Orang-orang Hebat Asal Sumatera Utara di Komando Pasukan Khusus (Kopassus)

Sumatera Utara tidak pernah kekurangan orang-orang hebat yang berkarier di tingkat nasional. Banyak warga asal daerah ini sukses dalam berbagai bidang, mulai dari pengusaha, pengacara, hingga anggota TNI. Salah satu bidang yang menonjol adalah militer, khususnya di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Berikut ini adalah beberapa tokoh Kopassus asal Sumatera Utara yang memiliki prestasi luar biasa.

5 Tokoh Kopassus Asal Sumatera Utara

Berikut adalah lima tokoh Kopassus asal Sumatera Utara yang namanya melambung di kancah nasional:

  1. Kaharuddin Nasution, Putra Medan yang Menjadi Komandan RPKAD Termuda

    Lahir di Medan pada 23 Juli 1925, Kaharuddin Nasution adalah salah satu perwira yang berperan penting dalam membangun kekuatan pasukan elite TNI pada masa awal kemerdekaan. Pada 1956, saat satuan ini masih bernama Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), ia dipercaya menjadi komandannya saat usianya baru 31 tahun. Hingga kini, ia masih tercatat sebagai komandan termuda dalam sejarah RPKAD atau Kopassus. Selama memimpin RPKAD pada periode 1956–1958, ia membawa pasukannya dalam berbagai operasi penting, termasuk Operasi Tegas untuk menumpas pemberontakan PRRI di Riau. Setelah pensiun, ia juga pernah menjabat Gubernur Sumatera Utara dan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

  2. Luhut Binsar Pandjaitan, Pendiri Satuan Antiteror Kopassus



    Lahir di Simargala, Kabupaten Toba, Luhut Binsar Pandjaitan adalah lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1970 dengan predikat Adhi Makayasa. Sebagian besar perjalanan militernya dihabiskan di lingkungan Kopassus. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika dipercaya membentuk Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Den-81/Gultor) pada 1982. Satuan ini dibentuk untuk menghadapi ancaman terorisme dan operasi pembebasan sandera yang membutuhkan kemampuan khusus. Luhut menjadi komandan pertama satuan tersebut sekaligus meletakkan dasar sistem pelatihan antiteror Kopassus yang terus berkembang hingga sekarang. Setelah pensiun, ia pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

  3. Sintong Panjaitan, Danjen Kopassus dari Tarutung

    Jenderal TNI (Purn.) Sintong Panjaitan lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, pada 4 September 1940. Setelah lulus Akademi Militer Nasional pada 1963, ia langsung bergabung dengan RPKAD dan menghabiskan sebagian besar kariernya di satuan tersebut. Pengalaman Sintong terbentuk melalui berbagai operasi militer, mulai dari Operasi Trikora, Operasi Seroja di Timor Timur, hingga sejumlah penugasan strategis lainnya. Berkat rekam jejak tersebut, ia dipercaya menjadi Komandan Jenderal Kopassus pada 1986–1987. Selepas memimpin Kopassus, karier Sintong terus berkembang. Ia dipercaya menjadi Panglima Kodam Udayana dan kemudian mengemban sejumlah tugas diplomatik sebagai duta besar.

  4. Erwin Hudawi Lubis, Perwira Kopassus dari Tapanuli Selatan

    Mayjen TNI (Purn.) Erwin Hudawi Lubis merupakan putra Tapanuli Selatan yang berkarier dari kecabangan Infanteri Kopassus. Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1980, ia mengawali penugasan di satuan baret merah dan terlibat dalam berbagai operasi militer di sejumlah daerah konflik. Kariernya tidak hanya di lapangan. Erwin juga dipercaya menduduki berbagai jabatan staf dan komando di lingkungan TNI Angkatan Darat hingga mencapai pangkat mayor jenderal. Kiprahnya menunjukkan bahwa banyak putra daerah dari Sumatera Utara mampu meniti karier panjang melalui jalur pasukan elite.

  5. Samsudin, Putra Tanjungbalai yang Lama Bertugas di Lingkungan Kopassus

    Mayjen TNI (Purn.) Samsudin lahir di Tanjungbalai dan mengawali karier militernya sebagai perwira Korps Zeni. Meski berasal dari kecabangan zeni, Samsudin cukup lama bertugas di lingkungan Kopassus sebelum dipercaya mengemban jabatan strategis lainnya. Setelah meninggalkan Kopassus, ia menjabat Pangdam X/Lambung Mangkurat, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif), hingga kemudian aktif sebagai anggota DPR RI dan Komnas HAM.

Jejak Putra Sumatera Utara di Pasukan Baret Merah

Keberadaan nama-nama tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Utara telah melahirkan banyak prajurit yang memberi warna dalam sejarah Komando Pasukan Khusus. Mulai dari Kaharuddin Nasution yang memimpin RPKAD pada usia muda, Luhut Binsar Pandjaitan yang membentuk satuan antiteror Den-81, hingga Sintong Panjaitan yang pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus, semuanya mencatatkan kontribusi penting dalam perkembangan pasukan elite TNI Angkatan Darat. Kiprah mereka menjadi bagian dari sejarah panjang Kopassus sekaligus membuktikan bahwa putra-putra Sumatera Utara turut berperan besar dalam menjaga pertahanan dan keamanan Indonesia.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version