Penjelasan Lengkap tentang Sholat Ashar
Sholat Ashar merupakan salah satu dari lima sholat wajib yang harus dikerjakan oleh setiap muslim. Sholat ini memiliki peran penting dalam kehidupan seorang muslim, karena menjadi bagian dari kewajiban ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Sholat Ashar terdiri dari empat rakaat dan dilaksanakan dengan bacaan yang tidak dikeraskan (sir), sehingga mengandung makna kesabaran dan ketenangan.
Waktu Pelaksanaan Sholat Ashar
Secara umum, waktu pelaksanaan Sholat Ashar dimulai ketika panjang bayangan benda sama dengan panjang bendanya sendiri. Namun, waktu ini tidak termasuk saat matahari berada tepat di tengah langit. Di Indonesia, waktu tersebut biasanya jatuh pada sekitar pukul 15.00 WIB hingga sebelum masuk waktu Magrib.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa seseorang masih dianggap mendapatkan Sholat Ashar apabila sempat mengerjakan minimal satu rakaat sebelum matahari terbenam. Hal ini didasarkan pada hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa mendapatkan satu rakaat Sholat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapatkan Sholat Ashar.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).
Para ulama sepakat bahwa menunda Sholat Ashar hingga matahari mulai menguning, yaitu saat matahari hampir terbenam, adalah hal yang dimakruhkan. Waktu ini dianggap kurang baik karena menyerupai perilaku orang-orang munafik yang melalaikan sholat hingga akhir waktu.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat yang dilakukan di waktu tersebut adalah “sholatnya orang munafik, yang menunggu matahari hingga berada di antara dua tanduk setan, lalu ia berdiri dan sholat dengan cepat tanpa banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim).
Niat dan Tata Cara Sholat Ashar
Sebelum memulai Sholat Ashar, niat menjadi hal penting yang harus dibaca dengan tulus dan sungguh-sungguh. Berikut adalah niat untuk Sholat Ashar:
-
Niat Sholat Ashar sebagai Imam
اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli fardhol ‘ashri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku berniat shalat fardhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.” -
Niat Sholat Ashar sendiri
اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli fardhol ‘ashri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku berniat shalat fardhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.” -
Niat Sholat Ashar sebagai makmum
اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli fardhol ‘ashri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku berniat shalat fardhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’la.”
Tata Cara Sholat Ashar
Berikut adalah langkah-langkah tata cara Sholat Ashar:
-
Niat
Dengan hati yang tulus dan ikhlas, bacalah niat sesuai dengan posisi Anda (sebagai imam, sendiri, atau sebagai makmum). -
Takbiratul Ihram
Membaca takbir dengan suara keras, menunjukkan awal dimulainya sholat. -
Membaca doa Iftitah
Doa permulaan sholat yang membuka segala hal positif dalam ibadah. -
Membaca Al-Fatihah
Surat pertama dalam Al-Qur’an yang menjadi dasar dari semua sholat. -
Membaca ayat Al-Qur’an
Setelah Al-Fatihah, bacalah ayat pendek dari Al-Qur’an. -
Ruku’ dengan tumakninah
Melakukan ruku’ dengan tenang dan merendahkan diri kepada Allah, kemudian membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih
Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.” -
I’tidal dengan tumakninah
Kembali ke posisi berdiri dengan membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami Allahu liman hamidah
Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”
Kemudian lanjutkan dengan:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana walakal hamdu
Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian.” -
Sujud dengan tumakninah
Melakukan sujud dengan tenang dan membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal a’la wabihamdih
Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.” -
Duduk di antara dua sujud
Membaca doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.” -
Sujud lalu membaca
Kembali melakukan sujud dengan membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal a’la wabihamdih
Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
Pada rakaat kedua, sama seperti rakaat pertama, hanya saja ada duduk tasyahud awal. Bacaan tasyahud awal adalah:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ
الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi
Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Pada rakaat keempat, bacalah tasyahud akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah. Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim. Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.
Artinya: “Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. “Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”





