Menyusui dan Berpuasa: Tanda-Tanda yang Harus Diperhatikan
Menyusui sekaligus berpuasa memang merupakan dua peran penting yang bisa dilakukan oleh seorang ibu. Namun, terkadang situasi tidak selalu mudah. Ada saat-saat tertentu di mana ibu menyusui harus membatalkan puasanya untuk menjaga kesehatan bayi dan dirinya sendiri. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ibu menyusui perlu membatalkan puasa.
1. Bayi Mengalami Dehidrasi
Salah satu tanda paling jelas adalah ketika bayi tampak mengalami dehidrasi. Gejala yang muncul antara lain:
– Wajah bayi tampak pucat
– Ubut-ubun dan mata bayi cekung
– Tangan dan kaki terasa dingin
– Mulut dan bibir kering
– Tidak ada air mata saat menangis
– Kesulitan bernapas atau sesak napas
2. Bayi Rewel Meski Sudah Disusui Lama
Bayi yang rewel dalam waktu lama meskipun sudah disusui juga bisa menjadi tanda dehidrasi. Perasaan tidak nyaman yang dialami bayi seringkali diekspresikan melalui tangisan yang terus-menerus. Oleh karena itu, ibu perlu waspada terhadap gejala ini.

3. Urin Bayi Berwarna Gelap dan Berbau Tidak Sedap
Perubahan warna urin bayi yang lebih gelap dan bau yang menyengat juga menjadi tanda bahwa bayi sedang mengalami dehidrasi. Jika Mama menemukan kondisi ini, sebaiknya segera membatalkan puasa dan memberi makanan serta melanjutkan pemberian ASI.

4. Bayi Tampak Letargi atau Sangat Lemas
Kondisi letargi atau sangat lemas pada bayi juga menjadi tanda bahwa ia sedang mengalami dehidrasi. Hal ini dapat terjadi karena bayi tidak mampu secara efektif mengekspresikan keinginan mereka untuk minum atau makan.

5. Ibu Mengalami Rasa Haus yang Sangat Bahkan Tidak Tertahankan
Selama masa menyusui, tubuh ibu akan merasa lebih cepat haus dan lapar. Pada bulan Ramadan, rasa haus yang sangat bahkan tidak tertahankan bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan cairan tambahan. Jika hal ini terjadi, sebaiknya ibu segera membatalkan puasa dan minum air.

6. Ibu Mengalami Sakit Kepala, Mata Berkunang-Kunang, dan Merasa Lemas
Jika ibu mengalami sakit kepala, mata berkunang-kunang, dan merasa sangat lemas meskipun sudah beristirahat, ini bisa menjadi tanda awal dehidrasi. Ibu perlu segera membatalkan puasa dan mengonsumsi air untuk mengganti cairan yang hilang.

Tips untuk Mencukupi Kebutuhan Cairan
Ibu menyusui membutuhkan cairan sebanyak 3 liter atau setara dengan 12 gelas sehari. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Mama bisa menggunakan metode 3-6-3, yaitu:
– 3 gelas setelah sahur
– 6 gelas pada waktu berbuka puasa, tarawih, hingga sebelum tidur
– 3 gelas setelah bangun tidur sebelum sahur
Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, ibu menyusui dapat menjaga kesehatannya dan tetap memberikan ASI yang optimal kepada bayi.





