Polisi Gelar Rekonstruksi 40 Adegan Terkait Kematian Ri di Bontang
Polisi menggelar rekonstruksi 40 adegan terkait kematian Ri (35), warga Berbas Pantai, yang diduga jatuh dari pohon mangga di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Kalimantan Timur. Proses rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas kronologi kejadian yang menyebabkan kematian korban.
Tidak Ada Bukti Pengeroyokan
Dugaan pengeroyokan yang sempat beredar belum ditemukan buktinya berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan sementara kepolisian. Kematian korban memicu kericuhan warga hingga penyerangan lokasi kejadian dan pemotongan pohon mangga, sementara polisi kini menangani dua laporan sekaligus.
Fakta-Fakta Lengkap Kasus Kematian Ri
-
Rekonstruksi dengan 40 Adegan
Satuan Reserse Kriminal Polres Bontang menggelar rekonstruksi atau reka ulang kejadian pada Sabtu (9/5/2026). Proses ini dilakukan untuk memperagakan kembali peristiwa pidana berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan agar bisa diketahui kronologi secara lebih jelas.
Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus, menjelaskan bahwa proses reka ulang tersebut memperagakan sekitar 40 adegan. Dalam rekonstruksi itu, polisi menghadirkan sejumlah saksi termasuk MR, rekan korban yang saat kejadian berada di lokasi.
Menurut Markus, hasil pendalaman sementara belum menemukan adanya tindakan penganiayaan terhadap korban. “Sempat terjadi keributan, karena keluarga menduga pelaku yang juga korban dipukuli. Tapi itu tidak terbukti dari proses pendalaman (rekonstruksi ulang) yang dilakukan kemarin,” ujarnya saat dihubungi. -
Korban Memanjat Pohon Mangga pada Dini Hari
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya MR berada di lokasi kejadian pada dini hari. Ri disebut memanjat pohon mangga milik warga di kawasan Kelurahan Api-Api, sementara MR menunggu di atas sepeda motor di sekitar lokasi.
Namun aksi mereka diketahui warga sekitar. Situasi kemudian berubah panik ketika warga mulai mendatangi area tersebut. MR disebut langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sementara korban masih berada di atas pohon.
Polisi menduga korban panik saat mengetahui keberadaannya diketahui warga. -
Korban Diduga Melompat dan Kepala Membentur Pagar Beton
Dalam kondisi panik itulah korban diduga mencoba turun dari pohon dengan cara melompat. Nahas, korban terjatuh dan bagian kepalanya menghantam pagar beton rumah warga. Benturan keras di kepala diduga menjadi penyebab korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Polisi menjelaskan saksi-saksi yang berada di lokasi saat itu tidak langsung mengetahui korban telah jatuh. Perhatian warga disebut lebih fokus mengejar MR yang melarikan diri menggunakan sepeda motor.
“Warga awalnya fokus mengejar temannya yang kabur. Setelah kembali baru mengetahui ada orang tergeletak,” kata Markus. Adegan tersebut tergambar dalam rekonstruksi pada adegan ke-20 hingga ke-30. -
Warga Baru Menemukan Korban Setelah Mendengar Suara Dengkuran
Setelah pengejaran terhadap MR tidak membuahkan hasil, warga kembali ke lokasi awal. Saat itulah mereka mendengar suara dengkuran dari seseorang yang tergeletak di dekat pagar rumah. Suara dengkuran dalam kondisi tidak sadar sering menjadi tanda seseorang mengalami gangguan pernapasan akibat cedera berat, terutama cedera kepala.
Ketika ditemukan, korban disebut masih mengenakan masker. Warga yang berada di lokasi saat itu tidak berani langsung menyentuh tubuh korban karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Mereka kemudian memanggil petugas keamanan lingkungan serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api.
Bhabinkamtibmas merupakan anggota kepolisian yang bertugas melakukan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat kelurahan atau desa. Sekitar 10 menit kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi dan mulai melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. -
Korban Dibawa ke Rumah Sakit Menggunakan Mobil Warga
Dalam rekonstruksi lainnya, warga bersama petugas terlihat memindahkan korban ke teras rumah sambil menunggu ambulans dan petugas pemadam kebakaran. Namun bantuan tidak segera datang. Akhirnya warga berinisiatif membawa korban menggunakan mobil pribadi menuju RS Amalia untuk mendapatkan penanganan medis.
“Warga juga yang bawa ke rumah sakit akhirnya, menggunakan mobil warga,” ujar Markus. Korban sempat menjalani perawatan intensif akibat luka berat di bagian kepala. Namun nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 6 Mei 2026. -
Kabar Dugaan Pengeroyokan Picu Emosi Keluarga
Meninggalnya korban memicu emosi keluarga dan warga di Kelurahan Berbas Pantai. Hal itu dipicu beredarnya informasi yang menyebut korban diduga menjadi korban pengeroyokan sebelum meninggal dunia. Akibat isu tersebut, massa sempat mendatangi lokasi kejadian setelah pemakaman korban.
Situasi memanas hingga pohon mangga di lokasi kejadian dipotong oleh warga. Tidak hanya itu, dalam kericuhan tersebut seorang warga sekitar juga diduga menjadi korban penganiayaan massa. Peristiwa itu bahkan terekam kamera CCTV yang kini turut menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian. -
Polisi Tangani Dua Laporan Sekaligus
Ipda Markus menjelaskan bahwa saat ini polisi menangani dua laporan sekaligus terkait rangkaian kejadian tersebut. Laporan pertama berkaitan dengan kematian korban, sementara laporan kedua mengenai dugaan penganiayaan terhadap warga pasca kejadian.
“Keterangan yang disampaikan kepada keluarga berbeda dengan yang kami dapat dari saksi di lapangan. Saksi tidak melihat adanya pengeroyokan,” ujarnya. Selain memeriksa para saksi, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP.
Petugas turut mengumpulkan hasil pemeriksaan medis korban, termasuk hasil CT Scan selama korban menjalani perawatan di rumah sakit. CT Scan atau Computed Tomography Scan merupakan metode pemeriksaan menggunakan pencitraan sinar-X untuk melihat kondisi organ tubuh secara detail, termasuk mendeteksi cedera di bagian kepala.
Hingga kini proses penyelidikan masih terus berjalan. “Semua masih dalam proses penyelidikan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” pungkas Markus.





