Fenomena Orang Minta-Minta di Jakarta Selatan
Baru-baru ini, muncul modus baru dalam praktik meminta-minta di wilayah Jakarta Selatan. Seorang pria terlihat berdiri di pinggir jalan sambil membawa kardus bertuliskan “Tolong bantu bensin pulang”. Aksi tersebut menjadi viral di media sosial karena sering muncul di berbagai titik di kawasan Jakarta Selatan.
Pria tersebut tampak berdiri di samping sepeda motornya, seolah-olah mengalami kehabisan bahan bakar. Ia kemudian meminta bantuan kepada pengendara yang melintas. Banyak warga menduga bahwa aksi ini adalah modus untuk meminta uang, karena pria tersebut muncul berulang kali di lokasi berbeda.
Seorang warganet mengaku pernah melihat lebih dari satu orang dengan pola serupa di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ia mempertanyakan alasan Satpol PP DKI terkesan membiarkan praktik itu terjadi.
“Sepanjang Kuningan sudah ada 2 yang kaya gini. Koq dibiarin Satpol PP DKI,” tulis @dinisinggih di Threads. Warganet lain juga mengklaim pernah melihat pria yang sama berada di perempatan lampu merah Rawasari selama beberapa hari berturut-turut pada waktu yang hampir sama. Menurut pengakuannya, pria tersebut datang dengan pakaian yang berbeda setiap hari.
“Ini foto 14 Januari di perempatan lampu merah Rawasari, saya lihat-lihat 3 hari berturut-turut dia ada disitu sekitar jam setengah 5 sore dengan baju yang beda-beda tiap hari. Bisa bisanya enggak ada bensin tapi bisa pulang ke rumah ganti baju dan balik lagi kesitu. Sembari saya nunggu TransJakarta di Rawasari 2x saya lihat dia disamperin temennya abis itu langsung jalan dah tuh motor, tanpa diisi bensinnya. Asemm bener! Ingetin platnya G3625KD,” tulis luluaffh.
Komika Gilang Bhaskara juga memberikan respons terkait fenomena tersebut. Ia mengaku pernah melihat sosok serupa di kawasan Rasuna Said. Ia menyebut pria tersebut tampak beberapa kali berada di lokasi yang berbeda dengan alasan yang sama.
“Beberapa hari lalu liat di daerah Rasuna Said, persis ini orangnya. Ternyata beliau sering abis bensin yaa,” tulisnya.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas pria tersebut maupun penjelasan soal dugaan praktik meminta-minta dengan modus kehabisan bensin.
Larangan Meminta-Minta dalam Islam
Meminta-minta atau mengemis termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Meminta-minta padahal seseorang mampu untuk bekerja menunjukkan sifat malas dan tak mau berusaha. Islam memerintahkan umatnya untuk senantiasa bekerja sekuat tenaga dalam mencari nafkah atau harta. Bekerja lebih mulia dan terhormat dibandingkan meminta-minta.
Dalil Larangan Meminta-Minta
Larangan meminta-minta disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya:
“Wahai Hakiim! Sesungguhnya harta itu indah dan manis. Barang siapa mengambilnya dengan berlapang hati, maka akan diberikan berkah padanya. Barang siapa mengambilnya dengan kerakusan (mengharap-harap harta), maka Allah tidak memberikan berkah kepadanya, dan perumpamaannya (orang yang meminta dengan mengharap-harap) bagaikan orang yang makan, tetapi ia tidak kenyang (karena tidak ada berkah padanya). Tangan yang di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (yang meminta).” (H.R. Bukhari).
Dalam hadits lain disebutkan:
“Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya.” (H.R. Bukhari).
Orang-orang yang beriman dan bertakwa, mereka menjaga diri dari meminta-minta meskipun sesungguhnya tidak punya harta.
“(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah sehingga dia tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 273).
Tiga Golongan yang Dibolehkan Meminta-minta
Meskipun meminta-minta dilarang dalam Islam, tetapi ada tiga golongan yang diperbolehkan meminta-minta.
“Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang: satu, seseorang yang menanggung utang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya. dua, seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup. dan tiga, seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qabishah adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.” (H.R. Muslim).
Dampak Buruk Meminta-minta
Larangan meminta-minta dalam Islam bukannya tanpa alasan, ada dampak buruk yang ditimbulkan dari meminta-minta.
-
Dibangkitkan tanpa Daging di Wajahnya
“Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
-
Meminta-minta Ibarat Memakan Bara Api
“Barang siapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (H.R. Ahmad).
-
Meminta-minta Seperti Mencakar-cakar Wajahnya
“Meminta-minta adalah seperti seseorang mencakar wajahnya sendiri kecuali jika ia meminta-minta pada penguasa atau pada perkara yang benar-benar ia butuh.” (H.R. An Nasai, At Tirmidzi, dan Ahmad).
Demikianlah larangan meminta-minta dalam Islam serta dampak buruknya. Semoga bermanfaat.





