Program Tiket Hari Raya 2026: Solusi Mudik yang Lebih Efisien dan Nyaman
Menyambut momen Ramadhan dan Lebaran, tiket.com kembali menghadirkan program tahunan bertajuk Tiket Hari Raya (THR) yang dimulai sejak 16 Februari 2026. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat mengamankan kebutuhan perjalanan mudik lebih awal melalui penawaran diskon hingga 50 persen serta instant cashback mencapai Rp700 ribu.
Langkah ini diambil seiring tren yang menunjukkan kebutuhan akomodasi dan transportasi meningkat tajam menjelang hari raya. Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, menjelaskan persiapan matang diperlukan karena pergerakan pelanggan pada periode ini merupakan yang terbesar setiap tahunnya. Ia menilai Lebaran kini tidak hanya identik dengan mudik, tetapi juga momentum berwisata setelah hari raya.
“Sekarang sedang tren, setelah hari H biasanya langsung jalan-jalan. Hampir selalu begitu. Jadi sudah pasti kebutuhan saat Lebaran ini sangat meningkat,” ujar Gaery dalam Acara Press Conference & Buka Bersama tiket.com, di Jakarta, Senin (23/2/2026) lalu.
Berbagai Layanan yang Disediakan
Program THR tahun ini tidak hanya mencakup tiket pesawat, tetapi juga ekosistem perjalanan yang lebih luas, seperti tiket kereta api, hotel, sewa mobil, layanan jemput bandara, hingga tiket atraksi wisata. Tingkat hunian hotel selama Lebaran tercatat tinggi, baik untuk pemudik yang membutuhkan akomodasi di kampung halaman maupun wisatawan yang memanfaatkan libur panjang.
Gaery mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal agar memperoleh harga yang lebih kompetitif serta menghindari kehabisan kuota, terutama untuk destinasi dengan peminat yang tinggi.
“Jadi yang terbaik adalah kalau bisa kita mulai merencanakan. Perencanaan ini harapannya bisa mengamankan tiket lebih awal. Karena kalau misalnya kita beli tiketnya lebih awal, udah pasti secara garis besar harganya akan lebih baik,” ujarnya.

Perubahan Perilaku Konsumen
Sementara itu, dari sisi transportasi, terjadi pergeseran perilaku konsumen pada 2026. Jika sebelumnya banyak masyarakat memesan tiket mendekati hari keberangkatan (last minute), kini kecenderungan pemesanan lebih awal mulai meningkat. Director of Transportation tiket.com, Andi Hendrawan, mengungkapkan lonjakan pemesanan tiket pesawat sudah terlihat sejak Januari hingga Februari 2026 dengan kenaikan sekitar 50 persen. Sementara itu, pemesanan tiket kereta api meningkat hingga 56 persen.
Menurut Andi, stimulus dan insentif pajak dari pemerintah turut berperan dalam menjaga keterjangkauan harga tiket. “Dengan stimulus harga ini, kenaikan transaksi saat periode perjalanan Lebaran diumumkan meningkat signifikan, hampir dua kali lipat dibanding periode sebelumnya,” katanya.
Destinasi Favorit dan Harga Tiket
Rute menuju Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang masih menjadi favorit pemudik. Sementara itu, Denpasar tercatat sebagai destinasi utama bagi wisatawan yang memanfaatkan momentum Lebaran untuk berlibur.
Sebagai gambaran, tiket pesawat rute Jakarta–Yogyakarta ditawarkan tiket.com mulai Rp 650 ribuan, sementara Jakarta–Surabaya mulai Rp 900 ribuan. Untuk kereta api, rute Jakarta–Semarang tersedia di kisaran Rp 570 ribu dan Jakarta–Yogyakarta sekitar Rp 700 ribu.
Melalui program THR, tiket.com berharap masyarakat dapat mengelola anggaran mudik dan liburan secara lebih efisien, sehingga perjalanan menuju kampung halaman maupun destinasi wisata tetap nyaman tanpa membebani pengeluaran.
Solusi Baru: Fitur Tiket Down Payment (DP)
Untuk membantu perencanaan mudik jauh-jauh hari, tiket.com juga menghadirkan solusi terbarunya. Selama ini calon pemudik kerap menghadapi dilema antara mengamankan tiket saat harga masih terjangkau atau menunggu dana Tunjangan Hari Raya (THR) cair. Menjawab tantangan tersebut, tiket.com menghadirkan fitur Tiket Down Payment (DP) atau tiket uang muka.
Gaery menjelaskan fitur ini lahir dari pemahaman atas kendala waktu dan kesiapan dana yang sering dialami pelanggan. Banyak orang ingin memesan tiket jauh-jauh hari demi mendapatkan harga terbaik, namun belum memiliki dana penuh karena THR belum cair.
Melalui fitur ini, pelanggan dapat mengunci harga tiket (fixed price) meski baru membayar sebagian, sehingga harga tidak berubah dan alokasi kursi tetap terjamin. Menurut Gaery, fitur ini memberikan fleksibilitas sekaligus rasa tenang (peace of mind) karena tiket sudah pasti didapat meskipun pembayaran belum lunas.

Mekanisme Penggunaan Tiket DP
Saat ini fitur Tiket DP difokuskan untuk produk tiket pesawat, kata Andi Hendrawan. Menurutnya mekanisme penggunaannya dirancang sederhana melalui aplikasi. Konsumen cukup membayar uang muka sebesar 25 persen dari harga tiket untuk mengamankan pesanan, dan status tiket langsung terkonfirmasi di sistem.
“Pelanggan kemudian akan menerima notifikasi untuk melunasi sisa pembayaran dalam periode tertentu sebelum tanggal keberangkatan. Apabila pelunasan tidak dilakukan sesuai batas waktu yang ditentukan, pesanan akan otomatis dibatalkan oleh sistem, tapi uang DP hangus,” ujar Andi.
Dengan kemudahan tersebut, tiket.com berharap fitur Tiket DP dapat menjadi solusi finansial bagi masyarakat agar tetap bisa mudik dengan nyaman dan efisien, tanpa khawatir kehilangan tiket akibat keterbatasan dana di awal.





