Evaluasi Konsentrasi dan Perbaikan Strategi Jelang Laga Melawan PSM Makassar
Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar dalam persiapan menghadapi laga melawan PSM Makassar. Kekalahan 3-1 dari Persijap Jepara pada pekan ke-22 Super League 2025/2026 menjadi alarm berat bagi tim, terutama karena dua gol yang memperparah kekalahan tersebut terjadi di babak kedua. Hal ini menunjukkan penurunan konsentrasi dan daya tahan mental yang serius.
Masalah Konsentrasi di Babak Kedua
Dari total 23 kebobolan yang dialami Persebaya Surabaya musim ini, sebanyak 13 terjadi di babak kedua. Data menunjukkan bahwa:
- Menit 1-45: Tujuh gol
- Menit 45+ (injury time): Tiga gol
- Menit 46-90: Sepuluh gol
- Menit 90+: Tiga gol
Ini menunjukkan penurunan konsentrasi yang signifikan saat pertandingan memasuki fase krusial. Pola ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi berulang dan menjadi pekerjaan rumah serius untuk pelatih Bernardo Tavares.
Kesalahan Elementer yang Terus Berulang
Kekalahan dari Persijap Jepara semakin memperkuat masalah yang ada. Dua gol penentu dicetak oleh Alexis Nahuel Gómez pada menit ke-70 dan Iker Guarrotxena Vallejo pada menit 90+10. Kedua gol tersebut lahir setelah jeda, menunjukkan ketidakstabilan performa tim.
Pelatih asal Portugal itu menyatakan kekecewaannya atas kesalahan elementer yang dilakukan pemainnya. Menurutnya, lawan berhasil memanfaatkan peluang yang diberikan, termasuk dari situasi transisi setelah kehilangan bola serta situasi bola mati dan tendangan bebas.
Fokus pada Set Piece dan Transisi Negatif
Masalah serupa juga muncul pada laga sebelumnya melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Lini pertahanan Persebaya Surabaya kembali kebobolan dari skema bola mati. Dalam dua pertandingan terakhir, empat gol dari situasi set piece tercatat, yang menjadi fokus utama perbaikan.
Tavares juga menyoroti transisi negatif saat tim kehilangan bola. Menurutnya, momen itu kerap dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan cepat yang berujung gol.
Evaluasi Besar-Besaran Jelang Laga Kontra PSM Makassar
Evaluasi besar-besaran telah dilakukan oleh pelatih Bernardo Tavares menjelang laga melawan PSM Makassar. Beberapa prioritas utama yang harus diperbaiki antara lain:
- Perbaikan koordinasi lini belakang
- Fokus dalam mengantisipasi set piece
- Konsistensi sepanjang 90 menit
Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan yang harus dimaksimalkan. Dukungan Bonek diharapkan mampu memompa semangat pemain agar tampil lebih disiplin dan solid hingga peluit akhir.
Lawan yang Tidak Mudah Ditaklukkan
PSM Makassar tentu bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Jika kelemahan di babak kedua tidak segera dibenahi, Persebaya Surabaya berisiko kembali kehilangan poin dengan pola yang sama.
Oleh karena itu, duel pekan ke-23 bukan sekadar laga biasa. Pertandingan tersebut menjadi ujian mental sekaligus pembuktian hasil evaluasi Bernardo Tavares setelah 13 kali kebobolan di babak kedua musim ini.
Fokus pada Masa Depan
Persebaya Surabaya tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan di Jepara. Seperti ditegaskan sang pelatih, fokus kini hanya satu yakni bangkit dan kembali meraih kemenangan di hadapan publik sendiri.
“Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan,” pungkasnya.





