Kegiatan Sosial Volunteering Mahasiswa dan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana

Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Dr. Heri Budianto, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridarma perguruan tinggi. Khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang kontribusi nyata bagi mahasiswa magister yang telah memiliki pengalaman profesional.

Acara yang berlangsung di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat dengan tema “Digital Wise Generation: Cerdas, Kreatif, dan Kritis” menunjukkan komitmen akademik untuk berkontribusi langsung dalam pembentukan karakter generasi muda di era digital. Kegiatan ini diikuti oleh 74 mahasiswa magister yang didampingi oleh 14 dosen, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam membangun pemahaman tentang pentingnya literasi digital dan keterampilan komunikasi.

Dengan tema Digital Wise Generation, Universitas Mercu Buana berupaya menciptakan generasi muda yang cerdas dalam menyaring informasi, kreatif dalam memanfaatkan teknologi, serta kritis dalam berpikir dan mengambil keputusan. Pendekatan ini dinilai sangat penting di tengah tantangan dunia digital yang penuh informasi namun juga rentan terhadap misinformasi.

Acara yang digelar pada Jumat 6 Februari 2026 ini juga dihadiri oleh Camat Jatiluhur Al Idrus Nurhasan, Kepala Sekolah SMAN Jatiluhur 1 H. Kasid, M.Pd, serta jajaran Universitas Mercu Buana. Di antaranya adalah Wakil Rektor III Dr. Irmulansati, SH. M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Prof. Dr. Ahmad Mulyana, Wakil Dekan Melly Ridaryanthie, PHD, ketua Prodi Magister Fikom UMB Dr. Heri Budianto beserta Sekretaris Prodi Fikom UMB Dr. Afdal Makkuraga.

Dr. Heri Budianto menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari Tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang kontribusi nyata bagi mahasiswa magister. Menurutnya, mahasiswa magister Ikom adalah para profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja dan juga mereka yang melanjutkan dari S1. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya mengembangkan perspektif akademik, tetapi juga menyalurkan pengalaman dan kompetensinya untuk memberi manfaat langsung bagi generasi muda.

Bagi mahasiswa yang belum memiliki pengalaman kerja, acara ini bisa menjadi penyaluran ilmu yang didapat selama ini. Heri Budianto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sistem edukasi praktis untuk Generasi Muda. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam 9 kelompok, masing-masing didampingi dosen pembimbing.

Setiap kelompok menyampaikan materi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan remaja masa kini, seperti tips membangun kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi di depan umum, gaya hidup sehat, literasi digital untuk tuntunan penggunaan media sosial secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, serta strategi persiapan akademik dan non akademik untuk menembus beasiswa pendidikan tinggi. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, serta berbagi pengalaman, sehingga siswa tidak hanya menerima teori tetapi juga praktik langsung.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Jati Luhur, H. Kasidi, M.PD, berharap bahwa kegiatan ini bisa membuka wawasan para siswa. SMA ini adalah satu-satunya sekolah menengah atas di daerah Jatiluhur dan merupakan sekolah penyangga di wilayah ini. Dalam sambutannya, ia berharap akan lebih banyak anak-anak yang bisa belajar dari para profesional di bidangnya.

Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa magister, tetapi juga wujud nyata pengabdian dosen dan mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter pelajar yang adaptif di era digital.

Dekan Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ahmad Mulyana, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi perubahan zaman. Ia menilai bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia akademik dan sekolah dalam membangun karakter generasi yang cerdas, kreatif, dan kritis. Literasi digital, komunikasi, serta pola pikir sehat menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi masa depan.

Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai jembatan antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah, sehingga peran akademisi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi hadir langsung memberikan dampak positif.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version