Jumlah Pangkalan Udara Internasional yang Dimiliki Negara-Negara di Dunia
Pertanyaan tentang jumlah pangkalan udara internasional yang dimiliki suatu negara mungkin terdengar sederhana, tetapi jawabannya bisa sangat rumit. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti definisi “internasional”, status wilayah, dan kebijakan militer suatu negara. Berikut adalah penjelasan mengenai jumlah pangkalan udara internasional yang dimiliki beberapa negara besar di dunia.
Amerika Serikat
Amerika Serikat memiliki jaringan pangkalan udara luar negeri terbanyak dan paling luas secara global. Angkatan Udara AS memiliki lebih dari 45 pangkalan udara yang berada di luar wilayah kedaulatan AS. Beberapa pangkalan yang terkenal antara lain:
- Pangkalan Udara Ramstein (Jerman)
- Kadena (Jepang)
- Osan (Korea Selatan)
- Al Udeid (Qatar)
- Incirlik (Turki)
- Aviano (Italia)
- RAF Lakenheath (Inggris)
Selain itu, AS juga memiliki pangkalan rotasi di Australia, Norwegia, Filipina, dan sejumlah lokasi lainnya. Pangkalan rotasi adalah fasilitas militer di luar negeri yang tidak bersifat permanen, melainkan digunakan secara bergantian (rotasi) oleh pasukan suatu negara untuk latihan, operasi, atau penempatan sementara.
Angkatan Laut dan Korps Marinir AS juga memiliki stasiun udara luar negeri utama serta pusat penerbangan ekspedisi di Jepang, Bahrain, Italia, Spanyol, Djibouti, dan lokasi lainnya. Mereka juga memiliki akses ke fasilitas di Singapura. Salah satu stasiun yang kerap menjadi sorotan adalah Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantánamo di Kuba, yang berdiri di atas lahan sewaan dari pemerintah Kuba.
Inggris
Inggris masih mempertahankan sejumlah pangkalan udara di luar negeri sebagai warisan kolonial. RAF memiliki pangkalan udara di:
- Kepulauan Falkland
- Pulau Ascension
- Gibraltar
- Siprus, melalui Pangkalan Militer Berdaulat Akrotiri
Inggris juga memiliki kehadiran militer di Qatar dan Uni Emirat Arab. Selain itu, Inggris mempertahankan pangkalan pelatihan di Kenya dan Kanada, meskipun fasilitas tersebut bukan pangkalan udara RAF dalam arti penuh. Dalam beberapa tahun terakhir, RAF meningkatkan kehadirannya di negara-negara seperti Estonia dan Polandia melalui rotasi NATO.
Prancis
Angkatan Udara Prancis memiliki pengaruh global yang luas, dengan jaringan yang berpusat pada wilayah dan departemen seberang laut serta bekas koloni Prancis di Afrika. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran militer Prancis di Afrika mengalami tekanan besar, sehingga Paris menarik sebagian besar pasukannya dari benua tersebut. Meski demikian, Prancis masih mempertahankan pangkalan berskala lebih kecil di Djibouti dan Gabon.
Prancis juga memiliki kehadiran permanen di Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab. Selain itu, Prancis mempertahankan kehadiran militer di wilayah luar negerinya, termasuk Reunion, Kaledonia Baru, Polinesia Prancis, dan Guyana Prancis.
Rusia
Situasi Rusia terkait pangkalan udara internasional tergolong rumit. Pangkalan yang cukup jelas antara lain:
- Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah
- Bandara Erebuni di Armenia
- Pangkalan Udara ke-999 di Kirgistan
- Baranovichi di Belarus
- Kambala di Kazakhstan
Rusia juga mengoperasikan Pangkalan Militer ke-7 yang mencakup lapangan terbang Bombora di Abkhazia. Rusia mengakui Abkhazia sebagai negara merdeka, meskipun secara internasional wilayah tersebut dianggap bagian dari Georgia. Keberadaan Rusia di Afrika juga masih samar, dengan operasi kelompok tentara bayaran Wagner yang kini digantikan oleh Korps Afrika.
Negara Lain: China, Turki, dan Singapura
Pangkalan udara internasional China relatif terbatas. China memiliki beberapa fasilitas di Djibouti, sementara landasan pacu di Kepulauan Spratly dan Paracel berada di wilayah sengketa di Laut China Selatan. China juga memiliki akses ke pangkalan udara di negara-negara seperti Pakistan.
Turki memiliki kehadiran angkatan udara yang signifikan di Pangkalan Udara Gecitkale di Siprus Utara, yang dianggap Turki sebagai negara merdeka, meskipun secara internasional diakui sebagai bagian dari Siprus. Singapura juga memiliki pangkalan udara internasional, meski didirikan dengan motif berbeda. Karena keterbatasan wilayah, Angkatan Udara Singapura menempatkan dan melatih pesawatnya di lokasi seperti Guam, Australia, dan Thailand.
Mengapa Amerika Serikat Memiliki Begitu Banyak Pangkalan Udara?
Perbedaan dalam jumlah pangkalan udara luar negeri AS dibandingkan negara lain berakar pada satu faktor utama. Amerika Serikat menyesuaikan strategi militernya dengan ambisi globalnya, sementara negara lain umumnya memanfaatkan pangkalan udara untuk memperkuat dominasi regional. Di Eropa, pangkalan AS mendukung operasi NATO dan menjadi pencegah bagi Rusia. Di Timur Tengah, pangkalan tersebut membantu AS mempertahankan pengaruh regional. Sementara di kawasan Indo-Pasifik, pangkalan udara AS memungkinkan pengawasan ketat terhadap China, terutama terkait Taiwan, sekutu dekat AS yang menjadi sumber ketegangan.
