Penyebab Keguguran Saat Hamil yang Perlu Diketahui
Kelahiran seorang bayi merupakan momen yang sangat dinantikan oleh setiap orang tua. Namun, terkadang harapan tersebut bisa pupus karena bayi dalam kandungan mengalami keguguran. Hal ini tentu sangat menyakitkan dan menyesakkan bagi ibu hamil. Meskipun sudah menjalani kehidupan sehat secara teratur, banyak ibu hamil yang bertanya-tanya apa penyebabnya sehingga janin tidak dapat bertahan.
Keguguran bisa terjadi pada masa awal kehamilan maupun saat mendekati kelahiran. Salah satu faktor yang bisa memicu keguguran adalah cedera pada ibu hamil. Meski terdengar sepele, cedera tersebut bisa meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, infeksi atau penyakit tertentu juga bisa menjadi pemicu utama keguguran. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering menjadi penyebab keguguran saat hamil.
Deretan Penyakit Pemicu Keguguran Saat Hamil
-
Infeksi TORCH
Infeksi TORCH (Toxoplasma, Others infections, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes) merupakan salah satu penyebab utama keguguran. Virus dan parasit dalam kelompok ini dapat menyerang janin melalui plasenta dan menyebabkan gangguan perkembangan, cacat lahir, hingga keguguran. Jika tidak dicegah, infeksi ini juga bisa membuat ibu sulit hamil kembali. Untuk mencegahnya, penting untuk menjaga kebersihan makanan, menghindari konsumsi daging mentah, serta melakukan pemeriksaan TORCH sejak awal kehamilan. Jika sudah terinfeksi, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengurangi risiko infeksi lebih lanjut. -
Kekurangan Gizi

Kekurangan gizi adalah penyebab keguguran yang umum. Asupan nutrisi yang tidak cukup dapat menyebabkan janin tidak memperoleh zat gizi yang dibutuhkan, sehingga kondisinya melemah dan sulit bertahan. Indikator kekurangan gizi antara lain berat badan yang sulit naik atau bahkan menurun. Selain itu, gizi buruk juga bisa menyebabkan anemia pada ibu hamil, yang meningkatkan risiko keguguran. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang selama masa kehamilan. -
Antifosfolipid Syndrome (APS)

Antiphospholipid Syndrome (APS) adalah penyakit autoimun yang menyebabkan darah mudah membeku. Pembekuan darah berlebihan bisa terjadi pada plasenta, menghasilkan gumpalan kecil yang menghalangi pasokan nutrisi dan oksigen ke janin. Hal ini sering kali menyebabkan keguguran berulang. Untuk mengelola APS, biasanya dokter merekomendasikan penggunaan obat pengencer darah seperti heparin atau aspirin dosis rendah. Dengan pengawasan medis yang tepat, banyak ibu hamil dengan APS tetap bisa melanjutkan kehamilannya dengan aman. -
Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi IMS seperti klamidia, gonore, dan sifilis bisa menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi, sehingga mengganggu proses implantasi janin. Jika tidak ditangani, infeksi ini bisa menular kepada janin dan menyebabkan komplikasi serius seperti kelahiran prematur atau keguguran. Oleh karena itu, pemeriksaan IMS wajib dilakukan sebelum dan selama masa kehamilan. Jika teridentifikasi, dokter akan merekomendasikan pengobatan antibiotik yang tepat untuk mencegah penularan. -
Infeksi Listeriosis

Infeksi listeriosis bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan mentah atau belum dipasteurisasi, seperti keju lunak dan produk daging olahan. Bakteri listeria monocytogenes ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan keguguran. Untuk mencegahnya, ibu hamil disarankan menghindari makanan berisiko tinggi, memastikan makanan dimasak matang, dan menjaga kebersihan dapur. -
Penyakit Lupus

Penyakit lupus adalah kondisi autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh sendiri. Penyakit ini bisa memengaruhi plasenta dan menyebabkan janin kekurangan oksigen dan nutrisi, yang berpotensi meningkatkan risiko keguguran. Ibu hamil dengan lupus perlu menjalani kehamilan di bawah pengawasan ketat dokter spesialis. Dengan pengobatan yang teratur dan kontrol medis rutin, kondisi kesehatan bisa terjaga dan risiko komplikasi bisa diminimalkan. -
Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid gagal menghasilkan hormon yang cukup untuk mengendalikan metabolisme tubuh. Hormon tiroid sangat penting untuk perkembangan janin. Kekurangan hormon ini bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan meningkatkan risiko keguguran. Penting bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid sebelum dan selama kehamilan. Jika terdeteksi kelainan, dokter akan memberikan pengobatan berupa terapi hormon.
FAQ Seputar Penyakit Pemicu Keguguran Saat Hamil
Apakah diabetes dan hipertensi dapat memicu keguguran?
Diabetes yang tidak terkontrol dan hipertensi bisa memicu keguguran. Diabetes merusak pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke janin, sedangkan hipertensi dapat menyebabkan komplikasi pada plasenta.
Apa tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai?
Tanda-tanda keguguran meliputi perdarahan vagina, kram perut parah, dan keluarnya jaringan plasenta. Jika Mama mengalami hal ini, segera cari pertolongan medis.
Bagaimana cara mencegah keguguran yang disebabkan oleh penyakit?
Untuk mencegah risiko keguguran, penting untuk mengontrol penyakit yang diderita, menjaga gaya hidup bersih, melakukan vaksinasi rubella sebelum kehamilan, dan rutin berkonsultasi dengan dokter selama masa kehamilan.





