UIN Saizu Jadi Pusat Pembelajaran bagi Mahasiswa Internasional
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Kini, kampus ini menjadi tempat belajar bagi 54 mahasiswa internasional yang berasal dari 17 negara berbeda. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa jangkauan pendidikan UIN Saizu semakin luas di tingkat global.
Kegiatan dialog santai antara pimpinan kampus dengan mahasiswa internasional berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk apresiasi kepada para mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di UIN Saizu.
Dalam rangka memperkuat jejaring internasional, UIN Saizu dipercaya menjadi tuan rumah talkshow bertajuk “Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara.” Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa internasional dari berbagai negara serta pimpinan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Talkshow tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya untuk saling berbagi pengalaman selama menempuh studi di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Suyitno menyampaikan apresiasi atas keberhasilan UIN Saizu dalam menarik mahasiswa dari berbagai negara. Menurutnya, jumlah mahasiswa internasional menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur reputasi perguruan tinggi di tingkat global.
“Internasionalisasi kampus saat ini menjadi kebutuhan. Salah satu indikatornya adalah berapa banyak mahasiswa asing yang belajar di sebuah perguruan tinggi dan dari berapa negara mereka berasal,” ujar Prof. Suyitno di Auditorium UIN Saizu Purwokerto, pada Sabtu (7/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa semakin beragam negara asal mahasiswa internasional, semakin luas pula jangkauan dan kepercayaan dunia terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh sebuah kampus.
“Bukan hanya jumlahnya yang banyak, tetapi juga berasal dari berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa kampus sudah mulai dikenal di tingkat internasional,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa internasional yang hadir berasal dari berbagai negara, meliputi kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin. Keberagaman latar belakang tersebut menciptakan lingkungan akademik yang multikultural di lingkungan kampus.
Selain berdialog dengan mahasiswa asing, Prof. Suyitno juga memaparkan berbagai program pengembangan pendidikan tinggi yang didorong oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Salah satu inovasi akademik yang disoroti adalah program fast track.
Ini merupakan skema percepatan studi yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan pendidikan dari jenjang sarjana (S1) langsung ke magister (S2) dalam waktu sekitar lima tahun. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi agar dapat menyelesaikan studi lebih cepat.
“Kita ingin memberikan ruang bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan lebih agar dapat menyelesaikan studi lebih cepat dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Prof. Suyitno.
Program fast track tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa internasional, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa Indonesia.
Di akhir kegiatan, Prof. Suyitno berharap para mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Indonesia dapat menjadi duta moderasi beragama ketika kembali ke negara asalnya. Menurutnya, pengalaman belajar di Indonesia yang dikenal memiliki tradisi Islam moderat diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi, dialog antarbudaya, serta perdamaian global.
“Harapannya, para mahasiswa asing yang belajar di Indonesia dapat membawa nilai moderasi beragama dan menjadi jembatan persahabatan antarbangsa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penampilan seni dari mahasiswa internasional yang semakin mempererat suasana kebersamaan dan persahabatan lintas negara di lingkungan UIN Saizu.





