Laufey, Pelantun “From the Start” Akan Tampil di Jakarta
Laufey, penyanyi yang dikenal dengan lagu “From the Start”, resmi mengumumkan konsernya di Jakarta. Acara tersebut akan digelar di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, pada 23 Mei 2026 mendatang. Konser ini merupakan bagian dari tur dunianya yang bertajuk A Matter of Time Tour. Sebagai pelopor Jazz Gen-Z, Laufey memiliki gaya musik yang menggabungkan genre modern dan klasik. Bakat seninya berasal dari keluarga musisi, terutama dari ibunya yang merupakan pemain biola profesional.
Keturunan Islandia-Tiongkok
Laufey Lín Bing Jónsdóttir lahir pada 23 April 1999 di Reykjavík, Islandia. Ia adalah putri dari pasangan Lin Wei dan Jón Sigurgeirsson. Ayahnya berasal dari Islandia, sedangkan ibunya dari Guangzhou, Tiongkok. Laufey dan keluarganya pernah tinggal di Washington, D.C., selama dua tahun sebelum kembali ke Reykjavík pada 2008. Selama masa kecilnya, ia sering berpindah antara Reykjavík, Washington, D.C., dan Beijing. Hal ini membuatnya merasa tidak memiliki rasa memiliki yang jelas.
“Tumbuh besar di begitu banyak tempat yang berbeda, membuatku kehilangan rasa memiliki. Aku adalah orang Tionghoa dan Islandia, tapi juga seorang gadis Amerika. Campuran semua hal yang berbeda itu membuatku tidak pernah merasa benar-benar menjadi bagian dari tempat mana pun,”
Lahir dan Tumbuh di Keluarga Musik

Laufey tumbuh dalam lingkungan musik. Ayahnya, meskipun bekerja sebagai eksekutif keuangan, sangat menyukai musik jazz. Ia sering memutar musik jazz di rumah, yang membuat Laufey tertarik pada genre tersebut. Sementara itu, ibunya adalah seorang pemain biola klasik yang menempuh pendidikan di Konservatorium Musik Pusat Tiongkok. Ia juga pernah menjadi anggota Orkestra Simfoni Islandia sejak tahun 1988 dan masih aktif hingga saat ini.
“Ibuku telah menjadi anggota orkestra selama hampir 30 tahun dan dia masih berlatih setiap hari untuk setiap konser. Ini bukan sesuatu yang bisa kamu tinggalkan setelah dewasa,”
Suka Kunjungi Kakek Nenek ke Tiongkok

Laufey sering menghabiskan liburan musim panas di Beijing untuk bertemu dengan kakek dan neneknya. Kedua orang tua kandungnya adalah profesor musik. Kakeknya adalah guru biola di Konservatorium Musik Pusat Tiongkok. Laufey sangat bersyukur karena bisa mengenal budaya Tiongkok dan memiliki wawasan yang luas.
“Kami pergi ke Beijing setiap musim panas. Kakek nenekku adalah musisi klasik dan mereka mengajar di banyak kota berbeda, jadi kami sering berkeliling Tiongkok.”
Tumbuh dengan Didikan Asia

Laufey tumbuh dengan didikan yang ketat dan tradisional ala Asian Mom. Berbeda dengan gaya asuh Islandia yang lebih santai, ia dibesarkan dengan pola pengasuhan Tiongkok yang lebih ketat. Meski begitu, ia merasa berbeda dari teman-temannya yang bisa main bebas sementara dirinya harus ikut les.
“Orang Islandia sangat santai. Anak-anak bebas bermain sejak usia dini; mereka mulai membuat keputusan sendiri sejak usia muda. Aku dibesarkan dengan gaya pengasuhan Tionghoa yang lebih tradisional. Orang tuaku, terutama ibuku, sedikit lebih ketat dalam hal-hal seperti berlatih alat musik.”
Punya Kembaran

Laufey memiliki kembaran perempuan bernama Junia Lín Hua Jónsdóttir. Keduanya sama-sama diajarkan musik oleh ibu mereka dengan bahasa Mandarin sejak kecil. Mereka saling mengandalkan satu sama lain dalam banyak hal, terutama saat menghadapi rasa tidak aman di masa kanak-kanak dan tentang cinta.
“Dia adalah seseorang yang selalu mengatakan kebenaran kepadaku, dan aku sangat menghargai itu.”
Sama-sama Berkarier di Dunia Musik dengan Kembarannya

Junia juga berkarier di dunia musik sebagai pemain biola dan direktur kreatif Laufey. Ia terlibat langsung dalam segala hal, mulai dari visual dan konsep hingga penataan gaya. Junia juga yang membantu membentuk estetika “Laufey Core” yang khas dan viral. Keduanya pernah berkolaborasi di atas panggung dengan Junia memainkan biola dan Laufey dengan vokal alto-nya.
“Kami tidak bertele-tele dan tidak mudah tersinggung. Aku percaya padanya dan tidak berpikir bisa melakukan ini tanpa dia.”





