Kondisi Terkini Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Dua kapal tanker milik Pertamina, yaitu PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih belum dapat melewati Selat Hormuz hingga Jumat (27/3/2026). Kedua kapal ini terjebak di perairan Teluk Arab sejak awal Maret 2026. Berdasarkan informasi dari situs MarineTraffic, Pertamina Pride terdeteksi berada di sebelah utara Kota Dammam, Arab Saudi, sementara Gamsunoro berada di dekat pesisir Kuwait dan Irak.
Menurut pernyataan dari Pertamina International Shipping, Kamis (26/3/2026), Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga. Vega Pita, Pjs. Sekretaris Korporat Pertamina International Shipping, menyampaikan bahwa keselamatan kru dan kargo menjadi prioritas utama. “Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi dalam negeri,” ujarnya melalui akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia saat ini masih melakukan komunikasi dengan otoritas Iran agar dua kapal Pertamina tersebut diizinkan melintasi Selat Hormuz. Negosiasi dilakukan guna memperoleh izin bagi kedua kapal yang membawa stok bahan bakar minyak (BBM) untuk melintasi celah perairan sempit tersebut.
Kabar Terbaru: Iran Beri Lampu Hijau
Kabar terbaru pada Jumat (27/3/2026) malam menyebutkan bahwa kedua kapal Pertamina, yaitu PIS VLCC dan Gamsunoro, telah melakukan persiapan teknis untuk melintasi Selat Hormuz. Persiapan ini dilakukan setelah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bernegosiasi dengan Pemerintah Iran untuk meminta izin melayarkan kedua kapal tersebut.
“Terkait status kapal Pertamina, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Tehran sejak awal terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait di Iran,” jelas juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Jumat (27/3/2026) malam. Otoritas Iran memberi tanggapan positif, sehingga persiapan teknis dan operasional kedua kapal melewati Selat Hormuz bisa segera dilaksanakan.
Bila situasi tetap berjalan positif, kedua kapal segera dilayarkan. “Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran, yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,” jelas Yvonne.
Persyaratan dari Iran untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Sebelumnya, Kemlu Iran menyampaikan nota persyaratan bagi kapal yang ingin melintas ke Organisasi Maritim Internasional (IMO). Poin penting dalam nota tersebut adalah bahwa kapal-kapal non-hostile diperbolehkan melintas, selama mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan.
“Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang,” bunyi nota tersebut sebagaimana dilaporkan AFP, Selasa (24/3/2026).
Keamanan Kru dan Muatan Kapal
Sebelumnya, dua kapal Pertamina masih terjebak di laut Arab sejak awal Maret 2026 dan belum bisa bergerak keluar dari sana. Kru, kapal, dan muatannya dipastikan aman. “Kondisi geopolitik memanas, 2 kapal PIS masih berada di Teluk Arab. Hingga 12 Maret 2026, dua kapal tanker PIS, VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di perairan Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz. Seluruh kapal dan kru dalam kondisi aman,” jelas akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping.




