Pulau Sumba: Surga Wisata yang Menyimpan Keindahan Alam dan Budaya
Pulau Sumba, dengan luas sekitar 11.000 kilometer persegi, terus menciptakan imaji baru yang menarik bagi para pengunjung. Tidak hanya budayanya yang kaya akan nilai-nilai tradisional, alam Sumba juga menyajikan eksotisme yang tak pernah habis untuk dijelajahi. Banyak selebriti tanah air hingga pesohor dunia pernah berkunjung ke pulau ini, yang dikenal sebagai salah satu pulau terindah di dunia oleh sebuah majalah Jerman pada tahun 2018.
Pulau Sumba terdiri dari empat kabupaten, yaitu Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Untuk berkunjung ke sini, wisatawan dapat menggunakan jalur laut melalui Bali atau penerbangan yang memerlukan transit, baik di Denpasar maupun Kupang. Dari Jakarta, penerbangan ke Denpasar memakan waktu sekitar 1 jam 50 menit, sedangkan ke Kupang sekitar 3 jam. Setelah itu, penerbangan dari Denpasar ke Sumba dan Kupang ke Sumba memakan waktu sekitar 60 menit. Di Sumba sendiri, terdapat dua bandara, yaitu Bandara Tambolaka dan Bandara Umbu Mehang Kunda, yang melayani penerbangan dari maskapai seperti Nam Air dan Wings Air. Harga tiket dari Jakarta sekitar Rp 2 juta per penumpang.
Keindahan Sumba tidak hanya terletak pada alamnya, tetapi juga pada budaya yang masih terjaga. Berikut adalah tujuh destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi:
1. Bukit Lendongara
Bukit Lendongara, yang dikenal juga sebagai Bukit LDR, berada di Desa Karuni, Kecamatan Loura. Jarak dari Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, sekitar 20 kilometer. Meski jalan menuju bukit ini tidak terlalu mulus, pemandangan di puncak bukit membuat lelah terbayar. Lanskap perbukitan hijau dengan latar belakang laut membuat tempat ini cocok untuk foto. Warga setempat menyebut nama Bukit Landongara sebagai warisan leluhur mereka, dan mereka berharap pengunjung menjaga kebersihan bukit tersebut.
2. Pantai Kita Mananga Aba

Letak Pantai Kita Mananga Aba berada di utara, dekat dengan Bukit LDR. Dari Tambolaka, jaraknya sekitar 10 kilometer. Di pantai ini, terdapat empat bangunan kecil beratap alang-alang yang bisa digunakan untuk berteduh. Pengunjung juga bisa menikmati kopi dan makanan enak di Kafe Hotel Mario yang berjarak sepelemparan batu dari pantai. Lokasi pantai ini dekat dengan Bandara Tambolaka, sehingga mudah diakses.
3. Pantai Marosi

Pantai Marosi berada di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. Jarak dari Kota Waikabubak sekitar 32 kilometer. Meskipun jalan menuju pantai ini rusak, keindahan air yang jernih dan pasir putih membuat perjalanan terasa sepadan. Batu karang besar yang menjorok ke laut memberikan ciri khas tersendiri. Pantai ini juga dikelilingi oleh savana dan pepohonan kelapa yang tumbuh menjulang.
4. Kampung Adat Waru Wora

Kampung Adat Waru Wora berada di Desa Patijala Bawa, Kecamatan Lamboya. Terdapat 35 rumah adat yang dihuni oleh 102 kepala keluarga. Rumah-rumah ini memiliki atap yang menjulang seperti menara dan dibangun menggunakan bambu serta alang-alang. Kampung ini sering dikunjungi oleh wisatawan asing dan peneliti budaya. Namun, kekurangan listrik menjadi tantangan bagi warga setempat.
5. Bukit Cendana

Bukit Cendana berada di Desa Cendana, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Jarak dari Waibakul sekitar 42 kilometer. Jalan menuju bukit ini sangat mulus, dan pemandangan dari atas bukit sangat indah. Area bukit ini ditata dengan baik, termasuk ornamen dari bambu dan botol bekas air mineral. Pengunjung bisa bersantai di pondok yang disediakan sambil menikmati pemandangan.
6. Situs Budaya Lambanapu

Situs Budaya Lambanapu berada di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Situs ini telah menjadi tempat penelitian arkeolog sejak tahun 1989. Banyak temuan sejarah seperti kerangka manusia, tempayan kubur, dan manik-manik ditemukan di situs ini. Meskipun situs ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, promosi dan pengelolaan masih perlu ditingkatkan.
7. Bukit Tenau
Bukit Tenau menawarkan pemandangan hamparan rumput hijau yang menyejukkan mata. Lokasi bukit ini berada di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera. Pemandangan yang ditawarkan lengkap, termasuk sawah, sungai, dan laut. Meskipun jumlah wisatawan mulai berkurang akibat pandemi, banyak artis dan warga lokal pernah berkunjung ke tempat ini.
Untuk menuju Bukit Tenau, wisatawan perlu mengikuti petunjuk jalan yang diberikan oleh warga lokal. Dengan kendaraan sewa seperti rental atau ojek, perjalanan bisa dilakukan dengan biaya sekitar Rp 100.000 untuk sepeda motor dan Rp 350.000 untuk mobil.





