Apa Itu Mishmi Takin?
Mishmi takin (
Budorcas taxicolor taxicolor
) merupakan salah satu anak jenis takin yang langka. Takin itu sendiri merupakan jenis hewan berkuku unik yang bertubuh besar dan bertanduk. Menurut informasi dari berbagai sumber, tinggi takin lebih dari semeter dengan berat berkisar 250—400 kilogram.
Takin sempat dianggap berkerabat dengan muskox karena mirip secara fisik. Ia juga sering disebut kambing-antelop karena punya ciri khas kambing dan antelop. Namun, menurut informasi dari situs resmi San Diego Zoo, takin sebenarnya berkerabat dekat dengan domba, tepatnya dengan domba barbari atau aoudad dari Afrika Utara.
Satu dari Empat Anak Jenis Takin
Mishmi takin merupakan satu dari empat anak jenis takin yang tersebar di pegunungan Himalaya. Selain mishmi takin, ada juga takin emas (
B. t. bedfordi
), takin sichuan (
B. t. tibetana
), dan takin bhutan (
B. t. whitei
). Menariknya, meski langka dan jarang terlihat di alam liar, mishmi takin jadi anak jenis takin yang paling banyak jadi hewan koleksi kebun binatang di seluruh dunia.

Lokasi Persebaran Mishmi Takin
Mishmi takin merupakan hewan asli Himalaya timur. Wilayah sebarannya meliputi wilayah pegunungan di India timur laut, Myanmar utara, Tibet tenggara, dan sebagian Tiongkok. Hewan ungulata ini mendiami berbagai habitat, dari lembah berhutan sampai zona pegunungan berbatu. Ia bisa hidup di ketinggian hingga 4.500 meter dan sangat cocok untuk kehidupan di pegunungan. Nama “mishmi” diambil dari wilayah Perbukitan Mishmi di India, salah satu wilayah sebaran mishmi takin.

Adaptasi untuk Hidup di Pegunungan
Takin punya banyak adaptasi yang membuatnya betah di pegunungan. Takin punya kaki pendek dan kokoh, serta kuku lebar yang memberikan pijakan mantap. Kulitnya juga menghasilkan cairan berminyak untuk melapisi rambut tebalnya dan melindunginya dari iklim dingin serta lembap.
Hidung besar takin juga punya maksud, loh. Takin punya rongga sinus besar khusus untuk menghangatkan udara dingin pegunungan yang dihirup sebelum mencapai paru-paru. Tanpa hidung ini, takin bisa mati kedinginan hanya dengan bernapas.

Hidup dalam Kelompok, Tapi Jarang Terlihat
Layaknya takin pada umumnya: mishmi takin hidup dalam kawanan. Kawanan takin bisa berjumlah 20 ekor. Jantan dewasa biasanya hidup menyendiri. Meski bertubuh besar dan hidup berkelompok, takin jarang terlihat manusia. Hewan ungulata ini sering berada di daerah curam dan bervegetasi lebat yang sulit diakses manusia sehingga jarang terlihat.
Tiap musim semi, takin bermigrasi dalam kawanan untuk menghabiskan musim panasnya di padang rumput pegunungan. Sebelum musim dingin tiba, takin akan turun ke habitat berhutan yang lebih rendah. Saat bermigrasi, takin selalu menggunakan jalur yang sama sehingga menciptakan serangkaian jalur yang sering dilaluinya.

Pola Makan Mishmi Takin
Mishmi takin merupakan hewan pemakan daun atau browser. Ia senang makan daun dari semak-semak atau pepohonan, seperti daun pohon bambu atau daun tumbuhan Rhododendron. Untuk meraih dedaunan yang lebih tinggi dan lezat, takin bisa berdiri di atas tungkai belakangnya. Bila dedaunan yang diinginkan terlalu tinggi, takin juga bisa membengkokkan atau mematahkan pohon-pohon untuk memakan dedaunannya.

Rentan Terhadap Perubahan Iklim
Menurut laman Britannica, mishmi takin memiliki status konservasi terancam punah. Dari perilaku mishmi takin di Himalaya timur, ditunjukkan kalau takin sangat rentan terhadap perubahan iklim. Menurunnya curah salju dan mencairnya gletser bisa mengurangi pertumbuhan padang rumput dan semak belukar di pegunungan yang jadi habitat takin. Hingga akhirnya, perubahan iklim mengubah komposisi satwa liar yang ada di habitat, termasuk takin.






