpulan
Pengalaman Do Ji Ui dalam Doctor on the Edge menunjukkan betapa berbedanya kehidupan seorang dokter di wilayah terpencil dibandingkan dengan kota besar. Dari fasilitas yang kurang memadai hingga tantangan sosial dan psikologis, semua ini membuatnya belajar lebih banyak tentang kehidupan dan tanggung jawab sebagai seorang dokter.





