Situasi di Selat Hormuz Tahun 2026: Akses Kapal yang Terbatas dan Perbedaan Negara
Selat Hormuz, jalur laut paling penting di dunia, kembali menjadi perhatian global pada Maret 2026. Setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara lain, otoritas Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mulai menerapkan sistem “jalur selektif” bagi kapal-kapal yang ingin melintas. Sistem ini menentukan akses berdasarkan hubungan diplomatik dan kepentingan strategis.
Daftar Negara Prioritas yang Dapat Izin Resmi
Hingga akhir minggu pertama Maret 2026, beberapa negara mendapatkan akses prioritas untuk melintas selat. Berikut daftar negara yang telah diizinkan:
- China: Mendapatkan prioritas utama (VVIP). Kebijakan ini mencerminkan kemitraan strategis antara China dan Iran.
- Rusia: Dianggap sebagai mitra strategis. Kapal-kapal Rusia bisa melintas dengan lebih mudah.
- India: Setelah melalui negosiasi intensif, sekitar 20-an kapal tanker India berhasil melewati selat.
- Irak: Masih diberi akses karena ketergantungan geografis dan pasokan energi yang saling mengikat.
- Pakistan: Hubungan regional tetap terjaga, sehingga kapal Pakistan diizinkan melintas.
- Bangladesh: Masuk dalam daftar negara sahabat dan diberikan akses.
- Thailand: Sukses meloloskan satu kapal tanker milik Bangchak Corporation setelah koordinasi dengan IRGC.
Sementara itu, beberapa negara lain masih dalam proses negosiasi atau verifikasi:
- Jepang: Masih dalam tahap negosiasi. Meskipun ada sinyal positif, belum ada laporan tentang kapal Jepang yang melintas secara rutin.
- Turki: Sebagian kapal sudah diizinkan, namun sebagian lainnya masih tertahan untuk verifikasi kru dan kargo.
- Korea Selatan: Masih dalam proses negosiasi.
Negara Asia Lain yang Juga Berhasil Melintas
Tidak hanya negara besar, beberapa negara Asia lain juga masuk dalam “daftar hijau” otoritas Iran. Berikut adalah beberapa contohnya:
- Pakistan: Secara resmi diizinkan melintas sebagai bagian dari hubungan regional yang baik.
- Bangladesh: Dianggap sebagai negara sahabat dan diberikan akses.
- Thailand: Menjadi sorotan setelah berhasil meloloskan kapal tanker milik Bangchak Corporation melalui diplomasi sukses.
- Turki: Beberapa armada Turki baru saja mendapatkan izin sebagian, namun masih ada yang tertahan.
- Jepang: Masih dalam tahap negosiasi yang cukup alot.
Update Terbaru Soal Nasib Kapal Pertamina
Sayangnya, posisi Indonesia saat ini masih belum seberuntung Thailand atau India. Hingga 27 Maret 2026, dua kapal tanker raksasa milik Pertamina, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan masih tertahan atau berlabuh di area aman Teluk Arab. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pemerintah masih melakukan lobi intensif agar kapal-kapal tersebut bisa segera melintas. Status Indonesia saat ini masih dalam tahap verifikasi diplomatik untuk memastikan keselamatan kru sebelum mendapatkan izin resmi dari pihak otoritas selat.







