Perjalanan Baru The Dudas Minus One ke Asia
The Dudas Minus One, yang terdiri dari Ariel NOAH, Desta, Gading Marten, dan Raffi Ahmad, telah merencanakan perjalanan baru setelah hampir tiga tahun menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, mereka ingin membawa pengalaman mereka ke luar negeri dengan mengunjungi sejumlah negara di kawasan Asia.
Alasan Memilih Asia
Ariel NOAH menyebutkan bahwa pilihan untuk melakukan perjalanan ke Asia bukan tanpa alasan. Ia merasa bahwa setelah cukup banyak menjelajahi Indonesia, saatnya untuk melihat lebih dekat negara-negara yang memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia. Baginya, perjalanan ini tidak hanya sekadar wisata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami persamaan dan perbedaan antar masyarakat di kawasan Asia.
“Kita pengin jalan-jalan ke Asia dulu karena kita serumpun, kita pengin mengerti apa persamaan kita sesama Asia ini,” ujar Ariel. Ia menambahkan bahwa melalui perjalanan ini, ia berharap bisa menemukan berbagai kesamaan sekaligus belajar dari keunikan masing-masing negara yang dikunjungi.
Menjelajahi Budaya dan Pariwisata
Selain budaya, sektor pariwisata juga menjadi fokus utama dalam rencana perjalanan The Dudas Minus One. Ariel ingin melihat bagaimana negara-negara Asia mengemas dan memperkenalkan potensi wisata mereka kepada dunia. “Kita mau lihat gimana cara mereka memperkenalkan pariwisata ke dunia, karena mungkin ada yang selangkah lebih maju, jadi kita bisa banyak belajar dan bertukar pikiran,” ujarnya.
Gading Marten menilai bahwa perjalanan ke Asia juga memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Ia berharap perjalanan ini dapat menjadi kesempatan bagi The Dudas Minus One untuk bertemu dengan warga Indonesia yang bekerja atau sekolah di negara-negara tujuan.
“Banyak juga saudara-saudara kita yang sekolah atau bekerja di beberapa daerah di Asia. Kita akan ke sana dan kumpul juga, siapa tahu kita bisa tanya apa masalah-masalah mereka di sana untuk dibantu,” katanya.
Fokus pada Edukasi dan Interaksi
Desta mengungkapkan bahwa rencana tur Asia sudah masuk dalam pembicaraan mereka. Ia menyebut perjalanan ini sebagai kelanjutan dari aktivitas The Dudas Minus One yang selama ini banyak mengangkat pariwisata dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah.
“Kita sudah keliling Indonesia, jadi kita hampir menjelajahi bagian pariwisata, dan banyak orang-orang yang pengin didatengin sama kita karena mengangkat pariwisata mereka juga,” lanjut Desta.
Raffi Ahmad menambahkan bahwa perjalanan mereka tidak hanya berfokus pada destinasi wisata. Dalam perjalanan sebelumnya, The Dudas Minus One juga berinteraksi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masyarakat, hingga komunitas lokal.
“UMKM juga, sama masyarakat hingga komunitas juga kemarin,” sahut Raffi. Ia menegaskan bahwa perjalanan yang dilakukan The Dudas Minus One juga memiliki sisi edukasi.
Membangun Pertemanan yang Positif
Selain edukasi, Raffi Ahmad menyebut perjalanan tersebut menjadi cara bagi mereka untuk memperluas pertemanan. Interaksi dengan orang-orang baru menjadi salah satu hal yang ingin mereka dapatkan dalam perjalanan ke Asia.
“Bisa kita bilang bersosialisasi, ingin menambah kawan, menambah sahabat,” kata Raffi. Ia berharap hubungan pertemanan yang terjalin di antara anggota The Dudas Minus One dapat menghasilkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Gading Marten menilai bahwa Asia sebagai kawasan yang memiliki kedekatan dengan Indonesia, meski setiap negara memiliki budaya dan karakter yang berbeda. Ia menilai persamaan di tengah perbedaan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.
“Asia ini lebih dekat dengan kita. Walaupun ada perbedaan tetapi pasti ada persamaan juga. Itu yang menjadi benang merah perjalanan kita,” tutur Gading.
Tantangan dan Harapan
Meski rencana tur Asia telah disampaikan, hingga kini belum diketahui negara mana saja yang akan menjadi tujuan The Dudas Minus One. Perjalanan tersebut disebut akan digelar dalam waktu dekat, melanjutkan aktivitas mereka setelah hampir tiga tahun berkeliling Indonesia.





