Mengapa Anak Tidak Bisa Duduk Diam Saat Belajar?
Melihat si Kecil menggoyangkan kaki atau terus bergerak saat duduk memang sering membuat orangtua merasa gemas dan kesal. Namun, sebenarnya perilaku ini bisa jadi tanda bahwa tubuh anak sedang bekerja secara alami untuk membantu otaknya tetap fokus.
Dari sudut pandang medis, gerakan fisik seperti menggoyangkan kaki merupakan cara alami tubuh untuk menstimulasi jaringan saraf otak agar tetap terjaga. Penelitian yang dipublikasikan dalam Research on Child and Adolescent Psychopathology menunjukkan bahwa saat anak-anak aktif bergerak, tubuh mereka sedang merangsang daerah otak yang bertanggung jawab atas konsentrasi dan memorinya.
Secara biologis, gerakan fisik membantu memicu pelepasan neurotransmitter seperti dopamin dan norepinefrin di otak. Jika anak dipaksa duduk diam dalam durasi lama, tingkat kewaspadaan otaknya justru menurun. Hal ini malah membuat anak cepat lelah dan makin sulit menyerap pelajaran. Oleh karena itu, Mama bisa izinkan anak sedikit bergerak agar otaknya tetap aktif dan fokus.
Fidgeting Bagus untuk Meningkatkan Fokus Anak
Kebiasaan mengetuk-ngetuk pensil hingga menggoyangkan kaki saat duduk sering kali dianggap sebagai perilaku yang mengganggu. Namun, ternyata ada istilah medisnya, yaitu fidgeting.
Fidgeting sebenarnya merupakan usaha alami anak untuk mempertahankan tingkat perhatiannya. Studi dari Rotman Research Institute memaparkan bahwa gerakan motorik halus seperti fidgeting berfungsi sebagai mekanisme regulasi diri. Gerakan kecil ini membantu menyeimbangkan kadar hormon stres dan rasa bosan di otak tanpa mengganggu jalannya proses berpikir utama.
Daya Ingat Anak Jadi Lebih Maksimal
Mama, saat anak bergerak ternyata bisa meningkatkan daya ingatnya lho. Menurut jurnal Child Neuropsychology, anak-anak yang diizinkan melakukan gerakan fisik memiliki performa ingatan dan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat dipaksa duduk diam.
Ketika anak dipaksa untuk duduk diam tanpa bergerak sedikitpun, energi mentalnya habis terkuras hanya untuk menahan diri dan mengontrol impuls tubuhnya. Akibatnya, kapasitas otak untuk menyimpan memori pelajaran justru berkurang secara signifikan.
Keterampilan Duduk Diam Anak Masih Dalam Tahap Perkembangan
Menuntut anak usia 4-5 tahun untuk bisa duduk tenang seperti orang dewasa sebenarnya adalah ekspektasi yang kurang realistis. Keterampilan untuk duduk diam dan mengontrol segala geraknya belum berkembang di usia saat ini. Keterampilan neuromotorik ini akan berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia anak.
Memaksa anak untuk duduk diam melebihi kapasitas usianya justru memicu stres biologis. Alangkah baiknya, Mama bisa memberikan ruang bagi anak untuk bergerak secara wajar agar membantu proses kematangan otak dan sarafnya berjalan tanpa merusak rasa percaya diri si Kecil.
Hubungan Keterlibatan Kinestetik pada Tubuh Anak
Keterlibatan kinestetik ini mengaktifkan area motor cortex dan cerebellum di otak secara bersamaan. Ketika anak belajar sambil melakukan gerakan fisik seperti menghitung menggunakan jemari, otak akan membentuk jalur memori yang jauh lebih kuat.
Studi neurosains oleh Dr. Adele Diamond yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development menegaskan bahwa perkembangan motorik dan perkembangan kognitif saling berkaitan erat. Bahkan, keduanya terikat secara fundamental dalam otak.




Itulah 5 fakta mengenai anak tidak bisa duduk diam. Ternyata, si Kecil aktif bergerak saat belajar bukanlah tanda ia tak mau diatur, melainkan cara alami otaknya untuk menjaga konsentrasi. Bagaimana dengan si Kecil di rumah? Apakah ia juga tipe yang hobi bergerak saat belajar?





