Mengenal Kedera Kecil, Burung Pantai yang Unik
Kedera kecil atau red-necked phalarope adalah jenis burung pantai yang memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan burung pantai pada umumnya yang tinggal di daratan atau wilayah pesisir, kedera kecil justru hidup di laut lepas dan mengapung terombang-ambing layaknya burung laut. Mereka dikenal dengan berbagai sifat dan kebiasaan yang membuat mereka menonjol dari spesies lain.
Berikut ini adalah tujuh fakta unik tentang kedera kecil:
1. Jenis Burung Kedera Paling Kecil
Kedera kecil atau Phalaropus lobatus merupakan jenis burung pantai berukuran kecil yang berbiak di belahan Bumi utara dan bermigrasi ke laut tropis di selatan. Dengan panjang sekitar 18 sentimeter dan berat tubuh antara 20–48 gram, kedera kecil menjadi jenis burung kedera yang paling kecil dibandingkan dengan kedera merah dan kedera besar. Meski ukurannya kecil, kedera kecil memiliki kehidupan yang sangat dinamis dan unik.
2. Di Indonesia Dikenal dengan Nama Kaki Rumbai

Di Indonesia, kedera kecil juga dikenal dengan nama kaki rumbai. Mereka memiliki gaya hidup yang unik untuk ukuran burung pantai. Kedera kecil senang berenang di laut lepas dan memiliki kaki berselaput serta bercuping. Selaput pendek di antara pangkal jari-jari kaki depan memungkinkan mereka bergerak lebih mudah di air. Keempat jari kaki mereka juga melebar dan memiliki pinggiran bersisik seperti cuping, mirip dengan jari kaki burung mandar hitam atau coot.
3. Tunjukkan Dimorfisme Seksual Terbalik

Gak seperti hewan pada umumnya, kedera kecil menunjukkan dimorfisme seksual terbalik (reverse sexual dimorphism). Itu artinya, kedera kecil betina berukuran lebih besar dari jantan dan punya warna lebih tajam. Saat musim kawin, betina berwarna abu-abu gelap dengan leher cokelat kemerahan. Jantan tampil mirip, tapi dengan warna yang tidak begitu tajam. Bahkan, betina yang lebih besar akan mencari dan memperebutkan jantan. Setelah telur menetas, jantan akan tetap bersama anak-anak mereka, sementara betina sudah mulai terbang bermigrasi.
4. Habiskan Musim Dingin di Lautan Indonesia

Meskipun paling kecil, kedera kecil merupakan jenis burung kedera yang tersebar paling luas sekaligus berjumlah paling banyak. Menurut informasi dari BirdLife DataZone, kedera kecil berbiak di wilayah Arktik dari Amerika Utara dan Eurasia. Saat musim dingin, ia migrasi ke perairan terbuka di lepas pantai tengah–barat Amerika Selatan, Laut Arab, bagian tengah Indonesia sampai barat Melanesia. Di antara ketiga spesies burung kedera, hanya kedera kecil yang bisa ditemukan di Indonesia. Kedera kecil termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia. Saat musim dingin di laut Indonesia, kedera kecil berwarna abu-abu dan putih.
5. Burung Pantai yang Hidup di Laut Lepas

Kedera kecil sangat unik di antara burung pantai pada umumnya. Mereka menjadi burung pantai yang hidup di laut (oceanic shorebird). Saat musim dingin, kedera kecil hidup di laut lepas. Menurut laman BirdWeb, kedera kecil bisa menghabiskan 9 bulan penuh dalam sekali waktu di laut lepas. Saat mengapung bebas di laut, kedera kecil sering terlihat berkelompok dalam jumlah besar. Karena hidup di laut lepas, mereka memiliki kelenjar garam layaknya burung laut. Selain itu, kedera kecil juga dibekali dengan lapisan bulu halus tebal yang berfungsi untuk memerangkap udara agar tubuh mereka bisa mengapung dan tahan air.
6. Makan Serangga Air Sampai Plankton

Saat musim kawin, kedera kecil makan serangga, cacing, siput, dan biji-bijian di dekat danau, lahan basah, sampai zona riparian. Saat musim dingin, mereka beralih makan plankton, krustasea, dan ikan-ikan kecil di laut lepas. Burung ini senang mencari makan di wilayah laut dengan banyak plankton. Oleh karena itu, kedera kecil sering terlihat bergerombol di zona arus naik atau upwelling.
7. Berputar-Putar Aneh di Laut Lepas

Kedera kecil mencari makan sambil berjalan mengarungi air dan berenang. Kalau di laut lepas, mereka berburu hanya terbatas dengan berenang. Karena punya daya apung ekstra, kedera kecil gak bisa menyelam. Lalu, bagaimana cara kedera kecil mencari makan di laut? Di sinilah keunikan lain kedera kecil. Burung ini akan berenang berputar cepat dalam lingkaran kecil sampai menciptakan pusaran air. Pusaran air ini mengangkat makanan, seperti plankton, ke area permukaan yang cukup dekat untuk bisa dijangkau dengan paruh mereka.
Menariknya lagi, New Hampshire Audubon mengungkap kalau tiap kedera kecil punya kesukaan sendiri apakah berputar searah jarum jam ataukah berlawanan jarum jam. Yang pasti, mereka tak pernah punya keduanya. Bisa kamu bayangkan sendiri gerombolan besar kedera kecil berjumlah ratusan ekor kompak berputar-putar asyik di laut lepas. Sungguh burung yang unik, bukan?





