Pengamanan Paskah di 119 Gereja Kabupaten Bekasi
Polres Metro Bekasi mengambil langkah-langkah penting dalam menjaga keamanan selama rangkaian ibadah Paskah. Dalam upaya ini, pihak kepolisian mengerahkan sebanyak 560 personel bersama TNI dan pemerintah daerah untuk mengamankan 119 gereja yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pengamanan dilakukan mulai dari hari Kamis hingga Minggu, memastikan kondisi keamanan tetap terjaga selama perayaan berlangsung.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, secara langsung meninjau beberapa lokasi ibadah, termasuk Gereja Paroki Ibu Teresa Cikarang. Dalam kunjungan tersebut, ia menyapa jemaat dan memberikan sambutan sebelum pelaksanaan ibadah dimulai. Personel kepolisian juga ditempatkan di pintu masuk gereja serta melakukan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan kelancaran lalu lintas selama ibadah berlangsung.
Pengamanan yang Terstruktur
Selain penjagaan statis, aparat kepolisian juga melaksanakan patroli di sejumlah titik strategis. Tujuan dari patroli ini adalah untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Kombes Pol Sumarni menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah untuk menjaga keamanan selama rangkaian ibadah Paskah.
“Hari ini kami bersama elemen terkait dari pemerintah daerah dan TNI melakukan kegiatan pengamanan serangkaian pelaksanaan Jumat Agung dari Kamis kemarin, kemudian nanti pada hari Minggu Paskah,” ujar Sumarni.
Ia juga menyebutkan bahwa sebanyak 560 personel diterjunkan untuk menjaga 119 titik gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah. Personel tersebut bertugas menjaga keamanan sejak hari Kamis hingga Minggu.
Pesan Kamtibmas dan Sosialisasi Layanan 110
Selain melakukan pengamanan, pihak kepolisian juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada para jemaat. Kombes Pol Sumarni mengajak jemaat dan masyarakat untuk menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan memberikan informasi tentang layanan 110 sebagai nomor darurat.
“Kami menyampaikan agar jemaat dan masyarakat bisa menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Apabila ada persoalan bisa diselesaikan dengan cara musyawarah kekeluargaan, dan apabila memerlukan bantuan polisi silakan menghubungi layanan 110 termasuk nomor call center kami,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan dialog dengan jemaat untuk memastikan mereka mengetahui layanan kepolisian. “Kami berdialog dengan jemaat, tahu tidak call center Polri dan nomor CLBK ketika masyarakat menghadapi masalah di lingkungan. Alhamdulillah tadi tahu,” tambahnya.
Perayaan Trihari Suci di Gereja Baru
Romo Robertus Guntur Dewantoro dari Gereja Paroki Ibu Teresa Cikarang menjelaskan bahwa rangkaian Trihari Suci telah dimulai sejak Pekan Suci, yaitu dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah. Rangkaian ini mencakup Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.
Menurut Romo Robertus, pengelolaan jemaat yang cukup banyak telah diatur oleh panitia dengan baik melalui kerja sama dengan berbagai pihak. “Semua sudah diatur oleh panitia, bekerja sama dengan tim parkir dan polisi, sehingga dari umat masuk sampai keluar bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Perayaan tahun ini menjadi momen pertama umat merayakan Trihari Suci di gedung gereja yang baru selesai dibangun. “Ini menjadi momen pertama umat merayakan di gereja yang baru, sehingga umat sangat antusias dan bersyukur,” tambahnya.
Makna Paskah dan Harapan bagi Semua
Lebih lanjut, Romo Robertus menekankan bahwa makna Paskah adalah kebangkitan yang membawa harapan dan perdamaian bagi semua. “Momen Paskah adalah Yesus yang bangkit menjadi juru damai, membawa harapan bagi umat Kristiani, tidak hanya bagi umat Kristiani tetapi bagi seluruh umat beriman. Kami dipanggil untuk membawa harapan dan perdamaian di tengah masyarakat,” tutupnya.





