Oleh-Oleh Khas Pekalongan yang Tidak Biasa: Nastar Tempe
Pekalongan tidak hanya dikenal dengan batiknya, tetapi juga memiliki oleh-oleh unik yang patut dicoba. Salah satu camilan khas yang bisa dibawa pulang adalah nastar tempe. Berbeda dari nastar biasa, camilan ini menggabungkan rasa manis dengan sentuhan gurih dari tempe, menjadikannya pilihan yang menarik dan mengenyangkan.
Nastar tempe berasal dari Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, yang kini dikenal sebagai Kampung Tempe. Produk ini merupakan hasil inovasi UMKM lokal yang mengolah tempe menjadi tepung sebagai bahan utama nastar. Tak hanya lezat, nastar tempe juga memiliki nilai gizi lebih tinggi karena mengandung protein nabati dari tempe. Oleh-oleh ini cocok dibawa pulang karena tahan beberapa hari dan dikemas rapi.

Jika kamu sedang berlibur di Pekalongan dan ingin membeli oleh-oleh, berikut rekomendasi itinerary singkat untuk berburu oleh-oleh antimainstream:
-
10.00 WIB — Check-out Hotel & Perjalanan ke Kampung Tempe Kuripan
Setelah check-out dari hotel, perjalanan dilanjutkan menuju Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan. Lokasi ini dikenal sebagai sentra tempe sekaligus pusat produksi nastar tempe khas Pekalongan. -
10.20 WIB — Tiba di Rumah Produksi Nastar Tempe (UMKM Dzikriyah)
Lokasi: Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.
Fakta menarik: Nastar tempe dibuat dari campuran 60 persen tepung tempe dan 40 persen tepung terigu serta maizena. Tepung tempe dibuat dari tempe yang diparut lalu dikeringkan hingga menjadi bubuk. Usaha ini sudah berjalan sekitar tiga tahun dan masuk binaan UMKM Pemkot Pekalongan. Saat musim Lebaran, produksi bisa mencapai ratusan toples per pesanan.

Proses pembuatan singkat:
* Tempe diolah menjadi tepung tempe terlebih dahulu.
* Adonan dibuat dari margarin, butter, kuning telur, gula pasir, dan susu bubuk.
* Setelah tercampur, adonan diberi tepung tempe dan tepung terigu.
* Nastar dibentuk bulat lalu diisi selai nanas seperti nastar pada umumnya.
Keunggulan produk:
* Mengandung protein nabati lebih tinggi dibanding nastar biasa.
* Menggunakan tepung kemasan, bukan curah, sehingga kualitas lebih terjaga.
* Rasa tempe justru menjadi ciri khas yang membedakan dari nastar biasa.
- 10.50 WIB — Belanja Nastar Tempe untuk Oleh-oleh
Nastar tempe dijual dalam kemasan 200 gram dengan harga sekitar Rp 40.000 per toples. Selain nastar tempe, tersedia juga produk olahan lain seperti sagu tempe dan kue kering berbahan tempe. Pembelian sebaiknya dilakukan di pagi hingga siang hari karena produksi terbatas dan sering habis saat ramai. Oleh-oleh ini biasanya dibeli wisatawan untuk dibawa ke luar kota seperti Jakarta, Demak, dan Kudus.

-
11.20 WIB — Persiapan Perjalanan Pulang
Setelah belanja, perjalanan dilanjutkan menuju stasiun atau terminal sesuai moda transportasi yang digunakan. Waktu ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengemas oleh-oleh agar aman selama perjalanan. Jika masih ada waktu, kamu bisa mampir sebentar ke minimarket untuk membeli air minum atau camilan tambahan untuk dikonsumsi selama perjalanan pulang. Pastikan nastar tempe disimpan di tas khusus agar tidak hancur. -
12.00 WIB — Perjalanan Pulang ke Kota Asal
Perjalanan pulang menjadi penutup trip singkat berburu oleh-oleh khas Pekalongan. Dengan bujet terjangkau, kamu bisa membawa pulang camilan unik berbahan tempe yang jarang ditemukan di daerah lain.
Rincian estimasi dalam itinerary nastar tempe:
* Nastar Tempe: Rp 80.000
* Parkir: Rp 2.000
* TOTAL: Rp 82.000





